Beranda OKU Bupati OKU Soroti Kepercayaan Publik di Tengah Program Baznas

Bupati OKU Soroti Kepercayaan Publik di Tengah Program Baznas

6
0
Bupati OKU H Teddy Meilwansyah saat menghadiri Baznas Award 2026 di Pendopo Rumah Dinas Bupati OKU, Rabu (26/8/2026). (Foto: Agus/cimutnews.co.id)

OKU, cimutnews.co.id — Kepercayaan masyarakat menjadi sorotan dalam pelaksanaan Baznas Award 2026 di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU).

Bukan tanpa alasan. Di tengah berbagai program bantuan yang disalurkan, mulai dari beasiswa hingga bantuan rumah layak huni, Bupati OKU H Teddy Meilwansyah justru menekankan satu hal yang dinilai menjadi kunci keberlanjutan Baznas: trust masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Teddy saat menghadiri Baznas Award 2026 di Pendopo Rumah Dinas Bupati OKU, Rabu (26/8/2026).

Kepercayaan Jadi Modal Utama

Dalam kegiatan itu, Baznas OKU menyerahkan sejumlah bantuan dan penghargaan. Di antaranya beasiswa, bantuan rumah layak huni, insentif bagi guru TPA/TPQ, penghargaan Baznas Award, SK Unit Pengumpul Zakat (UPZ), serta penandatanganan nota kesepahaman dengan sejumlah lembaga.

Namun, di balik penyaluran program tersebut, Teddy meminta Baznas tidak hanya fokus pada jumlah bantuan yang diberikan.

Menurutnya, masyarakat perlu mengetahui bagaimana program zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dikelola serta kepada siapa manfaatnya disalurkan.

“Membangun kepercayaan masyarakat memang awalnya sulit untuk sedekah dan infak di Baznas OKU. Oleh sebab itu, saya tekankan Baznas harus bisa memberikan kepercayaan masyarakat,” ujar Teddy.

Teddy meminta seluruh program kerja Baznas disampaikan secara terbuka kepada masyarakat.

Menurutnya, transparansi dapat menjadi fondasi untuk membangun keyakinan publik bahwa dana yang dihimpun benar-benar dikelola untuk kepentingan masyarakat.

“Bagaimana memberi pernyataan ke masyarakat, sampaikan semua program. Kalau sudah terbangun trust dari masyarakat amanlah, insyaallah didukung masyarakat,” katanya.

Bantuan Mulai Disalurkan

Pada kegiatan tersebut, Baznas OKU juga menunjukkan sejumlah program yang telah direalisasikan.

Ketua Baznas OKU Imam Nuryadin mengatakan, melalui program OKU Cerdas, sebanyak 30 siswa dari jenjang SD/MI, SMP/MTs hingga SMA/SMK/MA menerima bantuan beasiswa.

Baca juga  Kasus Pembunuhan Guru P3K di OKU Terungkap: Pelaku Serahkan Diri, Ini Kronologi Lengkapnya

Penerima berasal dari sekolah negeri maupun swasta.

Setiap penerima mendapatkan Rp100.000 per bulan selama satu tahun. Dana tersebut dicairkan setiap tiga bulan.

“Beasiswa diberikan selama setahun penuh. Setiap siswa mendapatkan Rp100.000 per bulan yang dicairkan setiap tiga bulan sekali,” kata Imam.

Jika dihitung selama satu tahun, masing-masing penerima memperoleh total Rp1,2 juta.

Angka tersebut memang tidak besar jika dilihat secara nominal. Namun bagi keluarga yang sedang menghadapi kebutuhan pendidikan anak, bantuan rutin tetap dapat menjadi penyangga pengeluaran rumah tangga.

Ada Bedah Rumah hingga Insentif Guru TPA

Program sosial Baznas OKU tidak berhenti pada sektor pendidikan.

Dalam Baznas Award 2026, bantuan bedah rumah atau rumah layak huni (RLHB) diserahkan kepada Rojali, warga Air Gading, Kecamatan Baturaja Barat.

Bantuan tersebut diarahkan untuk membantu penerima memperoleh hunian yang lebih sehat dan aman bagi keluarga.

Di sisi lain, dukungan juga diberikan kepada tenaga pendidik keagamaan.

Baznas OKU menyalurkan insentif kepada 148 ustadz dan ustadzah yang mengajar di 50 TPA/TPQ di wilayah OKU.

Program tersebut memperlihatkan bahwa dana ZIS tidak hanya diarahkan untuk bantuan langsung kepada keluarga penerima, tetapi juga menyentuh kegiatan pendidikan keagamaan di tingkat masyarakat.

39 Penerima Baznas Award dan 14 UPZ

Rangkaian kegiatan juga diisi dengan pemberian Baznas Award kepada 39 lembaga, perusahaan, BUMN, perbankan, dan perorangan yang dinilai aktif mendukung program ZIS.

Selain itu, Baznas OKU menyerahkan SK Unit Pengumpul Zakat (UPZ) kepada 14 instansi.

Kerja sama kelembagaan juga diperkuat melalui penandatanganan MoU bersama Kementerian Agama (Kemenag), Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKU.

Langkah tersebut berpotensi memperluas jaringan pengumpulan sekaligus penyaluran zakat di Kabupaten OKU.

Baca juga  Polres OKU Selatan Raih Penghargaan dari PJS atas Dedikasi Jaga Kamtibmas dan Perangi Hoaks

Tetapi semakin luas jaringan tersebut, semakin besar pula kebutuhan terhadap tata kelola yang mudah dipahami publik.

Namun Fakta di Lapangan Menyisakan Pertanyaan

Pernyataan Bupati OKU mengenai pentingnya trust menjadi menarik karena kepercayaan publik terhadap lembaga pengelola dana masyarakat tidak hanya dibangun melalui seremoni penyerahan bantuan.

Masyarakat juga membutuhkan informasi mengenai bagaimana dana dihimpun, berapa jumlah yang terkumpul, bagaimana prioritas penerima ditentukan, serta sejauh mana program tersebut memberikan dampak.

Namun fakta di lapangan menunjukkan, informasi mengenai program bantuan saja belum otomatis menjawab seluruh kebutuhan publik terhadap transparansi pengelolaan ZIS.

Di sisi lain, Baznas memiliki tantangan untuk membuat informasi tersebut mudah diakses masyarakat, bukan hanya diketahui oleh penerima bantuan atau pihak yang hadir dalam kegiatan resmi.

Hal ini menimbulkan pertanyaan: sejauh mana keterbukaan program dan laporan pengelolaan ZIS telah dapat menjangkau masyarakat OKU secara lebih luas?

Transparansi Menjadi Pekerjaan Berikutnya

Pesan Teddy pada dasarnya menempatkan transparansi sebagai bagian penting dari keberlanjutan program Baznas.

Sebab, bantuan yang diterima masyarakat merupakan hasil dari kepercayaan pihak yang menunaikan zakat, infak, maupun sedekah.

Ketika kepercayaan meningkat, potensi partisipasi masyarakat juga dapat semakin besar. Sebaliknya, informasi yang minim berpotensi membuat masyarakat kesulitan menilai sejauh mana dana yang mereka titipkan telah memberikan manfaat.

Karena itu, penguatan UPZ di berbagai instansi sebagaimana didorong Bupati OKU bukan hanya persoalan memperluas titik pengumpulan zakat.

Ada pekerjaan lain yang tidak kalah penting: memastikan seluruh proses pengumpulan dan penyaluran dapat dipahami dan dipertanggungjawabkan kepada publik.

Hingga kini, belum semua pertanyaan mengenai tata kelola ZIS tersebut terjawab secara rinci dalam kegiatan Baznas Award 2026.

Baca juga  Bupati OKU Sampaikan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025 ke DPRD, Awal Penguatan Akuntabilitas dan Transparansi Keuangan Daerah

Ke depan, perhatian publik bukan hanya pada berapa banyak bantuan yang disalurkan, tetapi juga bagaimana kepercayaan itu dijaga, diperluas, dan dibuktikan melalui keterbukaan informasi.

Pertanyaan besarnya: apakah berbagai program Baznas OKU tersebut akan mampu memperkuat kepercayaan masyarakat secara berkelanjutan, atau masih ada pekerjaan rumah transparansi yang perlu dibenahi?

CimutNews akan terus mengikuti perkembangan pengelolaan program sosial dan dampaknya bagi masyarakat OKU. (Agus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here