Beranda Palembang Pemkot Palembang Siapkan Distribusi Air Bersih untuk Tiga Kecamatan

Pemkot Palembang Siapkan Distribusi Air Bersih untuk Tiga Kecamatan

16
0
Wali Kota Palembang Ratu Dewa memimpin rapat penanggulangan karhutla, kabut asap, dan kekeringan bersama OPD serta camat se-Kota Palembang. (Foto: Poerba/cimutnews.co.id)

KOTA PALEMBANG, cimutnews.co.id — Pemerintah Kota Palembang menyiapkan langkah penanganan kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), termasuk distribusi air bersih bagi warga di Kecamatan Sukarami, Sematang Borang, dan Jakabaring. Langkah tersebut dibahas dalam rapat penanggulangan karhutla dan kabut asap yang dipimpin Wali Kota Palembang Ratu Dewa, Jumat (21/8/2026).

Rapat tersebut diikuti seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan camat se-Kota Palembang. Ratu Dewa meminta seluruh perangkat daerah tidak hanya melakukan persiapan administratif, tetapi memastikan penanganan dapat segera dilakukan di lapangan.

Menurut Ratu Dewa, optimalisasi posko di tingkat kecamatan menjadi salah satu langkah penting dalam menghadapi kondisi musim kemarau. Pemerintah juga diminta kembali mengecek data dan kondisi wilayah agar persoalan yang muncul dapat segera ditangani.

“Intinya bagaimana optimalisasi posko yang ada di kecamatan serta mengkroscek kembali data yang ada agar bisa diselesaikan dan beres. Kemudian terdapat pula kecamatan yang mengalami kekeringan seperti sulit mendapatkan air bersih,” ujar Ratu Dewa.

Tiga kecamatan yang menjadi perhatian dalam penyediaan air bersih yakni Sukarami, Sematang Borang, dan Jakabaring. Di wilayah tersebut, masyarakat mengalami kesulitan memperoleh sumber air bersih akibat musim kemarau panjang.

Untuk memenuhi kebutuhan warga, Pemkot Palembang akan berkoordinasi dengan PDAM Tirta Musi dan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkimtan). Penyediaan air bersih akan dilakukan menggunakan tangki air yang didistribusikan ke wilayah terdampak.

Pendistribusian air tersebut akan diatur berdasarkan waktu dan kebutuhan masyarakat. Dengan pola tersebut, pemerintah daerah berupaya memastikan bantuan air dapat disalurkan sesuai kondisi masing-masing wilayah.

Selain persoalan kekeringan, rapat juga membahas kesiapsiagaan menghadapi karhutla dan kabut asap. Setiap kecamatan diwajibkan memiliki posko siaga untuk memperkuat koordinasi apabila terjadi kebakaran maupun kondisi yang membutuhkan penanganan cepat.

Baca juga  Sosialisasi Kekerasan Perempuan Digelar, Kesadaran Warga Jadi Sorotan

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (PKP) juga diminta memastikan kendaraan pemadam berada dalam kondisi siap digunakan. Kesiapsiagaan tersebut menjadi bagian dari langkah antisipasi agar penanganan kebakaran dapat dilakukan dengan cepat apabila terjadi kejadian di wilayah Palembang.

Pada sektor kesehatan, puskesmas di setiap kecamatan diminta menyiapkan tabung oksigen untuk mendukung penanganan warga yang membutuhkan pertolongan pernapasan. Pemerintah juga memberikan perhatian terhadap anak sekolah dan kelompok masyarakat yang rentan terhadap dampak kabut asap.

Pemkot Palembang akan membagikan masker kepada masyarakat di setiap kecamatan. Puskesmas juga diminta meningkatkan kesiagaan dalam memberikan pelayanan medis apabila terdapat warga yang mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Ratu Dewa mengatakan, pemerintah telah mengeluarkan imbauan agar sekolah tidak menggelar kegiatan di luar ruangan, termasuk upacara. Imbauan serupa juga diberlakukan bagi aparatur sipil negara (ASN).

“Kami sudah buat imbauan agar tidak melakukan aktivitas di luar kelas seperti upacara dan lainnya termasuk para ASN juga tidak ada kegiatan tersebut,” kata Ratu Dewa.

Pemkot Palembang selanjutnya membahas kemungkinan pengalihan proses belajar mengajar ke sistem daring atau online. Keputusan mengenai kebijakan tersebut akan dibahas bersama Dinas Pendidikan dan perangkat terkait.

Tidak hanya kesehatan dan pendidikan, kondisi kekeringan juga menjadi perhatian pada sektor pertanian. Ratu Dewa meminta Dinas Pertanian berkoordinasi dengan balai di tingkat Provinsi Sumatera Selatan untuk menangani lahan persawahan yang mengalami kekeringan.

Koordinasi tersebut diarahkan agar kondisi lahan pertanian yang mengering tidak menghambat proses penanaman padi oleh petani.

“Semua permasalahan kompleks satu per satu diurai. Dari kesehatan, air bersih, hingga pertanian. Kita selesaikan bersama OPD terkait,” tegasnya.

Rapat tersebut menjadi bagian dari langkah Pemkot Palembang dalam memitigasi dampak kekeringan, karhutla, dan kabut asap. Penanganan diarahkan pada sejumlah kebutuhan utama masyarakat, mulai dari ketersediaan air bersih, kesiapsiagaan pemadam kebakaran, perlindungan kesehatan, pendidikan, hingga kondisi lahan pertanian. (Poerba)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here