Beranda Palembang Bunda PAUD Palembang Tinjau MPLS TK Negeri Pembina 2, Tekankan Sekolah Ramah...

Bunda PAUD Palembang Tinjau MPLS TK Negeri Pembina 2, Tekankan Sekolah Ramah Anak dan Bebas Bullying

6
0
1. Bunda PAUD Kota Palembang Dewi Sastrani berinteraksi dengan peserta didik baru saat meninjau pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di TK Negeri Pembina 2 Kota Palembang, Senin (13/7/2026). Kegiatan tersebut bertujuan memastikan proses adaptasi anak berlangsung aman, menyenangkan, dan ramah anak. (Foto: Poerba/CimutNews).

PALEMBANG, CimutNews.co.id – Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 resmi dimulai di berbagai daerah, termasuk di satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Momentum awal tahun ajaran ini menjadi tahapan penting dalam membantu anak mengenal lingkungan sekolah, membangun rasa aman, sekaligus menumbuhkan kepercayaan diri sebelum memasuki proses pembelajaran secara penuh.

Di Kota Palembang, pelaksanaan MPLS mendapat perhatian langsung dari Bunda PAUD Kota Palembang, Dewi Sastrani, yang meninjau kegiatan di TK Negeri Pembina 2 Kota Palembang, Senin (13/7/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan proses pengenalan lingkungan sekolah berlangsung sesuai prinsip pendidikan yang ramah anak, inklusif, dan berorientasi pada kebutuhan tumbuh kembang peserta didik usia dini.

Menurut Dewi, pengalaman anak pada hari-hari pertama masuk sekolah akan memberikan kesan yang sangat menentukan terhadap semangat belajar mereka di masa mendatang. Karena itu, MPLS tidak boleh dipandang sebagai kegiatan seremonial semata, melainkan bagian dari proses adaptasi psikologis dan sosial anak.

“Masa pengenalan lingkungan sekolah merupakan langkah awal yang sangat penting dalam membantu anak-anak beradaptasi. Ini adalah momen mereka mengenal guru, teman-teman baru, serta membangun rasa aman, nyaman, dan percaya diri selama berada di sekolah,” ujar Dewi Sastrani.

Pada tahun ajaran baru ini, TK Negeri Pembina 2 Kota Palembang menerima 178 peserta didik baru. Jumlah tersebut menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan pendidikan anak usia dini sekaligus menjadi tanggung jawab besar bagi satuan pendidikan dalam memberikan layanan yang berkualitas.

Dewi menilai setiap anak yang memasuki dunia pendidikan membawa harapan besar bagi masa depan bangsa. Oleh karena itu, lingkungan belajar sejak hari pertama harus mampu mendukung perkembangan karakter, kemampuan sosial, kecerdasan emosional, serta kesiapan akademik anak.

Baca juga  “Singa Mania Gelar Rapat Akbar: Suporter Desak Pembenahan Total Sriwijaya FC di Tengah Ancaman Degradasi”

Pendidikan Anak Usia Dini Menjadi Pondasi Indonesia Emas 2045

Pemerintah pusat menempatkan pembangunan sumber daya manusia sebagai salah satu prioritas nasional dalam RPJMN dan arah pembangunan menuju Indonesia Emas 2045. Pendidikan anak usia dini menjadi fondasi utama karena fase usia dini dikenal sebagai periode emas (golden age), ketika perkembangan otak anak berlangsung sangat pesat dan menentukan kualitas sumber daya manusia pada masa depan.

Berbagai kebijakan pemerintah juga menegaskan pentingnya layanan PAUD yang berkualitas, mulai dari penguatan karakter, peningkatan literasi dasar, pembelajaran yang menyenangkan, hingga perlindungan anak dari kekerasan di lingkungan pendidikan.

Dalam konteks tersebut, pelaksanaan MPLS memiliki fungsi strategis untuk menciptakan transisi yang nyaman bagi anak sekaligus membangun budaya sekolah yang positif sejak hari pertama.

Sekolah Ramah Anak dan Bebas Bullying Menjadi Prioritas

Dewi Sastrani menegaskan bahwa seluruh pemangku kepentingan memiliki tanggung jawab bersama dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman bagi anak.

Guru, tenaga kependidikan, orang tua, pemerintah daerah, hingga masyarakat perlu membangun kolaborasi agar sekolah menjadi tempat yang menyenangkan sekaligus bebas dari segala bentuk kekerasan maupun perundungan.

“Saya mengajak kita semua untuk bersama-sama menciptakan lingkungan belajar yang ramah anak, menyenangkan, aman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan maupun perundungan (bullying),” tegasnya.

Ajakan tersebut sejalan dengan berbagai kebijakan pemerintah mengenai perlindungan peserta didik serta penguatan sekolah ramah anak yang terus didorong di berbagai daerah.

Peran Orang Tua Menentukan Keberhasilan Adaptasi Anak

Selain sekolah, keluarga memegang peran penting dalam mendukung keberhasilan proses adaptasi anak selama memasuki dunia pendidikan.

Dewi mengingatkan bahwa perhatian, pendampingan, komunikasi yang positif, serta kasih sayang dari orang tua akan membantu anak merasa lebih percaya diri ketika menjalani hari-hari pertama di sekolah.

Baca juga  Musdalub PJS Sumsel: Edi Triono dipilih secara Aklamasi Jadi Ketua DPD PJS Sumsel 2025–2030

Menurutnya, pendidikan karakter tidak hanya dibangun di ruang kelas, tetapi juga melalui pola asuh yang konsisten di lingkungan keluarga sehingga proses pembelajaran menjadi lebih efektif.

Ia berharap pengalaman pertama anak selama mengikuti MPLS mampu membangun semangat belajar, keberanian berinteraksi, serta rasa senang datang ke sekolah setiap hari.

Data Nasional Menunjukkan Pentingnya Investasi Pendidikan Anak Usia Dini

Berbagai kajian pendidikan menunjukkan bahwa investasi pada pendidikan anak usia dini memberikan dampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia. Anak yang memperoleh layanan PAUD berkualitas cenderung memiliki kesiapan belajar lebih baik ketika memasuki jenjang sekolah dasar, kemampuan sosial yang lebih berkembang, serta peluang lebih besar untuk menyelesaikan pendidikan pada jenjang berikutnya.

Pemerintah melalui berbagai program transformasi pendidikan juga terus memperkuat kualitas layanan PAUD melalui peningkatan kompetensi guru, penguatan kurikulum berbasis perkembangan anak, serta penyediaan lingkungan belajar yang aman dan inklusif.

Hal tersebut sejalan dengan target pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya tujuan keempat mengenai pendidikan berkualitas yang menjamin akses pendidikan inklusif dan merata bagi seluruh anak.

MPLS Tidak Lagi Sekadar Agenda Awal Tahun

Pelaksanaan MPLS pada jenjang PAUD kini berkembang menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang berpusat pada anak. Pendekatan yang mengedepankan kenyamanan psikologis dinilai mampu mengurangi kecemasan anak saat pertama kali memasuki lingkungan sekolah sehingga proses belajar dapat berlangsung lebih optimal.

Perubahan paradigma tersebut juga menunjukkan bahwa kualitas pendidikan tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari kemampuan sekolah membangun lingkungan yang aman, sehat, dan mendukung perkembangan sosial emosional peserta didik sejak usia dini.

Bagi pemerintah daerah, keberhasilan MPLS dapat menjadi indikator awal kesiapan satuan pendidikan dalam memberikan layanan yang berkualitas. Sekolah yang berhasil menciptakan pengalaman belajar positif pada hari-hari pertama umumnya memiliki tingkat keterlibatan orang tua yang lebih baik serta budaya sekolah yang lebih kondusif.

Baca juga  Dansubdenpom Sekayu Terima Satya Lencana Kesetiaan XXIV dari Presiden Prabowo Subianto

Dalam jangka panjang, investasi terhadap pendidikan anak usia dini dipandang sebagai strategi pembangunan sumber daya manusia yang paling efektif. Fondasi karakter, kemampuan berkomunikasi, disiplin, kreativitas, hingga kemampuan bekerja sama mulai dibentuk sejak anak memasuki PAUD. (Poerba)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here