Beranda Pagar Alam Kontingen Pagar Alam Wakili Sumsel di Jamnas XII 2026, Bawa 64 Peserta...

Kontingen Pagar Alam Wakili Sumsel di Jamnas XII 2026, Bawa 64 Peserta Pramuka

6
0
Sebanyak 64 peserta dari 14 SMP/MTs se-Kota Pagar Alam disiapkan mengikuti Jambore Nasional XII 2026 bersama pembina pendamping. (Foto:Hafis/cimutnews.co.id)

PAGAR ALAM, cimutnews.co.id – Kontingen Gerakan Pramuka Kota Pagar Alam resmi dilepas untuk mewakili Provinsi Sumatera Selatan pada Jambore Nasional XII 2026 di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Pramuka (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur. Pelepasan dipimpin Wali Kota Pagar Alam sekaligus Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Kamabicab) Gerakan Pramuka Kota Pagar Alam H. Ludi Oliansyah di Balai Pertemuan Pemerintah Kota Pagar Alam, Senin (10/8/2026).

Sebanyak 64 peserta Jambore disiapkan dalam kontingen tersebut, terdiri atas 32 peserta putra dan 32 peserta putri dari 14 SMP/MTs negeri dan swasta se-Kota Pagar Alam. Mereka akan membawa nama Pagar Alam sekaligus Sumatera Selatan dalam pertemuan nasional Pramuka Penggalang.

Bukan sekadar keberangkatan, ada tanggung jawab membawa nama Sumsel

Pelepasan kontingen dihadiri Sekretaris Daerah Kota Pagar Alam, Wakapolres Pagar Alam, Kepala BNN Kota Pagar Alam, serta jajaran pengurus Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Pagar Alam.

Dalam kesempatan itu, Ludi Oliansyah menyampaikan apresiasi kepada Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Sumatera Selatan yang memberikan kepercayaan kepada Kwarcab Pagar Alam sebagai wakil provinsi.

“Terima kasih karena telah memilih Kwartir Cabang Kota Pagar Alam untuk mewakili Provinsi Sumatera Selatan mengikuti Jambore Nasional di Jakarta tahun 2026,” ujar Ludi.

Kepercayaan tersebut membuat keberangkatan kontingen memiliki arti lebih luas daripada agenda organisasi. Para peserta bukan hanya membawa identitas sekolah atau Kwarcab Pagar Alam, melainkan juga menjadi bagian dari representasi Sumatera Selatan di forum Pramuka tingkat nasional.

Wali kota tekankan kesiapan fisik dan mental

Ludi meminta peserta mempersiapkan diri secara serius, terutama menjaga kondisi fisik. Jambore merupakan kegiatan perkemahan dengan rangkaian aktivitas yang menuntut peserta tetap aktif selama berada di lokasi.

Baca juga  Terungkap, 64 Pramuka Pagar Alam Siap Berangkat ke Jambore, Tapi Pembinaan Berkelanjutan Belum Banyak Dibahas

Selain kemampuan teknis kepramukaan, kesiapan mental juga menjadi bagian penting. Peserta akan bertemu dengan Pramuka dari berbagai daerah sehingga kemampuan beradaptasi, bekerja sama dan menghargai perbedaan menjadi pengalaman yang tidak kalah penting dibanding kegiatan perlombaan atau keterampilan.

Pesan lain yang ditekankan adalah kekompakan.

Menurut Ludi, Pramuka memiliki nilai toleransi, kebersamaan dan persaudaraan yang harus diwujudkan dalam perilaku peserta selama mengikuti kegiatan.

“Jaga kekompakan. Pramuka adalah organisasi yang sangat memperhatikan toleransi dan kekompakan. Jadikan kegiatan ini sebagai momentum untuk mempererat persaudaraan dan menambah pengalaman,” katanya.

64 peserta berasal dari 14 SMP dan MTs

Ketua Harian Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Pagar Alam Alfian Jaya dalam laporannya menyebutkan, peserta Jambore terdiri atas 32 putra dan 32 putri.

Mereka berasal dari 14 SMP/MTs negeri maupun swasta di wilayah Kota Pagar Alam. Komposisi yang berimbang antara peserta putra dan putri tersebut menunjukkan keterlibatan sekolah dalam menyiapkan delegasi untuk kegiatan tingkat nasional.

Kontingen juga mendapat pendampingan delapan pembina, masing-masing empat pembina pendamping putra dan empat pembina pendamping putri.

Berdasarkan rincian yang disampaikan Kwarcab, setidaknya terdapat 72 orang yang sudah teridentifikasi terdiri atas 64 peserta dan delapan pembina. Namun, laporan menyebut total kontingen mencapai 85 orang.

Artinya, masih terdapat 13 anggota kontingen yang belum dirinci dalam bahan laporan tersebut. Unsur itu dapat saja merupakan pimpinan kontingen atau unsur pendukung lainnya, tetapi identitas dan komposisinya belum disebutkan sehingga tidak semestinya diasumsikan.

Ada perbedaan jadwal yang perlu diklarifikasi

Kwarcab Pagar Alam dalam laporan pelepasan menyebut Jambore Nasional XII 2026 dijadwalkan berlangsung pada 12–21 Agustus 2026 di Buperta Cibubur.

Namun, informasi resmi Kwartir Nasional Gerakan Pramuka yang dipublikasikan sebelumnya menyebut Jamnas XII 2026 berlangsung 13–20 Agustus 2026 di lokasi yang sama. Publikasi Kwarnas juga menyebut Jamnas XII merupakan pertemuan nasional Pramuka Penggalang yang digelar lima tahun sekali.

Baca juga  DPRD dan Wali Kota Pagar Alam Sepakati Raperda LPP APBD 2025

Perbedaan satu hari di awal dan akhir kegiatan tersebut penting dicatat karena menyangkut perjalanan kontingen, akomodasi, kepulangan peserta, serta koordinasi dengan pihak sekolah dan keluarga.

Dalam konteks pemberitaan, jadwal 12–21 Agustus sebagaimana disampaikan Kwarcab sebaiknya dipandang sebagai informasi dari panitia daerah, sementara jadwal resmi kegiatan nasional perlu merujuk pada ketetapan terbaru Kwarnas.

Jamnas XII membawa isu ketahanan pangan

Jambore Nasional XII 2026 juga memiliki konteks yang lebih luas. Kwarnas mengusung tema “Berkreasi, Berinovasi, Terampil dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan.”

Tema tersebut bukan sekadar slogan. Kwarnas menjelaskan bahwa Jamnas XII diarahkan menjadi ruang pembelajaran bagi peserta untuk mengembangkan kreativitas, keterampilan, kemandirian dan kepedulian terhadap isu ketahanan pangan. Logo resmi Jamnas XII juga menggunakan stilasi bulir padi sebagai simbol ketahanan pangan dan kemakmuran.

Dengan demikian, peserta dari Pagar Alam tidak hanya menghadapi agenda perkemahan dan persaudaraan antar-Pramuka. Mereka juga akan berada dalam forum yang membawa pesan mengenai keterampilan generasi muda dan masa depan sektor pangan.

Dari Pagar Alam ke Cibubur, pengalaman menjadi bekal utama

Kontingen Pagar Alam dijadwalkan berangkat menuju Jakarta pada Selasa (11/8/2026) pukul 16.00 WIB. Dalam laporan Kwarcab, rombongan dijadwalkan kembali ke Pagar Alam pada Minggu (22/8/2026).

Perjalanan dari Pagar Alam menuju Jakarta juga menjadi bagian dari kesiapan kontingen. Durasi perjalanan yang panjang menuntut pengaturan fisik peserta, konsumsi, istirahat, keamanan serta komunikasi antara pembina dan peserta.

Di sinilah pesan wali kota mengenai kondisi fisik menjadi relevan. Kegiatan nasional tidak hanya menguji kemampuan peserta ketika berada di lokasi perkemahan, tetapi juga kedisiplinan sejak keberangkatan hingga kembali ke daerah.

Analisis: ukuran keberhasilan bukan hanya prestasi

Baca juga  GENTING Diluncurkan, Namun Penanganan Stunting Masih Jadi Pertanyaan

Keikutsertaan Pagar Alam di Jamnas XII dapat menjadi ruang pembelajaran yang jauh lebih besar daripada sekadar mengejar prestasi dalam kegiatan. Peserta akan berinteraksi dengan Pramuka dari berbagai daerah, mengenal karakter dan budaya berbeda, serta belajar mengelola kehidupan dalam lingkungan perkemahan.

Pengalaman semacam itu berpotensi membentuk kemampuan sosial yang sulit diperoleh hanya melalui pembelajaran di ruang kelas. Karena itu, pesan tentang toleransi dan persaudaraan yang disampaikan wali kota memiliki relevansi langsung dengan tujuan kegiatan.

Konteks nasional Jamnas XII juga memberi peluang bagi peserta Pagar Alam untuk membawa pengalaman tersebut pulang ke daerah. Jika pengalaman tentang kemandirian, keterampilan dan kepedulian terhadap pangan diterapkan kembali melalui kegiatan sekolah atau gugus depan, manfaat Jamnas tidak berhenti ketika perkemahan selesai. (Hafis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here