Beranda Palembang MTs Subulussalam OKI Tampil di Festival Ya Saman 2026, Bertemu Langsung Pencipta...

MTs Subulussalam OKI Tampil di Festival Ya Saman 2026, Bertemu Langsung Pencipta Lagu Kamsul A. Harla

49
0
Penampilan seni tari dan nyanyi dalam Festival Ya Saman 2026 yang diselenggarakan Dinas Pariwisata Sumatera Selatan di Transmart Palembang.(Foto:Asep/cimutnews.co.id)

PALEMBANG, cimutnews.co.id – MTs Subulussalam, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), turut memeriahkan Festival Ya Saman 2026 melalui penampilan tari dan nyanyi di Transmart Palembang, Sumatera Selatan, pada 26–27 September 2026. Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Pariwisata Sumatera Selatan ini menjadi kesempatan bagi para siswa untuk menampilkan bakat seni sekaligus mengenal lebih dekat kekayaan budaya daerah.

Di bawah pembinaan Kepala MTs Subulussalam, Chandra Wiranto, S.Sos., Gr., serta pengawasan pembina dari Kementerian Agama OKI, Dr. H. Ahmad Bermawi, S.Pd., M.Pd., keikutsertaan madrasah tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan seni tradisional kepada generasi muda.

Festival Ya Saman Jadi Ruang Ekspresi Seni Pelajar

Festival Ya Saman yang berlangsung selama dua hari di Transmart Palembang menghadirkan pertunjukan tari dan nyanyi dengan mengangkat kekayaan seni budaya Sumatera Selatan. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Sumatera Selatan sebagai wadah pertunjukan seni dan pengenalan budaya daerah kepada masyarakat.

Partisipasi MTs Subulussalam menunjukkan keterlibatan lembaga pendidikan dalam kegiatan seni dan budaya di luar lingkungan sekolah. Melalui penampilan tersebut, para siswa memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kreativitas, keberanian tampil di depan publik, serta pengalaman berpartisipasi dalam kegiatan kebudayaan.

Keterlibatan pelajar dalam festival seni juga memiliki nilai pendidikan. Selain mengasah kemampuan di bidang tari dan musik, kegiatan semacam ini dapat menumbuhkan rasa percaya diri, kerja sama, kedisiplinan, serta apresiasi terhadap warisan budaya lokal.

Ahmad Bermawi Bersyukur Dapat Bertemu Pencipta Lagu Ya Saman

Salah satu momen berkesan dalam keikutsertaan MTs Subulussalam pada Festival Ya Saman 2026 adalah kesempatan berfoto bersama pencipta lagu Ya Saman, Kamsul Aripudin Harla, yang dikenal dengan nama Kamsul A. Harla atau Karla.

Baca juga  Herman Deru Angkat Kualitas Infrastruktur Sumsel, Kini Masuk 7 Besar Nasional

Dr. H. Ahmad Bermawi, S.Pd., M.Pd., mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan tersebut. Baginya, pertemuan dengan pencipta asli lagu Ya Saman menjadi pengalaman tersendiri di tengah kegiatan festival yang mengangkat seni dan budaya Palembang.

Pertemuan tersebut juga memberikan nilai edukatif bagi generasi muda, khususnya dalam mengenal sosok di balik karya seni yang menjadi bagian dari identitas budaya daerah. Lagu daerah bukan sekadar hiburan, melainkan juga sarana untuk mengenalkan tradisi, bahasa, dan karakter masyarakat kepada generasi penerus.

Peran Madrasah dalam Melestarikan Budaya Daerah

Keikutsertaan MTs Subulussalam dalam festival ini memperlihatkan bagaimana lingkungan pendidikan dapat menjadi ruang pengembangan seni sekaligus pelestarian budaya. Madrasah tidak hanya berperan dalam pembelajaran akademik dan keagamaan, tetapi juga dapat mendorong siswa mengenal dan mencintai kesenian daerah.

Dalam konteks pendidikan, kegiatan seni memberikan pengalaman belajar yang berbeda dari pembelajaran di kelas. Siswa dapat berlatih mengekspresikan diri, membangun kekompakan, menghargai proses latihan, serta memahami pentingnya menjaga warisan budaya.

Festival Ya Saman juga menjadi ruang pertemuan antara pelaku seni, institusi pendidikan, dan masyarakat. Interaksi tersebut berpotensi memperluas apresiasi terhadap seni tradisional sekaligus membuka peluang bagi generasi muda untuk terlibat dalam kegiatan kebudayaan di Sumatera Selatan.

Mengenal Lagu Ya Saman dan Penciptanya

Lagu Ya Saman merupakan salah satu karya yang lekat dengan identitas seni musik Palembang. Pertemuan Ahmad Bermawi dengan Kamsul A. Harla dalam festival tersebut menjadi momen yang bermakna, terutama karena memberikan kesempatan untuk mengenal langsung sosok pencipta lagu yang dibawakan dan diperkenalkan dalam kegiatan seni.

Bagi pelajar, mengenal pencipta sebuah karya dapat memperkaya pemahaman tentang proses kreatif di balik pertunjukan. Pengalaman tersebut juga dapat menjadi pintu masuk untuk mempelajari sejarah, perkembangan, dan nilai-nilai yang terkandung dalam kesenian daerah.

Baca juga  Sekitar 1.000 Warga Palembang Meriahkan HUT ke-81 RI, Kebersamaan Jadi Sorotan

Dari sudut pandang pelestarian budaya, keterlibatan sekolah dalam festival dapat menjadi langkah awal untuk menumbuhkan kecintaan terhadap seni lokal. Apabila kegiatan serupa dilaksanakan secara berkelanjutan, madrasah berpotensi menjadi salah satu ruang pembinaan generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap warisan budaya.

Festival Seni sebagai Sarana Pembinaan Generasi Muda

Partisipasi MTs Subulussalam dalam Festival Ya Saman 2026 memperlihatkan pentingnya sinergi antara lembaga pendidikan dan penyelenggara kegiatan kebudayaan. Festival semacam ini dapat memberikan pengalaman langsung kepada siswa dalam menampilkan kemampuan seni di hadapan masyarakat.

Di sisi lain, keberlanjutan pembinaan seni di sekolah membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, mulai dari kepala madrasah, guru pembimbing, orang tua, hingga instansi terkait. Pembinaan yang terarah dapat membantu siswa mengembangkan bakat sekaligus memahami tanggung jawab dalam menjaga dan menghargai kesenian tradisional.

Keikutsertaan dalam festival juga dapat menjadi bahan evaluasi bagi sekolah untuk mengembangkan kegiatan ekstrakurikuler seni. Pengalaman tampil di ruang publik dapat menjadi motivasi bagi siswa untuk terus berlatih dan meningkatkan kemampuan mereka.

Momen Kebersamaan dan Apresiasi terhadap Budaya Palembang

Festival Ya Saman 2026 menjadi pengalaman tersendiri bagi keluarga besar MTs Subulussalam. Selain menampilkan tari dan nyanyi, kesempatan bertemu langsung dengan Kamsul A. Harla memberikan nilai tambah bagi kegiatan tersebut.

Bagi Ahmad Bermawi, pertemuan dan foto bersama pencipta lagu Ya Saman menjadi momen yang disyukuri. Pengalaman ini sekaligus memperkuat makna kegiatan seni sebagai sarana mempertemukan generasi muda dengan para pelaku dan pencipta karya budaya.

Ke depan, keterlibatan madrasah dalam kegiatan kebudayaan diharapkan dapat terus berkembang, sehingga siswa tidak hanya menjadi penikmat seni, tetapi juga turut berperan dalam menjaga keberlangsungan budaya daerah.

Baca juga  Silaturahmi Idul Adha Menghangat, Harapan Warga ke Pemprov Masih Mengemuka

Partisipasi MTs Subulussalam dalam Festival Ya Saman 2026 menjadi salah satu bentuk keterlibatan dunia pendidikan dalam kegiatan seni di Sumatera Selatan. Melalui ruang ekspresi, pembinaan, dan perjumpaan dengan pelaku seni, generasi muda memiliki kesempatan untuk mengenal serta menghargai kekayaan budaya daerah. (Asep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here