Home Penukal Abab Lematang Ilir Baru 10 Bulan Menjabat, Bupati Asgianto Datangkan Ratusan Alsintan untuk Petani PALI

Baru 10 Bulan Menjabat, Bupati Asgianto Datangkan Ratusan Alsintan untuk Petani PALI

33
0
Bupati Asgianto meninjau langsung kedatangan ratusan Alsintan bantuan pemerintah pusat di Lapangan Gelora 10 November Pendopo. (Foto: Edi/cimutnews.co.id)

PALI, cimutnews.co.id – Kinerja Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Asgianto, ST, kembali mencuri perhatian publik. Belum genap setahun memimpin, ratusan unit Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) bantuan Pemerintah Pusat resmi tiba di Kabupaten PALI. Penyerahan dilakukan pada Rabu (24/12/2025) di Lapangan Gelora 10 November Pendopo.

Bantuan Besar, Dampak Besar untuk Pertanian PALI

Kedatangan Alsintan dalam jumlah besar ini menjadi bukti keseriusan pemerintah pusat dalam memperkuat sektor pertanian di PALI—sebuah daerah yang tengah fokus mengakselerasi ketahanan pangan dan peningkatan produksi beras.

Ratusan unit Alsintan tersebut akan dibagikan kepada Brigade Pangan serta kelompok-kelompok tani di lima kecamatan. Dengan tambahan peralatan modern ini, Pemkab PALI optimistis produksi padi dapat terdongkrak secara signifikan.

“Ini bentuk perhatian serius pemerintah pusat kepada PALI. Kami sangat berterima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas bantuan ratusan Alsintan ini. Peralatan ini sangat dibutuhkan petani dan menjadi kunci peningkatan produksi beras,” ujar Bupati Asgianto.

Perjuangan Politik Efektif, Hasil Nyata untuk Petani

Asgianto menegaskan bahwa masuknya bantuan berskala besar ini tak lepas dari kerja politik dan komunikasi intensif yang dibangun Pemkab PALI dengan pemerintah provinsi dan pusat.

Ia mengakui peran banyak pihak, termasuk sang istri, Dwi Septaria, anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan, yang turut mengawal aspirasi petani hingga ke tingkat kementerian.

“Melalui komunikasi yang intens dan perjuangan politik yang sehat, aspirasi masyarakat PALI berhasil sampai ke pemerintah provinsi dan pusat, termasuk kepada Menteri Pertanian Amran Sulaiman,” ujarnya.

Keselarasan kepemimpinan daerah dan dukungan legislatif menjadikan PALI salah satu daerah penerima bantuan Alsintan terbesar di Sumatera Selatan tahun ini.

Pengawasan Ketat: Dilarang Diperdagangkan, Fokus untuk Produktivitas

Untuk memastikan bantuan ini tepat sasaran dan tidak disalahgunakan, Pemkab PALI menggandeng Kepolisian dan Kejaksaan Negeri PALI dalam pengawasan distribusi dan pemanfaatan Alsintan. Bupati Asgianto memberi instruksi tegas agar tidak ada satupun unit yang diperjualbelikan.

Baca juga  Herman Deru Tekankan Keikhlasan Guru sebagai Fondasi Pendidikan Berkualitas pada HUT ke-80 PGRI di OKU Timur

“Alsintan ini harus dimanfaatkan sepenuhnya untuk meningkatkan hasil pertanian, bukan untuk kepentingan pribadi,” tegasnya.

Menurutnya, pengawasan ini penting agar program bantuan pertanian benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi petani dan tidak berubah menjadi komoditas bisnis yang merugikan.

Masuk Program Nasional Cetak Sawah, PALI Bersiap Jadi Lumbung Padi

Selain bantuan Alsintan, PALI juga tercatat sebagai daerah prioritas dalam Program Nasional Cetak Sawah. Tahun 2025 ini, sekitar 200 hektare lahan sawah baru resmi dibuka. Program ini menjadi pijakan penting bagi cita-cita besar PALI sebagai daerah produsen pangan.

Bupati Asgianto bahkan memasang target ambisius untuk tahun 2026: pembukaan hingga 3.000 hektare sawah baru.

“Jika target ini tercapai, PALI siap menjadi salah satu lumbung padi nasional, sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi petani secara signifikan,” jelasnya.

Dengan dukungan Alsintan, pembukaan sawah baru, serta koordinasi lintas kementerian, arah pembangunan pertanian PALI diproyeksikan terus menguat dalam beberapa tahun mendatang.

Lindungi Petani Lewat Kebijakan HET dan Pembelian Panen

Berpihak pada petani tak hanya soal bantuan alat. Pemkab PALI juga menyiapkan kebijakan strategis untuk menjaga stabilitas harga hasil panen.

Mulai 1 Januari 2026, pemerintah daerah akan menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk beras produksi petani PALI. Kebijakan ini bertujuan melindungi petani dari permainan harga di tingkat tengkulak atau pasar.

Tak hanya itu, Pemkab PALI juga memastikan akan membeli sebagian hasil panen petani, yang nantinya diserap untuk kebutuhan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup pemerintah daerah.

Dengan mekanisme ini, petani memiliki pasar yang jelas, harga yang aman, dan jaminan keberlanjutan produksi.

Keberpihakan untuk Kemandirian Pangan dan Ekonomi Daerah

Langkah progresif yang dilakukan Bupati Asgianto dalam 10 bulan kepemimpinannya menegaskan komitmen besar untuk membangun PALI dari sektor pangan.

Baca juga  Eks Bendahara PMI Banyuasin Ditahan, Diduga Korupsi Dana Hibah Rp325 Juta

Dengan strategi terukur, kolaborasi kuat, serta kebijakan berpihak pada petani, sektor pertanian disiapkan menjadi fondasi utama kemandirian ekonomi daerah.

PALI kini tidak hanya meningkatkan produktivitas pangan, tetapi juga memperkuat posisi sebagai salah satu daerah yang siap berkontribusi pada ketahanan pangan nasional.(Edi)