Beranda Palembang Sosialisasi Kekerasan Perempuan Digelar, Kesadaran Warga Jadi Sorotan

Sosialisasi Kekerasan Perempuan Digelar, Kesadaran Warga Jadi Sorotan

5
0
Ketua DWP Kota Palembang Ida Royani Aprizal menghadiri sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap perempuan di Ruang Parameswara Setda Palembang.(Foto:Poerba/cimutnews.co.id)

PALEMBANG, cimutnews.co.id – Sosialisasi pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan kembali digelar di Kota Palembang.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Parameswara Setda Kota Palembang, Rabu (29/4/2026), itu dihadiri ratusan anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Palembang.

Namun di tengah gencarnya sosialisasi dan kampanye perlindungan perempuan, muncul pertanyaan yang mulai banyak disorot: mengapa kasus kekerasan terhadap perempuan masih terus terjadi?

Perempuan Disebut Rentan Jadi Korban

Ketua DWP Kota Palembang Ida Royani Aprizal hadir langsung dalam kegiatan tersebut bersama sekitar 200 peserta lainnya.

Sementara itu, Guru Besar Fakultas Syariah dan Hukum UIN Raden Fatah, Profesor RR Rina Antasari, menjadi narasumber utama yang membahas peran perempuan dalam keluarga sekaligus risiko kekerasan yang masih mengintai.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) Kota Palembang, Dewi Isnaini, mengatakan perempuan memegang peranan penting dalam keluarga, namun di sisi lain juga rentan mengalami berbagai bentuk kekerasan.

“Dampaknya tidak hanya fisik, tetapi juga psikologis yang dapat menimbulkan trauma berkepanjangan,” ujarnya.

Menurutnya, penanganan kasus kekerasan membutuhkan keterlibatan banyak pihak secara terpadu.

Namun Fakta di Lapangan Menunjukkan…

Meski sosialisasi rutin dilakukan, berdasarkan temuan di lapangan, sejumlah kasus kekerasan terhadap perempuan diduga masih sulit terungkap secara terbuka.

Sejumlah warga mengaku banyak korban memilih diam karena takut, malu, atau khawatir persoalan keluarga menjadi konsumsi publik.

“Kadang korban tidak berani melapor karena takut dianggap membuka aib keluarga,” ujar salah satu warga Palembang.

Namun fakta di lapangan menunjukkan persoalan kekerasan terhadap perempuan tidak hanya terjadi di ruang publik, tetapi juga diduga banyak terjadi di lingkungan terdekat korban sendiri.

Di sisi lain, kondisi berbeda dirasakan sebagian perempuan yang mulai berani mencari bantuan setelah adanya sosialisasi dan pendampingan dari berbagai pihak.

Baca juga  Kolaborasi Putra Daerah Sumbagsel Didorong Herman Deru untuk Percepat Pembangunan Regional

Sosialisasi Dinilai Belum Cukup

Dinas PPA Kota Palembang menyebut pihaknya memiliki tugas melakukan pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Kegiatan sosialisasi ini juga disebut sejalan dengan program nasional terkait penguatan sumber daya manusia dan kesetaraan gender.

Namun sejumlah pengamat sosial menilai sosialisasi saja belum cukup jika tidak dibarengi penguatan layanan pendampingan dan keberanian korban untuk melapor.

Hal ini menimbulkan pertanyaan: apakah edukasi tentang kekerasan perempuan sudah benar-benar menjangkau masyarakat hingga tingkat keluarga?

Trauma Psikologis Jadi Ancaman Tersembunyi

Selain luka fisik, dampak psikologis akibat kekerasan terhadap perempuan dinilai sering luput dari perhatian.

Berdasarkan temuan di lapangan, sejumlah korban diduga mengalami trauma berkepanjangan, kehilangan rasa percaya diri, hingga gangguan sosial setelah mengalami kekerasan.

Namun tidak semua korban mendapatkan akses pendampingan yang memadai.

Hingga kini, belum semua kasus kekerasan terhadap perempuan dapat terungkap secara terbuka karena masih adanya rasa takut dan tekanan sosial di lingkungan sekitar.

Masyarakat berharap kegiatan sosialisasi seperti ini tidak berhenti pada acara seremonial semata, tetapi benar-benar mampu membangun keberanian korban dan meningkatkan kepedulian lingkungan sekitar.

Apakah upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan di Palembang nantinya mampu menekan angka kasus secara nyata, atau justru persoalan ini masih terus menjadi fenomena yang tersembunyi?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here