
Palembang, cimutnews.co.id — Sriwijaya Philately Exhibition 2026 resmi dibuka di Atrium PS Mall Palembang, Sumatera Selatan, dan akan berlangsung hingga 13 September 2026. Pameran filateli internasional tersebut dibuka Menteri Kebudayaan RI sekaligus Ketua Umum Perkumpulan Filateli Indonesia (PFI) Fadli Zon bersama Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru.
Kegiatan ini tidak hanya menghadirkan koleksi perangko, tetapi juga menjadi momentum memperluas komunitas filateli di Sumatera Selatan. Rangkaian acara mencakup pelantikan pengurus cabang penggemar filateli di empat kabupaten/kota serta peresmian 100 klub filateli baru di provinsi tersebut.
Sriwijaya Philately Exhibition 2026 Perkuat Komunitas Filateli Sumsel
Penyelenggaraan pameran di Palembang mempertemukan unsur kolektor, komunitas, dan penggemar filateli dalam satu ruang. Atrium PS Mall berubah menjadi area yang menampilkan warna-warni perangko sekaligus memperlihatkan bagaimana benda kecil tersebut menyimpan rekam perjalanan suatu masa.
Kehadiran 100 klub filateli baru menjadi salah satu bagian penting dari agenda tersebut. Pembentukan komunitas dalam jumlah besar menunjukkan adanya upaya memperluas basis penggemar filateli, terutama agar aktivitas yang selama ini identik dengan koleksi perangko dapat berkembang menjadi kegiatan edukasi sejarah dan kebudayaan.
Empat Pengurus Cabang Filateli Dilantik
Selain pameran, penyelenggara juga merangkaikan kegiatan dengan pelantikan pengurus cabang penggemar filateli di empat kabupaten/kota di Sumatera Selatan.
Langkah tersebut memberikan dimensi organisasi pada kegiatan filateli. Komunitas tidak hanya diarahkan untuk mengoleksi perangko, tetapi juga memiliki wadah yang memungkinkan kegiatan pameran, pertukaran informasi, edukasi koleksi, hingga pengenalan sejarah melalui benda-benda filateli.
Fadli Zon: Perangko Merekam Peristiwa Sejarah
Dalam sambutannya, Fadli Zon menekankan bahwa filateli memiliki nilai lebih dari sekadar aktivitas mengumpulkan perangko.
Ia menyebut PFI telah berusia 104 tahun dan menggambarkan filateli sebagai “rajanya hobi”. Menurut Fadli, perangko memiliki fungsi penting sebagai media yang merekam berbagai peristiwa dan identitas kebudayaan.
“Perangko selalu memotret peristiwa sejarah. Asian Games 2018 ada perangkonya, baju adat ada perangkonya,” ujar Fadli Zon.
Pernyataan tersebut memperlihatkan posisi perangko sebagai artefak visual. Setiap penerbitan perangko pada dasarnya dapat menjadi penanda mengenai peristiwa, tokoh, kebudayaan, olahraga, maupun identitas suatu bangsa pada periode tertentu.
Dari Hobi Koleksi Menjadi Dokumentasi Sejarah
Nilai filateli terletak pada konteks di balik benda yang dikoleksi. Sebuah perangko bukan hanya memiliki ukuran, desain, dan tahun terbit, tetapi juga membawa informasi mengenai alasan suatu gambar atau tema dipilih untuk ditampilkan kepada publik.
Karena itu, pameran filateli dapat menjadi ruang alternatif untuk mengenalkan sejarah secara visual. Koleksi perangko memungkinkan masyarakat melihat kembali berbagai peristiwa melalui perspektif yang berbeda dari buku sejarah atau arsip konvensional.
100 Klub Baru dan Tantangan Regenerasi Filateli
Peresmian 100 klub filateli baru di Sumatera Selatan menjadi bagian paling strategis dari kegiatan ini. Jumlah tersebut memberikan peluang bagi filateli untuk menjangkau lebih banyak masyarakat dan tidak berhenti pada kelompok kolektor lama.
Namun, bertambahnya komunitas juga membawa tantangan berikutnya, yakni memastikan klub-klub tersebut aktif dan memiliki kegiatan berkelanjutan. Pameran, edukasi sejarah, pengenalan teknik perawatan koleksi, serta kegiatan bagi generasi muda dapat menjadi bagian penting untuk menjaga keberlangsungan komunitas.
Di tengah perubahan cara masyarakat berkomunikasi pada era digital, perangko menghadapi tantangan yang berbeda dibandingkan masa ketika surat menjadi sarana komunikasi utama. Justru karena itu, nilai dokumentasi dan sejarah menjadi semakin penting untuk dipertahankan.
Mengapa Pameran Filateli Masih Relevan?
Relevansi filateli saat ini tidak semata-mata bergantung pada penggunaan perangko untuk berkirim surat. Perangko dapat diposisikan sebagai bagian dari warisan dokumenter yang merekam cara sebuah negara menggambarkan dirinya kepada publik.
Perangko adalah “Arsip Mini” Sejarah
Ada satu aspek yang membuat filateli memiliki nilai yang lebih luas: ukurannya kecil, tetapi informasi yang dikandungnya dapat mewakili konteks yang jauh lebih besar.
Ketika sebuah perangko mengangkat Asian Games, misalnya, benda tersebut tidak hanya menunjukkan identitas sebuah ajang olahraga. Ia juga dapat menjadi penanda bahwa suatu peristiwa pernah dianggap cukup penting untuk direpresentasikan melalui penerbitan resmi.
Dalam konteks Sumatera Selatan, penguatan komunitas filateli dapat menjadi kesempatan untuk menghubungkan hobi koleksi dengan literasi sejarah dan kebudayaan lokal. Jika dikelola secara konsisten, komunitas tersebut berpotensi menjadi ruang pembelajaran informal bagi masyarakat dan generasi muda.
Pameran Berlangsung hingga 13 September 2026
Sriwijaya Philately Exhibition 2026 dijadwalkan berlangsung hingga 13 September 2026 di Atrium PS Mall Palembang. Agenda tersebut menjadi bagian dari upaya mempertemukan pameran filateli dengan penguatan organisasi komunitas di Sumatera Selatan.
Dengan pelantikan pengurus cabang dan peresmian 100 klub baru, kegiatan ini tidak berhenti pada pameran koleksi. Momentum tersebut sekaligus menjadi langkah memperluas ekosistem filateli agar perangko tetap dipahami sebagai bagian dari dokumentasi sejarah dan kebudayaan.
Ke depan, keberhasilan gerakan tersebut akan sangat ditentukan oleh aktivitas komunitas setelah pameran berakhir. Semakin banyak kegiatan edukatif dan partisipatif yang lahir, semakin besar pula peluang filateli bertahan sebagai medium untuk mengenalkan sejarah kepada generasi berikutnya. (Poerba)

















