Beranda Palembang Hari Anak Nasional di Palembang, Komitmen Diperkuat, Namun Tantangan Perlindungan Anak Masih...

Hari Anak Nasional di Palembang, Komitmen Diperkuat, Namun Tantangan Perlindungan Anak Masih Menjadi Pertanyaan

8
0
Puncak peringatan Hari Anak Nasional ke-42 Kota Palembang digelar di SLB YPAC sebagai bentuk perhatian terhadap anak-anak berkebutuhan khusus. (Foto: Poerba/CimutNews)

KOTA PALEMBANG, cimutnews.co.id — Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 di Kota Palembang kembali menjadi momentum bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang untuk menegaskan komitmennya dalam memenuhi hak-hak anak, termasuk anak berkebutuhan khusus.

Namun, di balik berbagai komitmen yang disampaikan, masih muncul pertanyaan yang belum sepenuhnya terjawab. Apakah seluruh anak di Kota Palembang benar-benar telah merasakan lingkungan yang aman, ramah, dan bebas dari kekerasan maupun diskriminasi?

Tema besar yang diusung tahun ini, “Sayangi Anak, Lindungi Anak, Bangun Masa Depan”, menjadi pengingat bahwa perlindungan anak bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga tanggung jawab keluarga dan seluruh elemen masyarakat.

Puncak peringatan HAN Kota Palembang digelar di SLB YPAC, Jalan Sukabangun, Selasa (28/7/2026). Pemilihan sekolah luar biasa tersebut menjadi simbol perhatian pemerintah terhadap pemenuhan hak anak-anak berkebutuhan khusus agar memperoleh kesempatan yang setara dalam pendidikan maupun kehidupan sosial.

Mewakili Wali Kota Palembang Ratu Dewa, Staf Ahli Wali Kota Bidang Keuangan, Pendapatan, Hukum dan HAM, Edison, hadir bersama Ketua TP PKK Kota Palembang, Hj Dewi Sastrani Ratu Dewa dalam kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya, Edison menegaskan bahwa Hari Anak Nasional tidak boleh berhenti sebagai agenda seremonial tahunan.

Menurutnya, setiap anak memiliki hak yang sama untuk hidup bahagia, memperoleh pendidikan berkualitas, pelayanan kesehatan yang layak, serta tumbuh di lingkungan yang aman dan inklusif.

“Anak adalah amanah sekaligus investasi terbesar bangsa. Setiap anak memiliki hak yang sama untuk hidup bahagia, memperoleh pendidikan yang berkualitas, pelayanan kesehatan yang baik, serta tumbuh di lingkungan yang aman dan inklusif,” ujarnya.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) yang disampaikan dalam kegiatan tersebut menunjukkan sekitar 25 persen penduduk Kota Palembang merupakan kelompok usia anak. Angka ini menggambarkan bahwa satu dari empat warga Palembang merupakan generasi yang akan menentukan wajah kota di masa mendatang.

Baca juga  Pemkot Palembang Gelar Lomba Masak Inovasi Ikan: Dorong GEMARIKAN dan Tekan Stunting Lewat Menu Kreatif

Karena itu, Pemkot Palembang menyatakan terus memperkuat berbagai program di sektor pendidikan, kesehatan, perlindungan perempuan dan anak, hingga penguatan ketahanan keluarga.

Selain itu, pemerintah juga mengingatkan pentingnya pengawasan orang tua terhadap penggunaan teknologi digital yang semakin dekat dengan kehidupan anak-anak.

Meski berbagai program terus diperkuat, tantangan perlindungan anak masih menjadi pekerjaan yang tidak sederhana.

Kasus perundungan di lingkungan sekolah, kekerasan verbal, body shaming, hingga paparan konten negatif di media digital masih menjadi persoalan yang kerap mendapat perhatian publik.

Di sisi lain, anak-anak berkebutuhan khusus juga masih menghadapi tantangan tersendiri, mulai dari akses pendidikan yang benar-benar inklusif hingga penerimaan sosial di lingkungan sekitar.

Belum semua anak memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang secara optimal, terutama mereka yang berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi maupun kondisi khusus.

Hal ini menimbulkan pertanyaan, sejauh mana berbagai program perlindungan anak mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat secara merata.

Perhatian Tak Cukup Hanya Saat Peringatan

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kota Palembang, Ir. Dewi Isnaini, menjelaskan dipilihnya SLB YPAC sebagai lokasi puncak HAN bertujuan memberikan motivasi sekaligus perhatian kepada anak-anak berkebutuhan khusus.

Menurutnya, pihaknya terus menggencarkan edukasi mengenai pencegahan berbagai bentuk kekerasan terhadap anak.

Sosialisasi dilakukan mulai dari pencegahan kekerasan fisik, kekerasan verbal, perundungan, hingga body shaming melalui kolaborasi pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat.

Suara Lapangan

Sejumlah orang tua yang hadir dalam kegiatan tersebut mengaku mengapresiasi perhatian pemerintah terhadap anak-anak berkebutuhan khusus.

Meski demikian, beberapa di antaranya berharap kegiatan serupa tidak hanya dilakukan saat Hari Anak Nasional, tetapi juga diikuti dengan pendampingan yang berkelanjutan, peningkatan layanan pendidikan inklusif, serta penguatan perlindungan anak di lingkungan keluarga dan sekolah.

Baca juga  Pemulangan Haji Berjalan Lancar Tapi Evaluasi Tetap Mengemuka

Berdasarkan temuan di lapangan, perhatian terhadap anak berkebutuhan khusus mulai mendapat ruang lebih luas melalui berbagai kegiatan publik. Namun demikian, kebutuhan mereka tidak hanya berkaitan dengan akses pendidikan, melainkan juga dukungan psikologis, fasilitas yang ramah disabilitas, serta penerimaan sosial yang terus perlu diperkuat.

Tantangan ke Depan

Perlindungan anak pada era digital tidak lagi hanya berbicara mengenai kekerasan fisik.

Ancaman berupa perundungan di media sosial, eksploitasi digital, hingga penyalahgunaan teknologi menjadi tantangan baru yang membutuhkan sinergi lintas sektor.

Karena itu, keberhasilan mewujudkan Kota Palembang sebagai Kota Layak Anak tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan peringatan, tetapi juga dari sejauh mana anak-anak benar-benar merasa aman, terlindungi, memperoleh akses pendidikan yang setara, dan tumbuh tanpa rasa takut.

Hingga kini, belum ada penjelasan rinci mengenai indikator terbaru efektivitas berbagai program perlindungan anak yang telah berjalan maupun capaian penurunan kasus kekerasan terhadap anak setelah berbagai upaya pencegahan dilakukan.

Apakah komitmen yang kembali ditegaskan pada Hari Anak Nasional tahun ini mampu menghadirkan perubahan nyata bagi seluruh anak di Kota Palembang, atau masih menyisakan pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama? Pertanyaan itu masih akan terus menjadi perhatian ke depan. (Poerba)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here