
PALEMBANG, cimutnews.co.id — Wali Kota Palembang Ratu Dewa meminta seluruh jajaran Pemerintah Kota Palembang tidak hanya menunggu masyarakat datang ke kantor pemerintahan, tetapi aktif turun ke lapangan untuk melihat langsung kondisi dan kebutuhan warga.
Pesan tersebut disampaikan Ratu Dewa saat menghadiri Safari Jumat Pemkot Palembang di Masjid Al-Mu’min, Talang Kelapa, Kecamatan Alang-Alang Lebar, Jumat (18/9/2026). Bagi pemerintah daerah, pendekatan langsung dinilai penting agar pelayanan publik tidak berhenti pada urusan administrasi, tetapi benar-benar menjawab persoalan yang terjadi di lingkungan masyarakat.
Ratu Dewa: Pemerintah Jangan Hanya Menunggu di Kantor
Ratu Dewa mengatakan aparatur pemerintah perlu mengetahui kondisi masyarakat secara langsung. Dengan turun ke lapangan, pemerintah dapat mendengar kebutuhan warga sekaligus melihat persoalan yang mungkin tidak seluruhnya terlihat dari laporan administratif.
“Jangan hanya menunggu masyarakat datang ke kantor. Kita harus turun ke lapangan, melihat langsung kondisi masyarakat dan mendengarkan apa yang menjadi kebutuhan mereka,” kata Ratu Dewa.
Pesan tersebut menempatkan pelayanan publik bukan sekadar persoalan kecepatan mengurus dokumen, melainkan juga kemampuan pemerintah membaca persoalan warga dari dekat.
Pendekatan semacam ini juga sejalan dengan dokumen Rencana Strategis Kecamatan Alang-Alang Lebar 2024–2026. Dalam dokumen tersebut, peningkatan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat diukur melalui Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM), dengan target meningkat dari 90 pada 2024 menjadi 92 pada 2025 dan 93 pada 2026.
Alang-Alang Lebar Hadapi Kebutuhan Warga yang Beragam
Ratu Dewa menyebut Kecamatan Alang-Alang Lebar sebagai salah satu wilayah penting dalam perkembangan Kota Palembang.
Berdasarkan data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, wilayah ini memiliki sekitar 116 ribu penduduk yang tersebar di empat kelurahan, yakni Alang-Alang Lebar, Karya Baru, Srijaya dan Talang Kelapa. Data tersebut menjadi salah satu alasan mengapa kebutuhan pelayanan pemerintah di wilayah tersebut semakin kompleks.
Kebutuhan itu mencakup pelayanan administrasi, kesehatan, pendidikan, infrastruktur, kebersihan lingkungan hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Secara administratif, Kecamatan Alang-Alang Lebar memang memiliki struktur pelayanan tersendiri di bawah Pemerintah Kota Palembang. Pemerintah kecamatan juga memiliki dokumen perencanaan yang secara khusus menempatkan tata kelola pemerintahan dan kualitas pelayanan publik sebagai sasaran pembangunan.
Pelayanan Publik Tak Cukup Hanya Berbasis Administrasi
Ada persoalan yang sering muncul dalam pelayanan pemerintahan: warga mengetahui masalah yang mereka hadapi, sementara pemerintah memperoleh informasi melalui laporan, pengaduan atau dokumen.
Karena itu, turun langsung ke lapangan dapat menjadi cara untuk memperpendek jarak antara informasi administratif dan kondisi nyata di masyarakat.
Dalam konteks Alang-Alang Lebar, kebutuhan tersebut menjadi semakin relevan karena perkembangan kawasan membawa persoalan yang tidak hanya berkaitan dengan dokumen kependudukan, tetapi juga lingkungan, fasilitas publik, akses layanan dasar dan aktivitas ekonomi warga.
Pemerintah Kota Palembang sendiri menyediakan sejumlah kanal pelayanan dan pengaduan. Situs resmi Pemkot Palembang juga memuat informasi layanan serta kanal pengaduan masyarakat sebagai bagian dari sistem pelayanan pemerintah daerah.
Kebersihan Sungai Jadi Tanggung Jawab Bersama
Selain pelayanan publik, Ratu Dewa memberikan perhatian pada persoalan kebersihan lingkungan.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke sungai. Menurutnya, pemerintah dapat membangun sistem, menyediakan fasilitas dan menjalankan pelayanan, tetapi hasilnya tetap membutuhkan kedisiplinan masyarakat.
“Pemerintah terus membangun sistem, menyediakan pelayanan dan fasilitas. Tetapi semua itu tidak akan maksimal tanpa dukungan dan kedisiplinan masyarakat,” ujarnya.
Persoalan ini penting karena pelayanan lingkungan tidak hanya berkaitan dengan keberadaan petugas kebersihan. Perilaku masyarakat, sistem pengangkutan sampah, kondisi saluran air serta pengawasan lingkungan saling berkaitan.
Dengan demikian, pesan mengenai kebersihan yang disampaikan dalam Safari Jumat tidak berdiri sendiri. Ia berkaitan dengan kebutuhan membangun pola pengelolaan lingkungan yang melibatkan pemerintah dan warga secara bersamaan.
Program Keagamaan Tetap Mendapat Perhatian
Dalam kegiatan tersebut, Ratu Dewa juga menyampaikan sejumlah program Pemerintah Kota Palembang di bidang keagamaan.
Program yang disebut antara lain:
- insentif bagi marbot;
- jaminan sosial ketenagakerjaan bagi ustadz dan ustadzah;
- insentif bagi dai dan dai’iyah;
- bantuan hibah bagi rumah ibadah.
Menurut Ratu Dewa, dukungan tersebut diharapkan dapat membantu aktivitas keagamaan di tengah masyarakat.
Kegiatan Safari Jumat juga menjadi ruang pertemuan pemerintah dengan tokoh agama dan masyarakat. Dalam kegiatan yang sama, BAZNAS Kota Palembang turut menyalurkan bantuan berupa sembako dan uang tunai kepada kaum dhuafa di sekitar lokasi.
Tantangan Berikutnya Ada pada Tindak Lanjut
Pesan untuk turun ke lapangan pada dasarnya baru menjadi langkah awal. Ukuran keberhasilannya akan terlihat dari apa yang terjadi setelah pemerintah menemukan persoalan masyarakat.
Jika kunjungan lapangan menghasilkan pemetaan masalah, penanggung jawab, batas waktu penyelesaian dan evaluasi, maka pendekatan tersebut dapat memperkuat kualitas pelayanan. Sebaliknya, apabila berhenti pada kegiatan seremonial, manfaatnya bagi masyarakat akan sulit diukur.
Hal ini menjadi penting karena dokumen perencanaan Kecamatan Alang-Alang Lebar telah menetapkan peningkatan kepuasan masyarakat sebagai salah satu indikator pelayanan. Artinya, keberhasilan pelayanan idealnya tidak hanya dilihat dari berapa banyak kegiatan pemerintah dilakukan, tetapi juga dari bagaimana masyarakat merasakan hasilnya.
Warga Bukan Sekadar Penerima Layanan
Ada satu hal menarik dari arahan Ratu Dewa: masyarakat ditempatkan bukan hanya sebagai penerima layanan, tetapi juga sebagai sumber informasi bagi pemerintah.
Model seperti ini membuat warga menjadi bagian penting dalam proses identifikasi masalah. Pemerintah memperoleh informasi dari lapangan, kemudian perangkat daerah dapat menindaklanjutinya sesuai kewenangan masing-masing.
Dalam wilayah dengan jumlah penduduk sekitar 116 ribu jiwa seperti Alang-Alang Lebar, pendekatan tersebut menjadi semakin relevan karena kebutuhan warga tidak selalu seragam di setiap kelurahan.
Karena itu, keberlanjutan komunikasi antara pemerintah kecamatan, kelurahan dan masyarakat menjadi salah satu faktor penting agar pelayanan publik dapat mengikuti perubahan kebutuhan warga.
Sinergi Pemerintah dan Masyarakat Menjadi Kunci
Ratu Dewa berharap semangat gotong royong antara pemerintah dan masyarakat terus diperkuat.
Pemerintah memiliki kewajiban menyediakan sistem, fasilitas dan pelayanan. Di sisi lain, masyarakat memiliki peran menjaga lingkungan, menyampaikan persoalan dan mendukung berbagai program yang telah dijalankan.
Safari Jumat di Masjid Al-Mu’min akhirnya tidak hanya menjadi agenda silaturahmi pemerintah dengan warga. Pesan utamanya menyentuh persoalan yang lebih luas: bagaimana pelayanan pemerintah tetap dekat dengan masyarakat ketika kebutuhan kawasan terus berkembang.
Bagi Pemerintah Kota Palembang, tantangan berikutnya adalah memastikan arahan tersebut diterjemahkan menjadi kerja nyata di lapangan—mulai dari respons terhadap pengaduan, pemetaan kebutuhan hingga evaluasi kepuasan masyarakat. (Poerba)

















