Beranda Palembang Bantuan untuk Masjid Mengalir Tapi Pembangunan Belum Sepenuhnya Rampung

Bantuan untuk Masjid Mengalir Tapi Pembangunan Belum Sepenuhnya Rampung

3
0
Wakil Gubernur Sumsel H. Cik Ujang saat melaksanakan Safari Shalat Jumat bersama masyarakat di Masjid Al-Ikhlas Palembang.(Foto:Poerba/cimutnews.co.id)

PALEMBANG, cimutnews.co.id — Safari Shalat Jumat yang dilakukan Wakil Gubernur Sumatera Selatan H. Cik Ujang di Masjid Al-Ikhlas Palembang berlangsung hangat dan penuh kebersamaan.

Namun di balik agenda religius dan penyaluran bantuan tersebut, muncul pertanyaan lain yang ikut menjadi perhatian masyarakat: mengapa sejumlah kebutuhan pembangunan masjid masih terus disampaikan hingga kini?

Hal itu menimbulkan rasa penasaran, apakah bantuan yang diberikan selama ini sudah cukup menjawab kebutuhan fasilitas ibadah masyarakat?

Wakil Gubernur Sumsel H. Cik Ujang melaksanakan Safari Shalat Jumat di Masjid Al-Ikhlas Perumdam Kartika, Jalan Kolonel Sulaiman Amin, Kelurahan Baru, Kecamatan Alang-Alang Lebar, Palembang, Jumat (15/5/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Cik Ujang melaksanakan Shalat Jumat berjamaah bersama warga sekaligus menyerahkan bantuan Al-Qur’an dan bantuan keuangan untuk pembangunan masjid.

Ia juga berencana memberikan bantuan hewan kurban berupa seekor sapi menjelang Hari Raya Iduladha.

Menurutnya, agenda Safari Jumat tersebut sebenarnya telah lama dijadwalkan, namun baru terlaksana pada kesempatan kali ini.

Dalam sambutannya, Cik Ujang mengaku bersyukur dapat bertemu langsung dengan masyarakat melalui agenda keagamaan tersebut.

“Alhamdulillah, hari ini kita bisa sama-sama melaksanakan Shalat Jumat berjamaah di Masjid Al-Ikhlas ini,” ujarnya.

Ia juga mengatakan bantuan untuk pembangunan masjid tidak berhenti pada bantuan pribadi semata, tetapi akan dibantu melalui dukungan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

“Ada bantuan Al-Qur’an, ada bantuan keuangan, dan nanti akan menyusul lagi,” katanya.

Agenda Safari Jumat itu disebut sebagai bentuk kedekatan pemerintah dengan masyarakat dan upaya memperkuat nilai keagamaan di tengah kehidupan perkotaan.

Namun fakta di lapangan menunjukkan, masih banyak masjid di kawasan permukiman yang diduga menghadapi persoalan pembangunan dan kebutuhan fasilitas dasar.

Baca juga  Mudik Gratis KA 2026 Hadir di Sumsel, KAI Divre III Ajak Masyarakat Segera Daftar dan Gunakan Kanal Resmi

Berdasarkan temuan di lapangan, sejumlah pengurus masjid di berbagai wilayah Palembang masih mengandalkan bantuan donatur, swadaya warga, hingga proposal ke pemerintah untuk menyelesaikan pembangunan rumah ibadah mereka.

Di sisi lain, kondisi berbeda dirasakan sebagian masyarakat yang berharap perhatian terhadap fasilitas ibadah tidak hanya hadir saat momentum tertentu atau agenda seremonial berlangsung.

Beberapa warga mengaku bantuan memang sangat membantu, namun kebutuhan pembangunan masjid sering kali memerlukan dukungan berkelanjutan, terutama untuk penyelesaian fasilitas penunjang ibadah.

Hal ini menimbulkan pertanyaan, apakah pola bantuan rumah ibadah saat ini sudah cukup merata dan tepat sasaran?

Rahmat, salah satu warga sekitar masjid, mengaku senang dengan kedatangan Wakil Gubernur dan bantuan yang diberikan.

“Kalau ada perhatian dari pemerintah tentu masyarakat senang,” ujarnya.

Namun ia berharap dukungan pembangunan rumah ibadah tidak berhenti pada kunjungan simbolis saja.

“Kadang masjid masih butuh perbaikan bertahun-tahun karena dana terbatas. Jadi masyarakat berharap ada kesinambungan,” katanya.

Sejumlah warga lainnya juga mengaku pembangunan masjid di kawasan permukiman sering berjalan perlahan karena bergantung pada kemampuan jamaah dan donatur.

Fenomena bantuan rumah ibadah menjelang hari besar keagamaan memang kerap menjadi perhatian publik.

Di satu sisi, bantuan pemerintah dan pejabat daerah dinilai mampu mempercepat pembangunan fasilitas ibadah serta mempererat hubungan sosial dengan masyarakat.

Namun di sisi lain, pola bantuan yang bersifat momentum diduga belum sepenuhnya menjawab kebutuhan jangka panjang pengelolaan rumah ibadah, terutama di wilayah padat penduduk.

Kondisi ini membuat banyak pengurus masjid masih bergantung pada sumbangan masyarakat untuk menyelesaikan pembangunan secara bertahap.

Hingga kini, belum semua rumah ibadah memiliki akses dukungan pembangunan yang merata dan berkelanjutan.

Baca juga  SIGUNTANG Pajak Kendaraan Diluncurkan Herman Deru, Dorong Kepatuhan dan PAD Sumsel Meningkat

Safari Jumat Wakil Gubernur Sumsel di Masjid Al-Ikhlas membawa pesan kebersamaan dan dukungan terhadap pembangunan rumah ibadah.

Namun di tengah penyaluran bantuan tersebut, persoalan kebutuhan fasilitas masjid di berbagai wilayah masih menjadi perhatian masyarakat.

Apakah ke depan dukungan pembangunan rumah ibadah akan lebih terstruktur dan merata, atau justru tetap bergantung pada momentum dan bantuan sesaat? (Poerba)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here