Beranda Pagar Alam Maulid Nabi di Pagar Alam: Bertha Tekankan Keteladanan Rasulullah dan Ukhuwah

Maulid Nabi di Pagar Alam: Bertha Tekankan Keteladanan Rasulullah dan Ukhuwah

14
0
Wakil Wali Kota Pagar Alam Hj. Bertha menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bertajuk “Menggapai Puncak Kerinduan” di Aula Universitas Lembah Dempo, Minggu (13/9/2026). (Foto: Hafis/cimutnews.co.id)

PAGAR ALAM, cimutnews.co.id — Wakil Wali Kota Pagar Alam Hj. Bertha menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bertajuk “Menggapai Puncak Kerinduan” di Aula Universitas Lembah Dempo (Uniled), Kota Pagar Alam, Minggu (13/9/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Kota Pagar Alam Hj. Jenni Shandiyah dan diisi tausyiah oleh Ummi Syarifah Zainah Binti Al Habib Abu Bakar Al Habsyi. Peringatan Maulid Nabi itu menjadi ruang keagamaan sekaligus momentum memperkuat silaturahmi dan menanamkan kembali keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan masyarakat.

Maulid Nabi Tidak Berhenti pada Seremoni

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW memiliki makna lebih luas ketika nilai yang disampaikan dalam majelis diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pesan tersebut menjadi relevan di tengah kebutuhan masyarakat untuk menjaga hubungan sosial, memperkuat kepedulian, serta membangun kehidupan bersama yang dilandasi sikap saling menghormati.

Bahan kegiatan menyebutkan, momentum Maulid diharapkan dapat meningkatkan kecintaan umat Islam kepada Rasulullah SAW sekaligus mendorong masyarakat meneladani akhlak beliau.

Dengan demikian, ukuran keberhasilan kegiatan keagamaan bukan hanya terletak pada terselenggaranya acara, tetapi juga pada sejauh mana nilai yang disampaikan dapat diterjemahkan menjadi perilaku sosial setelah kegiatan berakhir.

Bertha dan Pemkot Pagar Alam Konsisten Hadiri Kegiatan Keagamaan

Kehadiran Hj. Bertha dalam kegiatan Maulid Nabi di Uniled bukan merupakan satu-satunya agenda keagamaan yang dihadirinya sepanjang 2026.

Dalam beberapa kesempatan sebelumnya, Bertha juga hadir dalam sejumlah peringatan Maulid Nabi di Kota Pagar Alam. Pada 27 Agustus 2026, misalnya, ia menghadiri Maulid Akbar di Masjid Al-Akbar, Kompleks Perkantoran Pemkot Pagar Alam, Gunung Gare. Dalam kegiatan tersebut, Pemkot Pagar Alam juga mendorong masyarakat menjadikan keteladanan Rasulullah sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Baca juga  Herman Deru Dorong Disdukcapil Se-Sumsel Terus Berinovasi: “Data Kependudukan adalah Tulang Punggung Perencanaan”

Beberapa pekan sebelumnya, Bertha juga membuka Majelis Maulid Nabi di Pondok Pesantren Daarul Kutub El-Gontori, Airlaga, Kecamatan Pagar Alam Utara. Kegiatan itu menempatkan penguatan ukhuwah dan pembinaan moral sebagai bagian penting dari kehidupan masyarakat.

Rangkaian tersebut menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan menjadi salah satu ruang interaksi antara pemerintah daerah, tokoh agama, lembaga pendidikan keagamaan dan masyarakat.

Uniled Menjadi Ruang Pertemuan Pendidikan dan Kehidupan Sosial

Pemilihan Aula Universitas Lembah Dempo sebagai lokasi kegiatan juga memberikan konteks tersendiri.

Berdasarkan informasi resmi universitas, Uniled merupakan perguruan tinggi swasta di Pagar Alam yang sebelumnya menaungi STIE dan AMIK Lembah Dempo. Perguruan tinggi tersebut berubah bentuk menjadi Universitas Lembah Dempo pada 5 September 2023 berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nomor 730/E/O/2023.

Uniled juga mencantumkan visi untuk menjadi universitas yang unggul, berkarakter dan berdaya saing global dalam bidang sains, teknologi dan bisnis berbasis kewirausahaan. Artinya, kegiatan yang berlangsung di lingkungan kampus tidak hanya dapat dipandang sebagai agenda seremonial, tetapi juga berada dalam ruang yang berkaitan dengan pembentukan karakter dan pengembangan sumber daya manusia.

Ketika Nilai Agama Bertemu Pendidikan

Pertemuan antara kegiatan keagamaan dan lingkungan pendidikan memiliki arti penting bagi pembentukan karakter generasi muda.

Nilai seperti kejujuran, kepedulian, kesabaran, persaudaraan dan tanggung jawab tidak berhenti sebagai pesan moral. Nilai tersebut dapat menjadi bagian dari perilaku sosial apabila diterapkan secara konsisten dalam lingkungan keluarga, kampus, tempat kerja dan masyarakat.

Karena itu, pesan Maulid Nabi memiliki ruang penerapan yang luas, termasuk dalam membangun budaya sosial yang lebih saling menghargai.

Fenomena Maulid Berulang di Pagar Alam

Penelusuran CimutNews.co.id menunjukkan bahwa agenda Maulid Nabi yang melibatkan Wakil Wali Kota Pagar Alam berlangsung di sejumlah lokasi selama Agustus hingga September 2026.

Baca juga  Lomba Hari Anak Nasional Pagar Alam Diikuti 542 Anak, TK Lantabur dan PAUD Az-Zahra Jadi Juara Umum

Selain kegiatan di Uniled, terdapat agenda Maulid di Masjid Al-Akbar Gunung Gare pada 27 Agustus, Masjid Nurul Iman Kampung Rejosari pada 9 September, serta Masjid Al-Aliyy Dusun Tanjung Payang pada 12 September 2026

Pola tersebut memperlihatkan bahwa peringatan Maulid tidak hanya terpusat pada satu institusi. Kegiatan berlangsung di lingkungan pemerintah, masjid, pesantren hingga institusi pendidikan.

Fenomena ini penting dicermati karena menunjukkan adanya ruang sosial yang mempertemukan pemerintah dan masyarakat melalui kegiatan keagamaan. Dalam konteks pemerintahan daerah, ruang semacam itu dapat menjadi sarana komunikasi sosial yang relatif dekat dengan warga.

Tantangannya Bukan Menggelar Maulid, tetapi Menjaga Pesannya

Hal yang paling penting dari rangkaian kegiatan tersebut justru berada setelah acara selesai.

Peringatan Maulid Nabi dapat menjadi momentum memperkuat persaudaraan apabila nilai yang disampaikan diterjemahkan menjadi tindakan nyata: menjaga hubungan antarwarga, menghormati perbedaan, membantu masyarakat yang membutuhkan dan membangun lingkungan sosial yang lebih peduli.

Dengan kata lain, semakin sering kegiatan keagamaan digelar, semakin besar pula harapan agar nilai yang dibawanya terlihat dalam kehidupan sehari-hari. Di titik inilah kegiatan Maulid memiliki dampak sosial yang lebih panjang dibandingkan sekadar agenda satu hari.

Penguatan Akhlak Menjadi Bagian dari Kehidupan Bermasyarakat

Bagi Pemerintah Kota Pagar Alam, rangkaian peringatan Maulid juga dapat menjadi ruang memperkuat hubungan dengan tokoh agama dan masyarakat.

Kehadiran unsur pemerintah dan pimpinan daerah dalam kegiatan keagamaan menunjukkan adanya perhatian terhadap dimensi sosial dan spiritual masyarakat. Namun, kesinambungan pesan tersebut tetap membutuhkan peran keluarga, lembaga pendidikan, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan dan warga secara bersama-sama.

Pada akhirnya, keteladanan Rasulullah SAW yang diangkat dalam peringatan Maulid bukan hanya berkaitan dengan pengetahuan keagamaan, tetapi juga bagaimana masyarakat membangun kehidupan yang lebih beradab, peduli dan saling menghormati.

Baca juga  Maulid Nabi di Pagar Alam Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kehidupan Sosial Warga

Peringatan “Menggapai Puncak Kerinduan” di Aula Uniled pun menjadi bagian dari rangkaian kegiatan keagamaan di Pagar Alam yang menempatkan Maulid Nabi sebagai momentum memperkuat ukhuwah sekaligus menghidupkan kembali nilai akhlak dalam kehidupan sosial. (hafis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here