Beranda Pagar Alam Posyandu Pagar Alam Diperkuat, Tapi Tantangan PHBS Belum Usai

Posyandu Pagar Alam Diperkuat, Tapi Tantangan PHBS Belum Usai

7
0
Wakil Wali Kota Pagar Alam Hj. Bertha membuka kegiatan pembinaan, pendampingan dan penilaian Posyandu serta kader kesehatan berprestasi di Pagar Agung, Jumat (28/8/2026). (Foto: Hafis/cimutnews.co.id)

PAGAR ALAM, cimutnews.co.id — Pemerintah Kota Pagar Alam kembali menempatkan Posyandu dan kader kesehatan sebagai salah satu ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat. Penguatan tersebut dilakukan melalui pembinaan, pendampingan hingga penilaian Posyandu dan kader kesehatan berprestasi.

Namun, di balik agenda tersebut, ada pertanyaan yang lebih penting: sejauh mana penguatan Posyandu benar-benar dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari?

Pertanyaan itu menjadi relevan karena keberhasilan Posyandu dan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) tidak hanya ditentukan oleh kegiatan seremonial atau hasil penilaian, tetapi juga oleh konsistensi pelayanan dan perubahan perilaku masyarakat di tingkat lingkungan.

Posyandu Jadi Perhatian Pemkot Pagar Alam

Kegiatan Pelaksanaan Pembinaan, Pendampingan dan Penilaian Posyandu serta Kader Posyandu Bidang Kesehatan Berprestasi dan Lomba PHBS Tingkat Provinsi Sumatra Selatan Tahun 2026 digelar di Pagar Agung, Kelurahan Tanjung Agung, Kecamatan Pagar Alam Selatan, Jumat pagi, 28 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut dibuka Wakil Wali Kota Pagar Alam Hj. Bertha bersama Ketua TP PKK Pagar Alam Hj. Hera Parianti Ludi.

Sejumlah pejabat dan unsur terkait turut hadir, di antaranya Asisten I Setdako Pagar Alam, Ketua Dharma Wanita Persatuan, tim penilai lomba kelurahan ber-PHBS, tim penilai Posyandu dan kader bidang kesehatan berprestasi, instansi terkait, camat serta lurah.

Dalam sambutannya, Hj. Bertha menegaskan bahwa kegiatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan Posyandu sekaligus kapasitas para kader.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kita untuk meningkatkan kualitas pengelolaan Posyandu dan kapasitas kader, khususnya dalam memberikan pelayanan di bidang kesehatan.”

Menurutnya, Posyandu bukan sekadar tempat pelayanan kesehatan, melainkan juga ruang pemberdayaan masyarakat.

Karena itu, keberadaan Posyandu dinilai perlu terus diperkuat agar manfaatnya semakin besar dan mampu menjangkau kebutuhan masyarakat.

Baca juga  Kapolda Sumsel Apresiasi Personel Berprestasi, Polres Pagaralam Didorong Terus Jaga Integritas dan Pelayanan Publik

Bukan Sekadar Soal Lomba

Di atas kertas, kegiatan pembinaan dan penilaian dapat menjadi instrumen untuk mendorong peningkatan kualitas Posyandu.

Tetapi fakta di lapangan menunjukkan, tantangan pelayanan kesehatan masyarakat jauh lebih kompleks daripada sekadar memperoleh predikat berprestasi.

Posyandu harus mampu hadir secara konsisten, memiliki kader yang aktif, memberikan pelayanan yang dibutuhkan masyarakat, serta menjadi penghubung antara masyarakat dengan sistem pelayanan kesehatan.

Di sisi lain, penerapan PHBS juga tidak bisa hanya diukur ketika ada penilaian.

Perubahan perilaku seperti menjaga kebersihan lingkungan, membiasakan pola hidup sehat dan meningkatkan kesadaran terhadap kesehatan membutuhkan proses panjang serta keterlibatan masyarakat secara terus-menerus.

Hingga kini, belum semua persoalan kesehatan berbasis lingkungan dapat diselesaikan hanya melalui keberadaan Posyandu.

Di sinilah tantangan sebenarnya berada.

Kader Menjadi Ujung Tombak

Kader Posyandu memiliki posisi penting karena berhadapan langsung dengan masyarakat.

Mereka menjadi salah satu pihak yang dapat mengetahui lebih awal berbagai persoalan kesehatan di lingkungan, sekaligus membantu menyampaikan edukasi dan menghubungkan masyarakat dengan layanan kesehatan.

Pemkot Pagar Alam memberikan apresiasi kepada para kader yang selama ini dinilai telah berkontribusi dalam pelayanan serta mendukung berbagai program kesehatan.

Apresiasi tersebut penting, tetapi keberlanjutan peran kader juga perlu menjadi perhatian.

Mulai dari peningkatan kapasitas, dukungan operasional hingga kesinambungan pembinaan menjadi bagian yang menentukan apakah Posyandu benar-benar mampu berkembang atau hanya aktif ketika ada agenda tertentu.

PHBS Tak Berhenti di Lokasi Penilaian

Hal serupa berlaku untuk program PHBS.

Lomba kelurahan ber-PHBS dapat menjadi pemicu kompetisi positif antarkelurahan. Namun, ukuran keberhasilannya semestinya tidak berhenti pada tampilan lingkungan saat dilakukan penilaian.

Yang lebih penting adalah apakah kebiasaan hidup bersih dan sehat tetap berlangsung setelah kegiatan selesai.

Baca juga  Terungkap Pesan Maulid Pagar Alam, Tapi Tantangan Nyata Masih Ada

Apakah masyarakat tetap menjaga kebersihan lingkungan?

Apakah edukasi kesehatan benar-benar mengubah kebiasaan?

Dan apakah Posyandu mampu mempertahankan kualitas pelayanan secara rutin?

Hal ini menimbulkan pertanyaan yang tidak kalah penting bagi pemerintah daerah maupun masyarakat.

Sebab, keberhasilan pembangunan kesehatan pada akhirnya bukan hanya terlihat dari penghargaan yang diterima, melainkan dari perubahan nyata yang dirasakan masyarakat.

Pekerjaan Rumah Setelah Penilaian

Kegiatan pembinaan dan penilaian Posyandu serta PHBS di Pagar Alam menjadi momentum untuk melihat kembali sejauh mana program kesehatan berbasis masyarakat berjalan.

Pemkot Pagar Alam telah menyampaikan komitmen untuk memperkuat Posyandu dan meningkatkan penerapan PHBS.

Namun, pekerjaan berikutnya justru berada setelah kegiatan tersebut berakhir.

Penguatan kader, kualitas pelayanan, keterlibatan masyarakat dan keberlanjutan perilaku hidup sehat akan menjadi faktor penting untuk membuktikan apakah program tersebut benar-benar menghasilkan perubahan.

Hingga kini, berbagai upaya tersebut masih membutuhkan kesinambungan. (Hafis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here