Beranda Pagar Alam Pagar Alam Antisipasi Banjir Musim Hujan, Drainase Rawan dan Sampah Jadi Perhatian

Pagar Alam Antisipasi Banjir Musim Hujan, Drainase Rawan dan Sampah Jadi Perhatian

4
0
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdako Pagar Alam Cholmin Heryadi memimpin rapat koordinasi antisipasi banjir dan penanganan sampah di Ruang Rapat Besemah III, Rabu (16/9/2026).(Foto:Hafis/cimutnews.co.id)

PAGAR ALAM, cimutnews.co.id – Pemerintah Kota Pagar Alam memperkuat langkah antisipasi banjir Pagar Alam menjelang musim hujan. Salah satu fokus yang dibahas adalah pembersihan sampah pada saluran drainase di titik-titik yang dinilai rawan mengalami genangan.

Langkah tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdako Pagar Alam, Cholmin Heryadi, di Ruang Rapat Besemah III Sekretariat Daerah Kota Pagar Alam, Rabu (16/9/2026).

Rapat melibatkan sejumlah perangkat daerah, mulai dari Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, BPBD, Dinas PUTR, hingga Camat Pagar Alam Utara dan Camat Pagar Alam.

Antisipasi Banjir Pagar Alam Dimulai dari Saluran Air

Pembahasan tidak berhenti pada penanganan ketika banjir terjadi. Pemerintah kota menempatkan pembersihan drainase sebagai langkah preventif agar aliran air tetap berfungsi ketika curah hujan meningkat.

Sampah yang menumpuk di saluran air dapat menghambat aliran dan memperbesar risiko genangan, terutama ketika hujan turun dalam intensitas tinggi. Karena itu, pembersihan pada titik rawan akan dilakukan secara berkala.

Pembersihan Drainase Dilakukan Berkala

Pemerintah Kota Pagar Alam membahas penanganan sampah di setiap aliran drainase yang berada pada lokasi yang berpotensi mengalami banjir saat musim penghujan.

Pola berkala tersebut penting karena persoalan drainase tidak hanya berkaitan dengan kondisi saluran, tetapi juga dengan aktivitas masyarakat di sekitar jaringan air. Saluran yang telah dibersihkan tetap dapat kembali tersumbat apabila sampah dibuang sembarangan.

Selain pembersihan, pemerintah juga akan memperkuat imbauan kepada masyarakat agar tidak membuang sampah ke sungai maupun saluran air.

Sejumlah OPD Dilibatkan dalam Penanganan

Koordinasi lintas sektor menjadi bagian penting dalam strategi tersebut. Setiap perangkat daerah memiliki fungsi yang berbeda, tetapi saling berkaitan dalam menghadapi potensi banjir.

Baca juga  Kepulangan Jamaah Haji Pagar Alam Sudah Dijadwalkan, Namun Titik Penjemputan Masih Menunggu Kepastian

Instansi yang hadir dalam rapat antara lain:

  • Dinas Lingkungan Hidup;
  • Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan;
  • BPBD;
  • Dinas PUTR;
  • Camat Pagar Alam Utara; dan
  • Camat Pagar Alam.

Keterlibatan lintas OPD menunjukkan bahwa persoalan banjir tidak semata-mata berkaitan dengan pekerjaan teknis drainase. Pengelolaan sampah, kesiapsiagaan kebencanaan, infrastruktur, hingga koordinasi wilayah turut menentukan efektivitas pencegahan.

BMKG Pernah Memetakan Pagar Alam sebagai Wilayah yang Perlu Diwaspadai

Kewaspadaan tersebut memiliki konteks cuaca yang perlu diperhatikan. Dalam prakiraan daerah potensi banjir Sumatera Selatan untuk periode Oktober-Desember 2025, Stasiun Klimatologi Sumatera Selatan BMKG mencantumkan Kecamatan Pagar Alam Utara dalam wilayah yang dipetakan memiliki potensi banjir.

Pemetaan serupa juga muncul dalam prakiraan periode Desember 2025-Februari 2026. Kecamatan Pagar Alam Utara kembali tercantum dalam pemetaan potensi banjir BMKG.

Data tersebut merupakan prakiraan untuk periode sebelumnya, sehingga tidak dapat dianggap sebagai prediksi banjir Pagar Alam untuk September 2026. Namun, catatan tersebut memberikan konteks bahwa kesiapsiagaan menghadapi hujan dan potensi genangan memang membutuhkan perhatian berkelanjutan.

Puncak Hujan di Pagar Alam Pernah Diprediksi Lebih Awal

Dalam prediksi musim hujan 2025/2026, BMKG Stasiun Klimatologi Sumatera Selatan menyebut wilayah Sumatera Selatan bagian selatan, termasuk Pagar Alam, diprediksi mengalami puncak musim hujan pada Oktober.

Artinya, pola kesiapsiagaan yang dibangun sebelum periode hujan intensif menjadi bagian penting dari pengurangan risiko, meskipun kondisi cuaca setiap tahun dapat berbeda.

Sampah Bukan Sekadar Persoalan Kebersihan

Persoalan sampah dalam rapat tersebut memiliki dimensi yang lebih luas daripada kebersihan lingkungan. Ketika sampah masuk ke drainase, sungai, atau saluran pembuangan air, material tersebut berpotensi menjadi penghambat aliran.

Karena itu, pembersihan drainase dan perubahan perilaku membuang sampah perlu berjalan bersamaan. Pemerintah dapat membersihkan saluran, tetapi keberlanjutan fungsi drainase juga sangat bergantung pada perilaku masyarakat setelah saluran kembali bersih.

Baca juga  Posyandu Pagar Alam Diperkuat, Tapi Tantangan PHBS Belum Usai

Pemerintah Kota Pagar Alam sendiri sebelumnya melalui BPBD pernah mengimbau masyarakat tidak membuang sampah ke selokan dan sungai serta mendorong pembersihan saluran air secara rutin sebagai bagian dari pencegahan banjir.

Cholmin: Pencegahan Banjir Bukan Hanya Tanggung Jawab Pemerintah

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdako Pagar Alam, Cholmin Heryadi, menekankan pentingnya kerja bersama dalam menghadapi potensi banjir.

Menurut dia, rapat koordinasi diharapkan membuat seluruh pihak bekerja lebih efektif, baik dalam upaya pencegahan maupun respons ketika terjadi gangguan akibat hujan.

“Dengan dukungan semua pihak kita dapat berkomitmen untuk terus meningkatkan upaya preventif dan responsif guna melindungi warga dari banjir. Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat,” kata Cholmin.

Pernyataan tersebut menempatkan masyarakat sebagai bagian dari sistem mitigasi, bukan sekadar penerima dampak ketika banjir terjadi. (Hafis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here