Beranda Pagar Alam Terungkap: Program PKK Pagar Alam Diperkuat, Dampaknya Belum Terjawab

Terungkap: Program PKK Pagar Alam Diperkuat, Dampaknya Belum Terjawab

9
0
Wali Kota Pagar Alam H. Ludi Oliansyah menerima kunjungan Ketua TP PKK Provinsi Sumsel Hj. Febrita Lustia Herman Deru dalam agenda pembinaan dan evaluasi 10 Program Pokok PKK. (Foto: Hafis/CimutNews)

PAGAR ALAM, cimutnews.co.id — Program pemberdayaan keluarga di Kota Pagar Alam kembali mendapat perhatian setelah Ketua TP PKK Provinsi Sumatera Selatan, Hj. Febrita Lustia Herman Deru, melakukan kunjungan kerja ke daerah tersebut, Kamis (27/8/2026).

Kunjungan yang berlangsung di Gedung Balai Pertemuan Kota Pagar Alam itu bukan sekadar agenda seremonial. Ada pembinaan teknis, monitoring, dan evaluasi terhadap pelaksanaan 10 Program Pokok PKK yang selama ini berjalan di tengah masyarakat.

Namun, di balik agenda evaluasi tersebut terdapat pertanyaan yang lebih penting: sejauh mana program-program itu benar-benar terasa dalam kehidupan keluarga di tingkat bawah?

Evaluasi 10 Program Pokok PKK

Wali Kota Pagar Alam H. Ludi Oliansyah menyampaikan apresiasi atas kunjungan TP PKK Provinsi Sumsel. Menurutnya, keberadaan PKK memiliki posisi strategis karena kadernya bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Ludi mengatakan Pemerintah Kota Pagar Alam mendukung program TP PKK, terutama yang berkaitan dengan penurunan stunting, pemberdayaan ekonomi keluarga, hingga peningkatan kualitas pendidikan anak.

“Pemkot Pagar Alam selalu mendukung penuh seluruh program dari TP PKK,” ujar Ludi.

Menurut dia, kehadiran Ketua TP PKK Sumsel bersama rombongan diharapkan memberikan motivasi tambahan kepada kader untuk mengoptimalkan berbagai program di lapangan.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah daerah menempatkan PKK bukan hanya sebagai organisasi pendamping, tetapi sebagai salah satu instrumen yang diharapkan mampu menjangkau persoalan keluarga secara langsung.

Bukan Sekadar Berjalan Secara Administratif

Ketua TP PKK Sumsel Hj. Febrita Lustia Herman Deru menekankan pentingnya kesinambungan koordinasi antara TP PKK provinsi, kota, hingga kelompok dasawisma.

Pesan yang disampaikan cukup jelas: keberhasilan program tidak cukup hanya dilihat dari kegiatan yang terlaksana atau laporan administratif.

Baca juga  Pagar Alam Percepat Koperasi Merah Putih, Tapi Progresnya Masih Jadi Pertanyaan

Program harus memiliki dampak yang dapat dirasakan masyarakat.

Febrita menyebut Pagar Alam memiliki potensi sumber daya alam dan kader yang aktif. Karena itu, pembinaan berkelanjutan diharapkan dapat mempercepat penanganan sejumlah persoalan prioritas.

Di antaranya ketahanan pangan keluarga, pemberdayaan UMKM lokal, serta pencegahan stunting.

Pernyataan ini sekaligus membuka ruang evaluasi yang lebih luas. Sebab, ukuran keberhasilan program pemberdayaan keluarga pada akhirnya bukan hanya jumlah kegiatan, melainkan perubahan yang terjadi setelah kegiatan tersebut berjalan.

Namun fakta di lapangan menunjukkan, agenda pembinaan dan evaluasi saja belum cukup untuk memastikan seluruh program telah memberikan manfaat secara merata.

Dalam bahan informasi kegiatan tersebut belum ada penjelasan rinci mengenai capaian terukur masing-masing dari 10 Program Pokok PKK di Kota Pagar Alam.

Misalnya, berapa keluarga yang telah mendapatkan manfaat program pemberdayaan ekonomi? Seberapa besar kontribusi program PKK terhadap pencegahan stunting? Berapa banyak UMKM keluarga yang mengalami peningkatan usaha setelah mendapatkan pendampingan?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut penting karena program pemberdayaan masyarakat memiliki tantangan yang berbeda di setiap wilayah.

Pagar Alam memiliki karakter geografis dan sosial ekonomi yang khas. Kebutuhan keluarga di kawasan perkotaan belum tentu sama dengan masyarakat di wilayah yang lebih jauh dari pusat pemerintahan.

Di sisi lain, keberadaan kader hingga tingkat dasawisma sebenarnya menjadi modal penting untuk membaca persoalan tersebut dari dekat.

Bantuan Diserahkan, Kantin PKK Ditinjau

Dalam kunjungan tersebut, TP PKK Provinsi Sumsel juga menyerahkan bantuan secara simbolis kepada TP PKK Kota Pagar Alam.

Rombongan kemudian meninjau Kantin PKK yang berada di lingkungan Kantor Sekretariat Daerah Kota Pagar Alam.

Kegiatan itu memperlihatkan bahwa pemberdayaan ekonomi menjadi salah satu bagian yang ingin didorong melalui aktivitas PKK.

Baca juga  Serapan Anggaran Dievaluasi, Percepatan Program Pagar Alam Jadi Sorotan

Tetapi, dampak jangka panjang dari program semacam ini tetap membutuhkan pengukuran.

Apakah fasilitas dan bantuan yang diberikan mampu meningkatkan pendapatan keluarga? Apakah produk UMKM lokal mendapatkan pasar yang berkelanjutan? Atau kegiatan tersebut masih sebatas menjadi aktivitas pendukung organisasi?

Hingga kini, belum semua pertanyaan tersebut mendapatkan penjelasan rinci dalam informasi kegiatan.

Tantangan Ada pada Keberlanjutan

Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai bagaimana hasil monitoring akan diterjemahkan menjadi kebijakan atau program lanjutan.

Pembinaan dapat menjadi penting apabila menghasilkan perbaikan nyata. Sebaliknya, tanpa tindak lanjut yang terukur, evaluasi berisiko berhenti sebagai agenda rutin.

Dalam konteks pencegahan stunting, misalnya, keberhasilan tidak hanya bergantung pada sosialisasi. Ada faktor pola asuh, asupan gizi, sanitasi, akses layanan kesehatan, kondisi ekonomi keluarga, hingga keterlibatan berbagai pihak.

Begitu pula dengan pemberdayaan UMKM. Pelatihan dan bantuan awal belum tentu otomatis membuat usaha keluarga bertahan dan berkembang.

Karena itu, sinergi pemerintah dengan kader PKK perlu diikuti dengan indikator keberhasilan yang dapat dilihat masyarakat.

Menunggu Bukti di Tingkat Keluarga

Kunjungan Ketua TP PKK Sumsel ke Pagar Alam pada akhirnya membawa pesan tentang pentingnya memperkuat program yang sudah berjalan.

Pemerintah daerah menyatakan dukungan. TP PKK Provinsi mendorong penguatan koordinasi. Bantuan juga diserahkan dan sejumlah fasilitas ditinjau.

Namun, pertanyaan terbesar justru berada setelah kegiatan selesai.

Apakah evaluasi tersebut akan menghasilkan perubahan nyata bagi keluarga di Kota Pagar Alam?

Apakah ketahanan pangan keluarga semakin kuat, UMKM semakin berkembang, dan pencegahan stunting menunjukkan hasil yang terukur?

Hingga kini, jawaban atas pertanyaan tersebut masih membutuhkan pembuktian melalui data dan kondisi masyarakat di lapangan.

Karena pada akhirnya, keberhasilan sebuah program bukan hanya terlihat dari seberapa sering kegiatan digelar, tetapi dari seberapa jauh manfaatnya benar-benar sampai ke rumah-rumah warga. (Hafis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here