
Palembang, cimutnews.co.id —Pemerintah Kota Palembang memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap aman menjelang Idul Adha 1447 Hijriah.
Namun di tengah klaim stok pangan mencukupi hingga akhir tahun 2026, kenaikan harga cabai mulai dirasakan warga di sejumlah pasar tradisional.
Hal ini menimbulkan pertanyaan, apakah stabilitas pangan benar-benar sepenuhnya aman di lapangan?
Sekretaris Daerah Kota Palembang, Aprizal Hasyim, menyampaikan langsung komitmen tersebut saat melakukan peninjauan di Pasar Km 5 Palembang.
Dalam kunjungannya, pemerintah menegaskan pengawasan pangan terus diperketat, terutama menjelang meningkatnya kebutuhan masyarakat saat Idul Adha.
Menurut Aprizal, hasil pemeriksaan dari Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan terhadap sampel bahan pangan menunjukkan kondisi yang aman dikonsumsi masyarakat.
Sebanyak 21 sampel pangan diperiksa dan tidak ditemukan kandungan berbahaya seperti boraks maupun zat kimia lain yang diduga dapat membahayakan kesehatan.
“Ini menjadi kabar baik bagi masyarakat yang sedang mempersiapkan kebutuhan rumah tangga menjelang hari raya,” ujarnya.
Selain pengawasan keamanan pangan, Pemkot Palembang juga memastikan distribusi bahan pokok tetap berjalan normal.
Koordinasi dengan Perum Bulog disebut telah dilakukan untuk menjaga pasokan beras tetap aman.
Pemerintah bahkan mengklaim stok beras di Palembang mencapai sekitar 120 ribu ton dan dipastikan cukup hingga akhir Desember 2026.
Namun fakta di lapangan menunjukkan situasi tidak sepenuhnya tanpa tekanan.
Berdasarkan pantauan di sejumlah lapak pasar tradisional, harga cabai mulai mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir.
Sejumlah pedagang mengaku lonjakan harga memang belum terlalu tinggi, tetapi sudah mulai memengaruhi pola belanja masyarakat.
“Pembeli tetap ada, tapi banyak yang mulai mengurangi jumlah belanja cabai,” ujar salah satu pedagang di kawasan Pasar Km 5.
Di sisi lain, kondisi berbeda dirasakan sebagian warga yang mulai khawatir harga kebutuhan dapur perlahan naik mendekati hari raya.
Seorang ibu rumah tangga mengaku beberapa bahan pokok memang masih stabil, namun cabai dan beberapa komoditas segar mulai bergerak naik dibanding pekan sebelumnya.
Meski aktivitas perdagangan masih terpantau normal, perubahan harga komoditas tertentu dinilai menjadi sinyal yang perlu diantisipasi lebih awal.
Pengamat pasar menilai kondisi seperti ini kerap terjadi menjelang hari besar keagamaan akibat meningkatnya permintaan dan distribusi yang mulai padat.
Jika pengawasan distribusi tidak konsisten, kenaikan harga dikhawatirkan dapat meluas ke komoditas lain.
Selain soal pangan, Pemkot Palembang juga mulai memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban yang kini mulai banyak diperjualbelikan di berbagai titik kota.
Langkah ini dilakukan untuk mencegah adanya hewan yang diduga tidak memenuhi standar kesehatan masuk ke pasar kurban masyarakat.
Hingga kini, belum semua titik penjualan hewan kurban mendapatkan pemeriksaan menyeluruh secara terbuka kepada publik.
Kondisi tersebut pun masih menjadi perhatian menjelang Idul Adha.
Apakah stabilitas pangan dan pengawasan hewan kurban benar-benar mampu bertahan hingga puncak hari raya, atau justru muncul persoalan baru di lapangan? (Poerba)

















