Beranda Muara Enim Aset Pasar Muara Enim Raib, Pengawasan Jadi Sorotan

Aset Pasar Muara Enim Raib, Pengawasan Jadi Sorotan

5
0
Kondisi lantai 2 Pasar Inpres Muara Enim yang terlihat sepi dan sebagian rusak (Foto:Timred/CN)

Terungkap: Ratusan Rolling Door Hilang, Siapa Bertanggung Jawab?

MUARA ENIM, cimutnews.co.id — Fasilitas publik dibangun dengan anggaran negara untuk kepentingan masyarakat.
Namun di Muara Enim, justru muncul fakta mencengangkan: ratusan aset pasar dilaporkan hilang.
Lalu, bagaimana ini bisa terjadi tanpa terdeteksi?

Pada Selasa (21/4/2026), Bupati Muara Enim, Edison, turun langsung meninjau lantai 2 Gedung A Pasar Inpres Muara Enim.

Temuan di lokasi bukan sekadar kerusakan biasa.

Berdasarkan data UPTD Pasar, sedikitnya 163 rolling door dari total 180 kios serta 24 pintu WC dilaporkan hilang atau rusak.

Janji Penertiban dan Perlindungan Aset Publik

Dalam tinjauan tersebut, Bupati Edison menegaskan pentingnya menjaga aset publik yang berasal dari dana APBD.

Ia meminta adanya investigasi menyeluruh, bahkan tidak menutup kemungkinan adanya dugaan keterlibatan oknum dari dalam.

Kasus ini juga telah dilaporkan ke pihak kepolisian dengan harapan pelaku segera terungkap.

Pemerintah daerah pun menyerukan kepedulian bersama agar masyarakat ikut menjaga fasilitas umum.

Namun Fakta di Lapangan Menunjukkan Celah Besar

Namun fakta di lapangan menunjukkan, hilangnya ratusan fasilitas tersebut diduga tidak terjadi dalam waktu singkat.

Kondisi gedung yang minim pengawasan disebut-sebut menjadi celah utama.

Berdasarkan temuan di lapangan, area lantai 2 pasar terlihat sepi aktivitas, dengan beberapa bagian tampak tidak terawat.

Hal ini menimbulkan pertanyaan: bagaimana aset dalam jumlah besar bisa hilang tanpa pengawasan ketat?

Suara Lapangan: Warga dan Pedagang Mulai Resah

Sejumlah warga mengaku terkejut dengan skala kehilangan yang terjadi.

“Kalau sebanyak itu hilang, berarti sudah lama atau tidak dijaga,” ujar salah satu pedagang yang ditemui di sekitar pasar.

Di sisi lain, kondisi berbeda dirasakan pedagang aktif di lantai bawah yang mengaku khawatir kejadian serupa bisa merembet ke area lain.

Baca juga  Pemkab Muara Enim gelar Upacara Sambut Hari Jadi Kabupaten Muara Enim Ke-77

“Kalau tidak dijaga, bisa saja nanti kios lain ikut jadi sasaran,” kata pedagang lainnya.

Rangkaian Kasus yang Mengundang Tanda Tanya

Kasus ini bukan satu-satunya.

Sebelumnya, pencurian besi pada pintu air kolam retensi di Muara Enim juga terjadi dan diduga berdampak pada berkurangnya fungsi penampungan air.

Akibatnya, banjir sempat melanda wilayah Kecamatan Muara Enim beberapa hari lalu.

Rangkaian kejadian ini memunculkan dugaan adanya pola yang belum terungkap sepenuhnya.

Pengawasan atau Sistem yang Belum Optimal?

Secara umum, kasus hilangnya aset publik dalam jumlah besar biasanya berkaitan dengan lemahnya sistem pengawasan.

Diduga, kombinasi antara minimnya penjagaan fisik dan belum optimalnya sistem kontrol menjadi faktor utama.

Selain itu, belum ada penjelasan rinci terkait mekanisme pengamanan aset di lokasi tersebut.

Dampaknya tidak hanya kerugian material, tetapi juga berpotensi menurunkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan fasilitas umum.

Kasus hilangnya ratusan aset Pasar Inpres Muara Enim kini menjadi sorotan.

Hingga kini, belum semua pihak mengetahui bagaimana peristiwa ini bisa terjadi dalam skala besar.

Apakah investigasi akan mampu mengungkap seluruh fakta, atau justru masih ada sisi lain yang belum terungkap? (Timred/CN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here