
PAGAR ALAM, cimutnews.co.id — Pemerintah Kota Pagar Alam kembali menggelar pembacaan Surat Yasin dan doa bersama untuk Wali Kota Pagar Alam H. Ludi Oliansyah, Ketua TP PKK Hj. Hera Parianti Ludi, serta seluruh jamaah haji asal Kota Pagar Alam yang saat ini masih berada di Arab Saudi.
Kegiatan yang berlangsung di Griya Rumah Dinas Wali Kota, kawasan Gunung Gare, Jumat malam (11/06/2026), menjadi bagian dari rangkaian dukungan spiritual menjelang kepulangan para jamaah ke tanah air.
Namun di balik suasana khidmat tersebut, masih tersimpan harapan besar masyarakat yang menantikan kepulangan keluarga, kerabat, dan para jamaah haji dalam keadaan sehat dan selamat.
Berdasarkan informasi yang disampaikan Pemerintah Kota Pagar Alam, Wali Kota H. Ludi Oliansyah bersama Ketua TP PKK dan rombongan jamaah haji dijadwalkan tiba kembali di Kota Pagar Alam pada Minggu pagi, 21 Juni 2026 mendatang.
Kegiatan doa bersama tersebut dihadiri jajaran pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta warga yang ikut memanjatkan doa demi kelancaran perjalanan pulang jamaah haji.
Dalam kesempatan itu, Pemerintah Kota Pagar Alam menyampaikan harapan agar seluruh jamaah haji selalu diberikan kesehatan jasmani dan rohani selama menjalankan ibadah hingga kembali ke daerah asal.
Usai pembacaan Yasin dan doa bersama, kegiatan dilanjutkan dengan video conference melalui Zoom Meeting yang menghubungkan langsung jamaah di Kota Pagar Alam dengan Wali Kota H. Ludi Oliansyah yang berada di Madinah, Arab Saudi.
Melalui sambungan virtual tersebut, Wali Kota dan Ketua TP PKK menyapa masyarakat yang hadir di Griya Wali Kota.
Dalam pesannya, H. Ludi Oliansyah menyampaikan rasa terima kasih atas doa yang terus mengalir dari masyarakat dan jajaran Pemerintah Kota Pagar Alam.
“Terime kasih atas do’anye selame ini dari Pemkot maupun masyarakat Kota Pagar Alam, kami do’akah sandi sini semoga gegalenye masyarakat Kota Pagar Alam cepat menyusul pule kesini untuk menunaikah ibadah haji,” ujar Wali Kota.
Meski suasana penuh haru dan doa terus berlangsung, fakta di lapangan menunjukkan bahwa perjalanan ibadah haji masih menjadi impian yang belum mudah diwujudkan bagi sebagian masyarakat.
Biaya penyelenggaraan ibadah haji yang terus menjadi perhatian publik, ditambah antrean keberangkatan yang relatif panjang, membuat tidak semua warga memiliki kesempatan yang sama untuk segera berangkat ke Tanah Suci.
Di sisi lain, kondisi berbeda dirasakan sejumlah keluarga jamaah yang kini masih menunggu kabar kepulangan sanak saudara mereka dari Arab Saudi.
Bagi mereka, rangkaian ibadah belum sepenuhnya selesai sebelum seluruh jamaah tiba kembali dengan selamat di kampung halaman.
Sejumlah warga yang mengikuti kegiatan doa bersama mengaku bersyukur karena pemerintah daerah terus memberikan perhatian kepada jamaah haji asal Pagar Alam.
Menurut warga yang ditemui di sekitar lokasi kegiatan, doa bersama semacam ini tidak hanya menjadi bentuk dukungan spiritual, tetapi juga mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.
Beberapa pihak menilai tradisi tersebut mampu menghadirkan rasa kebersamaan, terutama bagi keluarga jamaah yang saat ini masih menunggu kepulangan anggota keluarganya.
Pelaksanaan doa bersama dan komunikasi virtual dengan jamaah di Arab Saudi menunjukkan upaya pemerintah daerah menjaga kedekatan emosional dengan masyarakat.
Namun demikian, hal ini juga menimbulkan pertanyaan mengenai bagaimana tindak lanjut pelayanan bagi jamaah setelah kembali ke daerah, termasuk kesiapan penyambutan, pendampingan kesehatan, hingga evaluasi pelaksanaan ibadah haji tahun ini.
Belum ada penjelasan rinci terkait agenda penyambutan maupun pelayanan lanjutan yang akan diberikan kepada seluruh jamaah setibanya di Kota Pagar Alam.
Padahal, fase kepulangan juga menjadi bagian penting dalam memastikan kondisi kesehatan dan keselamatan jamaah tetap terjaga.
Hingga kini, kepulangan jamaah haji Kota Pagar Alam masih menjadi perhatian banyak pihak.
Doa dan harapan terus mengalir dari masyarakat agar seluruh jamaah kembali dengan selamat dan membawa keberkahan bagi daerah.
Namun, apakah berbagai bentuk perhatian dan dukungan tersebut akan berlanjut hingga pasca kepulangan jamaah, atau masih menyisakan sejumlah pekerjaan rumah yang belum terjawab? (Hafis)

















