Beranda Ogan Komering Ilir Milad ke-50, MUI OKI Gelar Tasyakuran Bersama Warga Binaan Lapas Kayuagung: Bincang...

Milad ke-50, MUI OKI Gelar Tasyakuran Bersama Warga Binaan Lapas Kayuagung: Bincang Santai Penuh Makna

634
0
kolaborasi antara lembaga keagamaan dan lembaga pemasyarakatan membuka ruang baru bagi pendekatan spiritual dalam proses rehabilitasi sosial.

OGAN KOMERING ILIR, cimutnews.co.id – Dalam rangka memperingati Milad ke-50 Majelis Ulama Indonesia (MUI), MUI Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menggelar kegiatan tasyakuran Bertempat di Masjid Darul Hikmah, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Kayuagung, Jumat (1/8/2025), MUI OKI memilih untuk berbagi makna dan semangat spiritualitas bersama para warga binaan melalui program bertajuk “Bincang Santai Penuh Makna”.

foto bersama rombongan MUI Kabupaten OKI
Acara Tasyakuran Milad ke 50 MUI

Kegiatan ini menjadi wujud nyata peran MUI sebagai lembaga moral-spiritual yang tidak hanya hadir di ruang publik yang terbuka, tetapi juga menyapa mereka yang tengah menjalani masa pembinaan. Acara ini disambut hangat oleh warga binaan yang tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan mulai dari pembacaan Surah Yasin, tausiah, hingga sesi dialog interaktif bersama para ulama.

Kegiatan Spiritual yang Menyentuh Nurani

Ketua MUI Kabupaten OKI, K.H. Muazni Masykur, S.Ag., M.Pd.I, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian syukuran Milad ke-50 MUI yang berdiri sejak 26 Juli 1975. Ia menegaskan bahwa MUI sejak awal dibentuk sebagai wadah silaturahmi para ulama lintas ormas dan latar belakang, yang ingin berkontribusi aktif dalam membangun umat dan menjembatani kolaborasi dengan pemerintah.

“Kami hadir di sini untuk menyampaikan bahwa MUI adalah milik umat. Kami ingin hadir bukan hanya di tengah masyarakat umum, tapi juga di tengah saudara-saudara kami yang sedang menjalani pembinaan. Milad ke-50 ini menjadi momentum untuk menguatkan peran MUI dalam menyebarkan nilai-nilai kebaikan, keteduhan, dan harapan,” ujar Kiai Muazni.

Ia juga menekankan pentingnya membangun spiritualitas yang kuat sebagai pondasi dalam menghadapi masa depan, terutama bagi warga binaan yang tengah berjuang memperbaiki diri dan kembali ke masyarakat.

Apresiasi dari Pihak Lapas

Baca juga  Pemkab - PLN, Target Terangi Seluruh Desa Belum Berlistrik di OKI

Kepala Lapas Kelas IIB Kayuagung, Syaikoni, A.Md.IP., S.H., M.H, yang diwakili oleh Bapak Yusup K, menyampaikan apresiasi dan rasa hormat atas kunjungan serta perhatian MUI OKI terhadap warga binaan.

“Kami mohon maaf karena Bapak Kalapas tidak dapat hadir secara langsung karena ada tugas lain. Namun kami sangat menghargai kehadiran para ulama dari MUI. Semoga kegiatan ini menjadi berkah, dan ke depan MUI semakin jaya serta terus mengayomi umat,” ujar Yusuf.

Dialog Penuh Hikmah, Sambutan Penuh Antusias

Salah satu bagian paling berkesan dari kegiatan ini adalah sesi “Bincang Santai Penuh Makna” yang dimoderatori oleh Ustadz  Mulyadi Wafi, S.Pd.I., M.Pd, dari Komisi Pendidikan MUI OKI. Dalam suasana hangat dan terbuka, warga binaan menyampaikan beragam pertanyaan terkait agama, kehidupan, dan masa depan mereka pasca pembebasan.

Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan tidak hanya menunjukkan keingintahuan, tetapi juga semangat untuk berubah dan memperbaiki diri. Para narasumber dari MUI pun memberikan jawaban yang menyejukkan dan membangun semangat, tanpa menghakimi latar belakang mereka.

“Kami tidak datang untuk menghakimi, kami datang untuk mendengar, memahami, dan bersama-sama menanamkan nilai-nilai hijrah dan harapan,” ungkap Drs. H. Kamaruddin, M.Hum, Wakil Ketua Umum MUI OKI.

Deretan Tokoh MUI Hadirkan Nuansa Penuh Teladan

Hadir dalam rombongan MUI Kabupaten OKI antara lain:

  • K.H. Muazni Masykur, S.Ag., M.Pd.I (Ketua Umum),
  • Drs. H. Kamaruddin, M.Hum (Wakil Ketua Umum),
  • K.H. Shoemari Ustman Al Hafidz, S.Q, (wakil Ketua)
  • Suparjon Alihaq Assabits, S.Pd.I., M.Pd.I (Wakil Ketua),
  • Deni Ibrahim, S.Pd (Komisi Dakwah),
  • Mulyadi Wafi, S.Pd.I., M.Pd (Komisi Pendidikan),
  • H. Ismid, S.Ag., M.M (Komisi Kerukunan Antarumat),
  • Kang Asep Saifullah, S.P (Komisi Informatika dan Media Massa).
Baca juga  BUMDes Simpul Penggerak Ekonomi Desa

Refleksi Milad: Kembali ke Esensi Perjuangan Ulama

Kegiatan tasyakuran ini bukan sekadar peringatan ulang tahun lembaga, namun menjadi refleksi atas perjuangan 50 tahun MUI dalam menjaga akidah, moralitas, serta ketenteraman umat.

“Kami berharap Milad ke-50 ini menjadi titik tolak untuk lebih banyak lagi terjun ke tengah masyarakat, termasuk mereka yang sedang menjalani masa sulit. MUI harus menjadi cahaya harapan dan solusi,” pungkas K.H. Muazni.

Sebagaimana yang ditunjukkan dalam acara ini, kolaborasi antara lembaga keagamaan dan lembaga pemasyarakatan membuka ruang baru bagi pendekatan spiritual dalam proses rehabilitasi sosial.

Penulis: Kang Asep (Komisi Informatika dan Media Massa).
Editor: Redaksi cimutnews.co.id