
MUARA ENIM, CimutNews.co.id – Eko Mahansen resmi dikukuhkan sebagai Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Muara Enim periode 2025–2030. Pengukuhan berlangsung di Ballroom Hotel Griya Sintesa, Selasa (7/7/2026), disaksikan Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Muara Enim Ir. Hj. Sumarni, M.Si., Ketua DPW PPNI Sumatera Selatan Subhan, S.Kep., S.KM., M.Kes., jajaran tenaga kesehatan, serta tamu undangan.
Pelantikan kepengurusan tersebut menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara organisasi profesi perawat dengan Pemerintah Kabupaten Muara Enim dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat. Salah satu langkah konkret yang telah disepakati ialah penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PPNI dan Dinas Kesehatan Kabupaten Muara Enim untuk mendukung pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Plt. Bupati Muara Enim Sumarni menegaskan bahwa keberadaan organisasi profesi memiliki peran strategis dalam memperkuat sistem pelayanan kesehatan, terutama di tingkat pelayanan primer hingga rumah sakit.
“Kerja sama yang telah dibangun bersama PPNI merupakan bentuk sinergi nyata untuk menyukseskan Program Cek Kesehatan Gratis sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, tantangan sektor kesehatan saat ini tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan fasilitas, tetapi juga kualitas sumber daya manusia kesehatan yang profesional, adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, serta mampu memberikan pelayanan yang humanis.
Karena itu, pemerintah daerah berharap seluruh perawat di Kabupaten Muara Enim terus meningkatkan kompetensi, menjaga profesionalisme, serta menjunjung tinggi kode etik profesi dalam memberikan pelayanan yang ramah, cepat, dan penuh empati kepada masyarakat.
Sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kualitas tenaga kesehatan, Pemerintah Kabupaten Muara Enim juga membuka peluang pemberian beasiswa pendidikan lanjutan bagi para perawat yang memenuhi persyaratan sehingga kapasitas SDM kesehatan dapat terus berkembang.
Lebih dari 1.600 Perawat Siap Mendukung Program Pemerintah
Ketua DPD PPNI Kabupaten Muara Enim Eko Mahansen menyampaikan bahwa saat ini terdapat 1.637 perawat teregister yang tersebar di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan, mulai dari rumah sakit, puskesmas, klinik swasta, hingga fasilitas kesehatan milik TNI dan Polri.
Menurutnya, jumlah tersebut menjadi modal besar dalam memperkuat pelayanan kesehatan apabila seluruh tenaga keperawatan dapat bergerak dalam satu visi bersama.
“Kami berkomitmen menyatukan satu suara dan satu tekad untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat,” katanya.
Ia juga menegaskan kepengurusan baru akan berfokus pada peningkatan kompetensi anggota, penguatan organisasi profesi, serta mendukung berbagai program kesehatan pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.
Sejalan dengan Transformasi Sistem Kesehatan Nasional
Penguatan organisasi profesi perawat di daerah sejalan dengan arah kebijakan transformasi sistem kesehatan nasional yang menempatkan tenaga kesehatan sebagai salah satu pilar utama pembangunan kesehatan Indonesia.
Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan terus mendorong transformasi layanan primer, penguatan promotif dan preventif, digitalisasi kesehatan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia kesehatan sebagai bagian dari implementasi agenda pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Program Cek Kesehatan Gratis yang mulai diperluas di berbagai daerah juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan deteksi dini penyakit tidak menular, memperkuat budaya hidup sehat, serta menekan beban pembiayaan kesehatan di masa mendatang.
Di tingkat daerah, keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada keterlibatan tenaga kesehatan, termasuk perawat yang menjadi garda terdepan dalam pelayanan langsung kepada masyarakat.
Perawat Memegang Peran Strategis di Layanan Primer
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, tenaga keperawatan merupakan kelompok profesi kesehatan dengan jumlah terbesar di Indonesia dan menjadi ujung tombak pelayanan di puskesmas, rumah sakit, maupun pelayanan kesehatan komunitas.
Perawat tidak hanya menjalankan tindakan keperawatan, tetapi juga berperan dalam edukasi kesehatan, pendampingan pasien, promosi kesehatan, pencegahan penyakit, hingga pemantauan kondisi masyarakat melalui pelayanan berbasis komunitas.
Dengan jumlah anggota PPNI Muara Enim yang mencapai lebih dari 1.600 orang, organisasi tersebut memiliki potensi besar dalam mendukung percepatan berbagai program kesehatan pemerintah, termasuk penurunan angka penyakit tidak menular, peningkatan cakupan skrining kesehatan, serta edukasi perilaku hidup bersih dan sehat.
Kolaborasi Organisasi Profesi Menjadi Kunci Penguatan Layanan
Kolaborasi antara pemerintah daerah dengan organisasi profesi seperti PPNI menunjukkan pendekatan pembangunan kesehatan yang semakin berbasis kemitraan. Pemerintah tidak hanya berfokus pada pembangunan sarana dan prasarana, tetapi juga memperkuat kapasitas sumber daya manusia sebagai fondasi pelayanan publik.
Dalam jangka pendek, sinergi tersebut berpotensi meningkatkan cakupan layanan preventif melalui Program Cek Kesehatan Gratis, memperluas edukasi kesehatan masyarakat, serta mempercepat deteksi dini berbagai penyakit.
Sementara dalam jangka panjang, peningkatan kompetensi perawat melalui pendidikan lanjutan dan pelatihan berkelanjutan dapat memperbaiki mutu pelayanan kesehatan, meningkatkan keselamatan pasien, serta memperkuat ketahanan sistem kesehatan daerah menghadapi tantangan epidemi maupun perubahan pola penyakit.
Keberhasilan program ini juga akan bergantung pada kesinambungan pembinaan organisasi profesi, dukungan anggaran pemerintah daerah, serta komitmen seluruh tenaga kesehatan untuk menjaga standar pelayanan sesuai regulasi dan kode etik profesi. (Eko)

















