Beranda Palembang Fakta di Lapangan: Investasi Green SM Disambut, Tapi SPKLU dan Kesiapan Operasional...

Fakta di Lapangan: Investasi Green SM Disambut, Tapi SPKLU dan Kesiapan Operasional Belum Terjawab

10
0
Pemerintah Kota Palembang menerima rencana investasi Green SM yang akan menghadirkan 200 armada taksi listrik di Kota Palembang. (Foto: PoerbaICimutNews)

PALEMBANG, cimutnews.co.id — Rencana masuknya perusahaan transportasi berbasis kendaraan listrik asal Vietnam, Green SM, ke Kota Palembang membawa harapan baru bagi pengembangan transportasi ramah lingkungan. Sebanyak 200 armada taksi listrik disiapkan untuk melayani sekitar 1,8 juta penduduk di ibu kota Provinsi Sumatera Selatan tersebut.

Namun, di balik optimisme investasi yang ditawarkan, masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan sebelum armada benar-benar beroperasi di jalanan Palembang.

Lalu, apakah kehadiran taksi listrik ini akan langsung menjadi solusi transportasi modern, atau justru menghadapi tantangan baru terkait kesiapan infrastruktur dan regulasi?

Pemerintah Kota Palembang memastikan investasi Green SM disambut positif. Meski demikian, seluruh proses administrasi dan aspek keselamatan menjadi syarat mutlak yang tidak bisa ditawar.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Palembang, Isnaini Madani, menegaskan bahwa investasi tersebut memiliki nilai strategis bagi daerah. Namun menurutnya, kendaraan listrik memiliki karakteristik berbeda dibanding kendaraan berbahan bakar konvensional sehingga memerlukan mitigasi risiko yang matang.

Seluruh armada, kata dia, wajib memenuhi persyaratan teknis, termasuk lulus uji KIR sebelum mulai beroperasi melayani masyarakat.

Selain aspek keselamatan, Pemerintah Kota Palembang juga meminta perusahaan menyiapkan seluruh kebutuhan operasional secara mandiri, mulai dari pool kendaraan hingga Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

Menurut pemerintah, penyediaan fasilitas tersebut penting agar operasional Green SM tidak bergantung pada fasilitas publik yang sudah ada.

Plt Kepala Dinas Perhubungan Kota Palembang, Heriyanto, membenarkan bahwa perusahaan telah mengajukan izin operasional dan saat ini proses administrasi masih berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Ia menilai keberadaan armada baru tersebut nantinya dapat melengkapi sistem transportasi publik Palembang yang selama ini telah didukung berbagai moda, mulai dari LRT, Bus Rapid Transit (BRT), angkutan feeder, transportasi sungai hingga layanan taksi konvensional.

Baca juga  Edi Triono Terpilih Aklamasi Pimpin DPD PJS Sumsel 2025–2030, Tegaskan Komitmen Jaga Marwah Jurnalisme Siber

Infrastruktur Jadi Tantangan Berikutnya

Namun fakta di lapangan menunjukkan, pengembangan kendaraan listrik tidak hanya bergantung pada jumlah armada yang tersedia.

Ketersediaan SPKLU, kesiapan jaringan listrik, sistem perawatan kendaraan, hingga dukungan teknisi yang memahami teknologi kendaraan listrik menjadi bagian penting yang menentukan keberhasilan layanan tersebut.

Di sejumlah kota besar yang lebih dahulu mengoperasikan kendaraan listrik, pembangunan ekosistem pendukung dilakukan secara bertahap agar operasional armada tidak mengalami hambatan.

Palembang sendiri memang mulai bergerak menuju konsep transportasi rendah emisi. Namun kebutuhan fasilitas pengisian daya yang tersebar merata masih menjadi tantangan yang perlu terus diperkuat apabila jumlah kendaraan listrik terus bertambah.

Harapan Baru, Persaingan Baru

Masuknya Green SM diperkirakan juga akan menambah pilihan transportasi bagi masyarakat.

Di sisi lain, kondisi berbeda dirasakan sebagian pelaku transportasi konvensional yang selama beberapa tahun terakhir menghadapi persaingan ketat dengan layanan transportasi berbasis aplikasi.

Sejumlah pengemudi transportasi daring menilai hadirnya pemain baru berpotensi memperketat kompetisi di sektor jasa angkutan penumpang. Meski demikian, sebagian lainnya menganggap persaingan akan mendorong peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Hingga kini, belum semua informasi mengenai pola operasional, tarif layanan, jumlah pengemudi lokal yang akan direkrut maupun skema investasi Green SM di Palembang dipublikasikan secara rinci.

Investasi Ramah Lingkungan Perlu Diimbangi Kesiapan Daerah

Masuknya investasi kendaraan listrik sejalan dengan tren nasional dalam mendorong penggunaan energi yang lebih bersih dan mengurangi emisi karbon dari sektor transportasi.

Namun transformasi tersebut tidak hanya bergantung pada investasi perusahaan, melainkan juga kesiapan pemerintah daerah, infrastruktur pendukung, regulasi, hingga penerimaan masyarakat sebagai pengguna layanan.

Hal ini menimbulkan pertanyaan, apakah Palembang sudah memiliki ekosistem kendaraan listrik yang cukup matang untuk mendukung operasional ratusan armada baru, atau masih membutuhkan percepatan pembangunan fasilitas pendukung dalam beberapa tahun ke depan.

Baca juga  Gebyar UMKM dan Job Fair Membara 2025 Resmi Dibuka Gubernur Sumsel: Dorong Ekonomi, Serap Ribuan Tenaga Kerja

Untuk saat ini, Pemerintah Kota Palembang menegaskan seluruh proses perizinan akan tetap berjalan sesuai regulasi sebelum Green SM resmi mengaspal di jalanan kota.

Hingga kini, proses tersebut masih berlangsung. Kehadiran transportasi listrik memang membawa harapan baru bagi mobilitas perkotaan, tetapi keberhasilannya nantinya akan sangat ditentukan oleh kesiapan ekosistem secara menyeluruh, bukan sekadar jumlah armada yang dihadirkan. (Poerba)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here