
Lempuing Jaya OKI, cimutnews.co.id — Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) IAIN Ash-Shiddiqiyah melalui Kementerian Pendidikan menggelar Forum Group Discussion (FGD) bertema “Hak dan Kewajiban Mahasiswa”. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai ruang edukasi dan dialog terbuka untuk memperkuat literasi akademik mahasiswa mengenai peran, tanggung jawab, serta posisi strategis mereka dalam lingkungan kampus.(20/11/2025)
FGD dibuka oleh Ketua Kementerian Pendidikan DEMA IAIN Ash-Shiddiqiyah, Peni Revaldo, yang menegaskan bahwa pemahaman tentang hak dan kewajiban merupakan fondasi penting bagi mahasiswa untuk berkembang secara ideal. Ia menilai mahasiswa bukan hanya penerima layanan pendidikan, tetapi juga subjek aktif yang berperan menjaga marwah dan kualitas kehidupan akademik kampus.
“Pemahaman terkait hak dan kewajiban adalah dasar agar mahasiswa mampu berproses secara kritis, bertanggung jawab, dan terarah. Mahasiswa harus menjadi bagian aktif dalam mewujudkan budaya akademik yang berkualitas,” ujar Peni.
Presiden Mahasiswa IAIN Ash-Shiddiqiyah, Setiawan Jhordy, menambahkan bahwa FGD ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran mahasiswa tentang budaya akademik yang sehat dan progresif. Menurutnya, keseimbangan antara hak dan kewajiban akan mendorong terciptanya iklim belajar yang produktif.
“FGD ini menjadi ruang refleksi agar mahasiswa memahami bahwa hak dan kewajiban harus berjalan seiring. Dengan begitu, kapasitas mahasiswa sebagai agen perubahan akan semakin kuat,” ungkap Jhordy.
Sementara itu, Wakil Presiden Mahasiswa, Nilla Rojana, menekankan pentingnya kolaborasi antara organisasi mahasiswa dan pihak kampus dalam membangun ekosistem pendidikan yang inklusif. Ia menyebut bahwa dinamika akademik akan berjalan lebih baik apabila mahasiswa mampu menyampaikan aspirasi secara konstruktif sembari memenuhi kewajiban sebagai civitas akademika.
FGD menghadirkan Dekan Fakultas Tarbiyah, Ahmad Rojali, M.Pd, sebagai pemateri utama. Dalam pemaparannya, ia mengulas secara komprehensif mengenai regulasi akademik, hak-hak fundamental mahasiswa, serta tanggung jawab normatif yang wajib dijalankan selama proses pendidikan.
Rojali juga mendorong mahasiswa untuk aktif dalam diskusi ilmiah, mengikuti kegiatan akademik, serta menjaga etika sebagai bagian dari integritas akademik. “Mahasiswa harus berani tampil, bertanya, berdiskusi, dan berkontribusi. Literasi akademik adalah modal penting dalam pembentukan karakter ilmiah,” ujarnya.
Diskusi berlangsung dinamis dengan partisipasi aktif para peserta. Erlangga dan Muhammad Sidiq menjadi dua di antara peserta yang menyampaikan pandangan kritis mengenai transparansi informasi akademik dan peningkatan fasilitas kampus sebagai bagian dari pemenuhan hak mahasiswa.
Kegiatan ditutup dengan pesan bahwa penguatan pemahaman mengenai hak dan kewajiban mahasiswa harus dilakukan secara berkelanjutan. Harapannya, kegiatan semacam ini mampu melahirkan mahasiswa yang cerdas, berintegritas, kritis, dan bertanggung jawab dalam menghadapi tantangan dunia akademik modern.
Penulis : Setiawan Jhordy/kontributor cimutnews.co.id

















