Beranda Prabumulih Terungkap! Puluhan Guru Ikuti KMD di Prabumulih, Namun Efektivitas Pembinaan Pramuka Masih...

Terungkap! Puluhan Guru Ikuti KMD di Prabumulih, Namun Efektivitas Pembinaan Pramuka Masih Jadi Pertanyaan

7
0
Sekretaris Daerah Kota Prabumulih H. Elman membuka secara resmi Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) Angkatan IX Tahun 2026 yang diikuti 94 peserta dari berbagai jenjang pendidikan. (Foto: Indra/CimutNews).

PRABUMULIH, cimutnews.co.id — Upaya memperkuat pendidikan karakter melalui Gerakan Pramuka kembali dilakukan di Kota Prabumulih. Sebanyak 94 guru, kepala sekolah, dan tenaga kependidikan mengikuti Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) Angkatan IX Tahun 2026 yang digelar Pusat Pendidikan dan Pelatihan Cabang (Pusdiklatcab) Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Prabumulih mulai 4 hingga 26 Juli 2026.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Sekretaris Daerah Kota Prabumulih, H. Elman, ST., M.M., yang juga menjabat sebagai Sekretaris Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Kota Prabumulih.

Namun, di tengah semangat meningkatkan kualitas pembina Pramuka, muncul pertanyaan yang juga menjadi perhatian banyak pihak. Apakah bertambahnya jumlah pembina yang telah mengikuti pelatihan nantinya benar-benar mampu menghidupkan kembali aktivitas kepramukaan di sekolah secara merata?

Pelatihan tahun ini mengangkat tema “Wujudkan Pembina Pramuka Mengabdi Tanpa Batas, Pencetak Generasi Tangguh”. Peserta terdiri atas 62 orang dari gugus depan SD/MI, 19 peserta dari SMP/MTs, serta 13 peserta dari SMA/SMK/MA di Kota Prabumulih.

Mereka akan mendapatkan pembelajaran teori maupun praktik sesuai kurikulum nasional kepramukaan yang dipandu para pelatih bersertifikat selama hampir satu bulan.

Dalam sambutannya, H. Elman mengatakan pembina Pramuka memiliki posisi penting dalam membangun karakter generasi muda di tengah berbagai tantangan sosial yang terus berkembang.

“Pembina Pramuka memiliki peran yang sangat strategis dalam membentuk karakter generasi muda. Saya berharap seluruh peserta mengikuti setiap materi dengan sungguh-sungguh sehingga nantinya mampu menjadi pembina yang berkualitas, berintegritas, dan menjadi teladan di gugus depan masing-masing,” ujarnya.

Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Prabumulih, Hermanto, S.H., menambahkan bahwa pelatihan tersebut bukan sekadar memenuhi kebutuhan administrasi organisasi, tetapi menjadi investasi jangka panjang dalam mencetak generasi yang disiplin, mandiri, dan memiliki jiwa kepemimpinan.

Baca juga  Babinsa Patih Galung Perkuat Komsos, Ajak Warga Jaga Keamanan dan Ketertiban Lingkungan

Menurutnya, setelah mengikuti KMD, seluruh peserta diharapkan mampu mengembangkan kegiatan kepramukaan secara aktif di sekolah masing-masing.

Ketua Pusdiklatcab Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Prabumulih, Alfran Sanius, S.Pd., M.Pd., menjelaskan KMD Angkatan IX merupakan salah satu program strategis untuk meningkatkan kualitas pembina Pramuka di daerah.

Selama pelaksanaan kursus, peserta memperoleh materi tentang metode pendidikan kepramukaan, teknik pembinaan, kepemimpinan, hingga praktik lapangan sebagai bekal menjadi pembina yang profesional.

Namun fakta di lapangan menunjukkan, tantangan pembinaan Pramuka tidak hanya bergantung pada kualitas pembina.

Di sejumlah sekolah, kegiatan kepramukaan masih menghadapi berbagai kendala, mulai dari keterbatasan sarana pendukung, padatnya agenda akademik, hingga belum optimalnya pelaksanaan latihan rutin. Kondisi tersebut membuat aktivitas Pramuka di beberapa gugus depan belum berjalan secara maksimal sebagaimana yang diharapkan.

Sejumlah guru yang ditemui seusai kegiatan pembukaan mengaku pelatihan seperti KMD memang sangat dibutuhkan karena banyak pembina baru yang sebelumnya belum pernah memperoleh pendidikan kepramukaan secara formal.

Mereka berharap ilmu yang diperoleh selama pelatihan nantinya dapat diterapkan secara konsisten di sekolah. Meski demikian, sejumlah peserta juga menilai keberhasilan pembinaan tidak cukup hanya melalui kursus, tetapi memerlukan dukungan berkelanjutan dari sekolah, orang tua, serta kebijakan pemerintah daerah.

Di sisi lain, perkembangan teknologi digital juga menjadi tantangan tersendiri. Minat sebagian pelajar terhadap aktivitas luar ruang dinilai mulai bergeser akibat tingginya penggunaan gawai dan media sosial.

Kondisi tersebut membuat pembina Pramuka dituntut menghadirkan metode pembelajaran yang lebih kreatif agar kegiatan kepramukaan tetap diminati generasi muda.

Berdasarkan temuan di lapangan, pelatihan pembina memang menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun kualitas pendidikan karakter. Namun efektivitasnya baru akan terlihat ketika para peserta kembali ke gugus depan masing-masing dan mampu menghadirkan kegiatan yang aktif, inovatif, serta berkelanjutan.

Baca juga  Satkamling Prabumulih Didorong Jadi Garda Keamanan, Kapolres Tekankan Peran Warga Aktif

Hingga kini, belum semua sekolah memiliki aktivitas Pramuka yang berjalan optimal sepanjang tahun. Hal ini menimbulkan pertanyaan, apakah penambahan jumlah pembina bersertifikat akan mampu menjadi solusi nyata bagi penguatan karakter peserta didik di Kota Prabumulih, atau masih diperlukan langkah-langkah lanjutan agar manfaatnya benar-benar dirasakan hingga ke tingkat sekolah? (Indra)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here