Beranda Kriminal Alarm Dunia Pendidikan OKI: PGK Minta Dinas Pendidikan dan DP3A Perkuat Perlindungan...

Alarm Dunia Pendidikan OKI: PGK Minta Dinas Pendidikan dan DP3A Perkuat Perlindungan Anak

10
0
Ketua DPD PGK Kabupaten OKI, Rivaldy Setiawan, S.H., menyampaikan dorongan agar pengawasan terhadap perlindungan anak di lingkungan sekolah diperkuat. (Foto: Asep/CimutNews)

Kayuagung, cimutnews.co.id – Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Rivaldy Setiawan, S.H., meminta Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten OKI dan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) untuk meningkatkan pengawasan, edukasi, serta langkah-langkah pencegahan terhadap kekerasan terhadap anak dan perempuan, khususnya di lingkungan sekolah.

Permintaan tersebut disampaikan setelah DPD PGK OKI menerima informasi mengenai dugaan adanya kekerasan terhadap seorang anak di salah satu sekolah di Kabupaten Ogan Komering Ilir. Menurut Rivaldy, informasi tersebut harus menjadi perhatian serius agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

“Kami meminta Dinas Pendidikan dan DP3A Kabupaten OKI agar segera memperkuat pengawasan serta memberikan edukasi kepada seluruh satuan pendidikan mengenai pencegahan kekerasan terhadap anak, kekerasan terhadap perempuan, dan bullying. Sekolah harus menjadi tempat yang aman, nyaman, dan ramah bagi seluruh peserta didik,” ujar Rivaldy Setiawan, S.H.

Ia menilai, dunia pendidikan tidak boleh hanya berfokus pada proses belajar mengajar, tetapi juga harus mampu menjamin keamanan dan perlindungan bagi setiap anak. Oleh karena itu, koordinasi antara Dinas Pendidikan, DP3A, pihak sekolah, guru, dan orang tua harus terus diperkuat.

Selain itu, Rivaldy juga mengimbau kepada seluruh orang tua agar menyikapi setiap persoalan yang melibatkan anak-anak dengan bijaksana. Apabila terjadi perselisihan atau perkelahian antarsiswa, penyelesaiannya hendaknya dilakukan melalui komunikasi dengan pihak sekolah dan instansi terkait, bukan dengan emosi ataupun tindakan kekerasan.

“Orang tua harus menjadi teladan dalam menyelesaikan masalah. Jangan sampai persoalan antaranak justru berkembang menjadi konflik antarkeluarga atau berujung pada tindakan kekerasan. Mari kita selesaikan setiap persoalan secara dewasa, melalui dialog dan mekanisme yang berlaku,” tegasnya.

Baca juga  Panselda PPPK OKI Beri Layanan Prioritas Peserta Ibu Hamil dan Berkebutuhan Khusus

DPD PGK OKI berharap Dinas Pendidikan dan DP3A dapat meningkatkan sosialisasi tentang pencegahan kekerasan dan perundungan (bullying) di seluruh sekolah di Kabupaten OKI, sekaligus memastikan setiap laporan dugaan kekerasan ditangani secara cepat, profesional, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Di akhir pernyataannya, Rivaldy mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, ramah anak, serta bebas dari segala bentuk kekerasan, dengan tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah dalam setiap proses penanganan perkara. (Asep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here