Beranda Palembang Program Sultan Muda Dipuji Nasional, Namun Target 100 Ribu Wirausaha Masih Jadi...

Program Sultan Muda Dipuji Nasional, Namun Target 100 Ribu Wirausaha Masih Jadi Tantangan

10
0
Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengikuti sesi penjurian Financial Literacy Award 2026 secara virtual dari Griya Agung Palembang, Selasa (28/7/2026). (Foto:Poerba/cimutnews.co.id)

PALEMBANG, cimutnews.co.id — Program 100.000 Sultan Muda kembali menjadi sorotan nasional. Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan meyakini gerakan ini mampu menjadi salah satu model penguatan literasi dan inklusi keuangan berbasis kewirausahaan yang dapat direplikasi di berbagai daerah.

Namun di balik optimisme tersebut, muncul pertanyaan yang menarik untuk dicermati. Dengan jumlah anggota yang saat ini baru mencapai sekitar 10.800 orang, bagaimana strategi agar target mencetak 100 ribu wirausaha muda benar-benar dapat diwujudkan dan memberikan dampak yang merata hingga ke seluruh pelosok Sumatera Selatan?

Hal inilah yang menjadi perhatian saat Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru memaparkan capaian Program 100.000 Sultan Muda dalam sesi penjurian Financial Literacy Award 2026 yang digelar secara virtual dari Griya Agung Palembang, Selasa (28/7/2026).

Dalam paparannya di hadapan tim asesor nasional, Herman Deru menegaskan bahwa keberhasilan program tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan lahir dari kolaborasi berbagai pihak, terutama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta dukungan lembaga keuangan.

Menurutnya, literasi keuangan bukan sekadar memahami cara mengelola uang, tetapi menjadi fondasi penting untuk membangun generasi muda yang mampu menciptakan usaha secara mandiri.

“Roh lahirnya Sultan Muda adalah kolaborasi. Sejak awal kami melibatkan OJK, bahkan berbagai kegiatan pembinaan dipusatkan di sana. Ternyata ini menjadi daya tarik besar bagi anak-anak muda untuk memiliki identitas sebagai Sultan Muda dengan memenuhi kriteria wirausaha yang produktif,” ujar Herman Deru.

Data yang dipaparkan menunjukkan hingga pertengahan 2026 terdapat 10.800 anggota Sultan Muda yang telah bergabung. Program tersebut dijalankan melalui roadmap berkelanjutan dan diklaim ikut memberikan kontribusi terhadap sejumlah indikator pembangunan ekonomi Sumatera Selatan sepanjang periode 2024–2025.

Baca juga  Gubernur Berkurban di Gandus, Warga Tunggu Pemerataan Bantuan

Pemerintah Provinsi Sumsel juga menilai target 100 ribu Sultan Muda masih realistis mengingat tingginya minat generasi muda untuk berwirausaha.

Menurut Herman Deru, sebagian anggota yang telah berkembang bahkan mulai berperan sebagai mentor bagi peserta lainnya sehingga proses pembinaan tidak lagi sepenuhnya bergantung kepada pemerintah.

“Kita sudah melihat bukti konkretnya di lapangan. Anggota yang berhasil kita dorong menjadi trainer atau mentor bagi teman-temannya untuk mengubah mindset bahwa bekerja tidak harus menjadi pegawai formal, tetapi bisa melalui kewirausahaan,” katanya.

Meski capaian tersebut diapresiasi, sejumlah tantangan masih menjadi pekerjaan rumah.

Berdasarkan temuan di lapangan dan berbagai dinamika pengembangan UMKM di Sumatera Selatan selama beberapa tahun terakhir, akses pembiayaan, pendampingan usaha, perluasan pasar, hingga keberlanjutan bisnis masih menjadi persoalan yang kerap dihadapi pelaku usaha pemula.

Di sisi lain, belum semua daerah memiliki ekosistem kewirausahaan yang sama kuatnya. Kabupaten dan kota dengan pusat ekonomi yang berkembang relatif lebih mudah mengakses pelatihan maupun jaringan pemasaran dibanding wilayah yang masih memiliki keterbatasan infrastruktur maupun pendampingan usaha.

Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai bagaimana pemerataan manfaat Program Sultan Muda ke depan agar tidak hanya terkonsentrasi di wilayah tertentu.

Dukungan Perbankan Dinilai Penting

Dalam paparannya, Herman Deru juga mengapresiasi dukungan sektor perbankan yang memberikan kemudahan akses pembiayaan melalui berbagai layanan, termasuk pola jemput bola kepada pelaku usaha.

Skema tersebut dinilai menjadi salah satu faktor penting agar wirausaha muda tidak berhenti hanya pada tahap pelatihan, tetapi mampu meningkatkan kapasitas usahanya melalui akses modal yang lebih mudah.

Meski demikian, belum ada penjelasan rinci mengenai distribusi anggota Sultan Muda di masing-masing kabupaten/kota maupun tingkat keberhasilan usaha setelah mengikuti program tersebut.

Baca juga  Terkait Pemberitaan Wartawan Ogan Post, Dukungan dari Ketua IWO Sumsel Sangat Penting untuk Melindungi Hak dan Kebebasan Pers

Suara Lapangan dan Harapan Pelaku UMKM

Sejumlah pelaku UMKM di Sumatera Selatan selama ini mengakui bahwa pelatihan dan akses informasi keuangan memang menjadi kebutuhan utama ketika memulai usaha.

Namun mereka juga berharap pendampingan tidak berhenti setelah pelatihan selesai. Akses pemasaran digital, jejaring bisnis, hingga kepastian memperoleh pembiayaan yang sesuai dinilai menjadi faktor penting agar usaha mampu bertahan dalam jangka panjang.

Pengamat ekonomi juga kerap menilai keberhasilan program kewirausahaan tidak hanya diukur dari banyaknya peserta yang terdaftar, tetapi juga dari tingkat keberlangsungan usaha, penciptaan lapangan kerja baru, serta kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Penjurian Tingkat Nasional

Dalam sesi penjurian Financial Literacy Award 2026, Herman Deru mempresentasikan berbagai inovasi Program Sultan Muda di hadapan tim asesor nasional yang terdiri dari Akademisi UGM Muhammad Edhie Purnawan, Plt Direktur Literasi dan Edukasi Keuangan OJK Andi Muhammad Yusuf, serta Direktur Ekonomi Syariah dan BUMN Kementerian PPN/Bappenas Rosy Wediawati.

Turut mendampingi Gubernur, Anggota DPD RI sekaligus Duta Literasi Sumsel dr. Hj. Ratu Tenny Leriva, Kepala OJK Sumatera Selatan Arifin Susanto, Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Sumsel drh. Sri Endah Ekandari, serta jajaran organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemprov Sumsel.

Hingga kini, Program 100.000 Sultan Muda masih terus berjalan sebagai salah satu program unggulan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.

Namun pertanyaan besarnya masih sama: apakah target 100 ribu wirausaha muda nantinya benar-benar akan diikuti dengan lahirnya usaha-usaha yang bertahan dan mampu menggerakkan ekonomi hingga ke tingkat desa, atau masih menyisakan tantangan yang perlu dijawab melalui pendampingan yang lebih merata? (Poerba)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here