
PALEMBANG, cimutnews.co.id — Wakil Gubernur Sumatera Selatan Cik Ujang mengukuhkan Pengurus Forum Sekretaris Daerah Seluruh Indonesia (Forsesdasi) Komisariat Wilayah Sumsel periode 2026-2029 di Hotel The Zuri Palembang, Jumat (11/9/2026).
Pengukuhan Forsesdasi Sumsel tersebut tidak hanya menjadi agenda organisasi, tetapi juga momentum untuk memperkuat koordinasi antarsekretaris daerah dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di Sumatera Selatan.
Cik Ujang: Forsesdasi Bukan Sekadar Seremoni
Dalam kesempatan itu, Cik Ujang menyampaikan ucapan selamat kepada Ketua Forsesdasi Komwil Sumsel H. Apriyadi, M.Si., beserta seluruh jajaran pengurus yang baru dikukuhkan.
Ia menegaskan, kepengurusan baru membawa amanah yang lebih besar. Forsesdasi diharapkan mampu menjalankan fungsi sebagai wadah komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi para sekretaris daerah.
Pesan tersebut menjadi penting karena posisi sekretaris daerah berada pada titik strategis dalam memastikan kebijakan kepala daerah dapat diterjemahkan menjadi program pemerintahan yang berjalan secara terkoordinasi.
Dengan demikian, keberadaan forum antarsekretaris daerah bukan semata berkaitan dengan aktivitas organisasi, melainkan dapat menjadi ruang pertukaran pengalaman dan penyelesaian persoalan pemerintahan yang memiliki karakteristik serupa di berbagai daerah.
Peran Sekda Menjadi Kunci Koordinasi Pemerintahan
Sekretaris daerah memiliki posisi penting dalam struktur pemerintahan daerah. Secara umum, Sekda berperan membantu kepala daerah dalam koordinasi penyusunan dan pelaksanaan kebijakan, sekaligus mengoordinasikan perangkat daerah.
Fungsi tersebut membuat koordinasi lintas organisasi perangkat daerah menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga agar kebijakan pemerintah daerah tidak berjalan sendiri-sendiri.
Dalam praktik pemerintahan, persoalan pembangunan sering kali melibatkan lebih dari satu perangkat daerah. Karena itu, komunikasi antarsekretaris daerah dapat menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat pertukaran pengalaman mengenai tata kelola, administrasi pemerintahan, hingga sinkronisasi program.
Pemerintah daerah juga menempatkan sekretariat daerah sebagai unsur penting dalam koordinasi pemerintahan, penyiapan kebijakan, harmonisasi program perangkat daerah, serta pemantauan dan evaluasi kebijakan.
Forsesdasi Sumsel Punya Rekam Jejak Koordinasi Antar-Daerah
Keberadaan Komwil Forsesdasi di Sumatera Selatan bukan hal baru. Pembentukan Komwil Forsesdasi Sumsel telah dilakukan pada 2016 sebagai tindak lanjut keputusan organisasi di tingkat nasional.
Pada saat pembentukannya, forum tersebut diarahkan untuk mengoordinasikan kegiatan komisariat wilayah, melaksanakan keputusan organisasi, menyusun program kerja, serta memperkuat komunikasi antardaerah.
Rekam jejak itu menunjukkan bahwa gagasan membangun komunikasi antarsekretaris daerah telah berlangsung selama bertahun-tahun. Tantangannya kini adalah memastikan forum tersebut menghasilkan manfaat yang lebih konkret bagi tata kelola pemerintahan.
Pada 2025, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan juga mencatat adanya proses transisi kepemimpinan Forsesdasi Komwil Sumsel setelah berakhirnya masa kepengurusan periode sebelumnya. Rencana rapat koordinasi wilayah turut dibahas dalam proses tersebut.
Tantangan Pengurus 2026-2029
Pengukuhan periode 2026-2029 berlangsung ketika tuntutan terhadap pemerintah daerah semakin kompleks. Sekretaris daerah tidak hanya dituntut menjaga kelancaran administrasi, tetapi juga memastikan koordinasi kebijakan berjalan efektif dan pelayanan publik tetap berkesinambungan.
Koordinasi Tidak Berhenti pada Forum Pertemuan
Tantangan pertama adalah mengubah komunikasi organisasi menjadi kerja sama yang menghasilkan solusi. Forum akan memiliki nilai lebih apabila pengalaman satu daerah dapat menjadi pembelajaran bagi daerah lain.
Misalnya, persoalan koordinasi perangkat daerah, reformasi birokrasi, pengelolaan program pembangunan, pelayanan publik, dan sinkronisasi kebijakan dapat menjadi ruang pertukaran praktik baik antarpemerintah daerah.
Menjaga Kesinambungan Pemerintahan
Tantangan lainnya adalah menjaga kesinambungan program pemerintah daerah. Pengalaman berbagai daerah menunjukkan bahwa sekretaris daerah memiliki posisi strategis untuk menjaga agar roda pemerintahan dan program pembangunan tetap berjalan ketika terjadi perubahan kepemimpinan atau dinamika kebijakan.
Peran strategis tersebut juga pernah menjadi perhatian dalam forum-forum Sekda di tingkat nasional, yang menempatkan sekretaris daerah sebagai penghubung penting dalam perumusan kebijakan, koordinasi pelaksanaan tugas, dan pelayanan administrasi pemerintahan.
Ukuran Keberhasilan Bukan pada Pengukuhan
Dari sisi tata kelola, pengukuhan pengurus baru seharusnya dipandang sebagai titik awal, bukan tujuan akhir. Ukuran keberhasilan Forsesdasi Sumsel periode 2026-2029 pada akhirnya akan terlihat dari seberapa jauh forum tersebut mampu menghasilkan koordinasi yang berdampak terhadap penyelenggaraan pemerintahan.
Semakin kompleks persoalan daerah, semakin penting mekanisme berbagi pengalaman antarsekretaris daerah. Forum seperti Forsesdasi dapat menjadi ruang untuk mengidentifikasi persoalan yang berulang, membandingkan pendekatan antarwilayah, dan mencari solusi yang dapat diterapkan sesuai karakter masing-masing daerah.
Dalam jangka pendek, penguatan komunikasi dapat membantu mempercepat pertukaran informasi dan praktik pemerintahan. Dalam jangka panjang, pola kolaborasi yang konsisten berpotensi memperkuat kapasitas pemerintah daerah dalam menghadapi persoalan lintas sektor.
Micro-Insight: Tantangan Terbesar Ada pada Implementasi
Hal yang menarik dari pengukuhan Forsesdasi Sumsel adalah penekanan bahwa organisasi tersebut tidak boleh berhenti sebagai forum seremonial.
Sebab, kekuatan sebuah forum sekretaris daerah justru terletak pada kemampuannya menghubungkan pengalaman birokrasi dari berbagai daerah menjadi pengetahuan bersama. Jika komunikasi tersebut diterjemahkan menjadi rekomendasi, koordinasi, dan praktik yang terukur, manfaatnya dapat dirasakan jauh melampaui kepentingan internal organisasi.
Karena itu, periode kepengurusan 2026-2029 akan menjadi ruang untuk membuktikan apakah Forsesdasi mampu berkembang dari wadah komunikasi menjadi salah satu instrumen penguatan tata kelola pemerintahan daerah di Sumatera Selatan.
Pengurus Baru Diharapkan Perkuat Kolaborasi
Cik Ujang memberikan penekanan bahwa amanah kepengurusan baru harus diterjemahkan dalam penguatan peran Forsesdasi sebagai wadah komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi.
Harapan tersebut sejalan dengan fungsi strategis sekretaris daerah dalam membantu kepala daerah mengoordinasikan kebijakan dan pelaksanaan tugas perangkat daerah. Dengan posisi tersebut, komunikasi antarsekretaris daerah dapat menjadi salah satu jalur penting untuk memperkuat kesinambungan pemerintahan dan pembangunan.
Bagi Sumatera Selatan, tantangan berikutnya adalah memastikan semangat pengukuhan tersebut berlanjut dalam program kerja yang konkret, terukur, dan memberikan manfaat bagi penyelenggaraan pemerintahan di daerah.
Pengurus Forsesdasi Komwil Sumsel periode 2026-2029 kini memiliki tanggung jawab untuk membuktikan bahwa forum tersebut mampu menjadi ruang kolaborasi yang produktif. Bukan hanya mempererat komunikasi antar-Sekda, tetapi juga mendorong lahirnya praktik pemerintahan yang lebih efektif, terkoordinasi, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. (Poerba)

















