
OGAN KOMERING ILIR, cimutnews.co.id – Farewell Trip DEMA IAIN Ash-Shiddiqiyah menjadi penanda berakhirnya masa kepengurusan Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) periode 2025. Kegiatan yang digelar sebagai ajang kebersamaan itu tidak hanya menghadirkan suasana santai, tetapi juga menjadi ruang evaluasi sekaligus refleksi perjalanan organisasi selama satu tahun kepengurusan.
Momentum tersebut dinilai penting karena menjadi bagian dari proses regenerasi organisasi mahasiswa. Selain mempererat hubungan antarpengurus, kegiatan ini juga menjadi simbol kesinambungan kepemimpinan menuju kepengurusan baru yang akan menjalankan program organisasi pada periode 2026.
Farewell Trip Jadi Ruang Refleksi Akhir Kepengurusan
Kegiatan diikuti Pembina DEMA Adi Irawan, S.H., M.H., Presiden Mahasiswa periode 2025 Setiawan Jhordy, Wakil Presiden Mahasiswa Nilla Rojanna, Presiden Mahasiswa periode 2026 Muhammad Muhsinin, serta jajaran pengurus lainnya.
Berbeda dari sekadar agenda penutupan kepengurusan, farewell trip dimanfaatkan sebagai ruang memperkuat silaturahmi sekaligus mengenang dinamika organisasi yang telah dilalui selama satu periode.
Dalam suasana penuh keakraban, para pengurus berbagi pengalaman mengenai tantangan, capaian program kerja, hingga pembelajaran yang diperoleh selama menjalankan amanah organisasi.
Apresiasi untuk Seluruh Pengurus
Presiden Mahasiswa periode 2025, Setiawan Jhordy, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk penghargaan terhadap seluruh pengurus yang telah berkontribusi menjalankan roda organisasi.
Menurutnya, setiap program kerja yang terlaksana merupakan hasil kolaborasi seluruh elemen kepengurusan, bukan kerja individu semata.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mempererat rasa kekeluargaan, memperkuat silaturahmi, sekaligus menjadi ruang refleksi terhadap perjalanan organisasi selama masa kepengurusan. Harapannya, nilai-nilai kebersamaan dan semangat pengabdian yang telah dibangun dapat terus dilanjutkan oleh kepengurusan berikutnya,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberhasilan organisasi mahasiswa tidak hanya diukur dari jumlah kegiatan yang terlaksana, tetapi juga dari soliditas, komitmen, integritas, serta kemampuan seluruh pengurus menjaga amanah yang diberikan mahasiswa.
Pembina DEMA Soroti Pentingnya Konsistensi Organisasi
Pembina DEMA IAIN Ash-Shiddiqiyah, Adi Irawan, S.H., M.H., mengapresiasi kekompakan yang tetap terjaga hingga penghujung masa kepengurusan.
Menurutnya, organisasi mahasiswa merupakan ruang pembelajaran kepemimpinan yang akan memberi dampak jangka panjang bagi mahasiswa ketika memasuki dunia profesional maupun kehidupan bermasyarakat.
Ia berharap komunikasi antarpengurus tetap terjalin meski masa jabatan telah berakhir.
Selain itu, nilai-nilai organisasi seperti tanggung jawab, etika, kolaborasi, dan semangat pengabdian diharapkan terus dipertahankan sehingga organisasi mampu memberikan kontribusi nyata bagi kampus maupun masyarakat.
Estafet Kepemimpinan Berjalan Lancar
Kehadiran Presiden Mahasiswa periode 2026, Muhammad Muhsinin, menjadi simbol berlangsungnya proses regenerasi yang harmonis di lingkungan DEMA IAIN Ash-Shiddiqiyah.
Transisi kepemimpinan yang berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dinilai menjadi modal penting agar program-program strategis yang telah dirancang sebelumnya dapat dilanjutkan tanpa hambatan berarti.
Regenerasi organisasi mahasiswa menjadi salah satu indikator penting keberlanjutan tata kelola organisasi, terutama dalam menjaga kesinambungan program kerja dan kualitas kaderisasi.
Regenerasi Organisasi Menjadi Tantangan Kampus di Indonesia
Berdasarkan berbagai kajian mengenai organisasi kemahasiswaan di perguruan tinggi, regenerasi kepemimpinan sering menjadi tantangan karena adanya pergantian pengurus setiap tahun akademik.
Tidak sedikit organisasi mengalami penurunan kinerja akibat lemahnya proses transfer pengalaman dan dokumentasi program kerja.
Karena itu, kegiatan seperti farewell trip yang dibarengi refleksi organisasi memiliki fungsi lebih luas dibanding sekadar acara perpisahan. Momentum tersebut menjadi media berbagi pengalaman sekaligus menyampaikan nilai-nilai organisasi kepada generasi penerus.
Kebersamaan Menjadi Modal Sosial Organisasi
Dalam jangka pendek, kegiatan refleksi semacam ini mampu memperkuat hubungan emosional antaranggota sehingga proses transisi berlangsung lebih kondusif.
Hal tersebut penting karena pergantian kepengurusan sering kali menjadi fase paling rentan dalam organisasi mahasiswa, terutama terkait keberlanjutan program kerja.
Dalam jangka panjang, budaya organisasi yang dibangun melalui komunikasi terbuka, evaluasi bersama, dan penghargaan terhadap kontribusi anggota akan menciptakan kader-kader yang memiliki kapasitas kepemimpinan lebih matang.
Bagi institusi pendidikan tinggi, organisasi mahasiswa bukan hanya pelaksana kegiatan kemahasiswaan, tetapi juga laboratorium kepemimpinan yang membentuk kemampuan berpikir kritis, kolaborasi, hingga pengambilan keputusan.
Farewell trip sering dipandang sebagai agenda seremonial. Namun, ketika diisi dengan refleksi organisasi dan proses estafet kepemimpinan, kegiatan ini justru menjadi instrumen penting menjaga keberlanjutan organisasi. Organisasi yang mampu mentransfer nilai, pengalaman, dan budaya kerja kepada pengurus baru umumnya memiliki tingkat keberlangsungan program yang lebih baik dibanding organisasi yang hanya berfokus pada pergantian jabatan.
Ke depan, proses regenerasi yang sehat akan menjadi salah satu faktor penentu kualitas organisasi mahasiswa dalam mendukung pengembangan karakter, kepemimpinan, dan pengabdian kepada masyarakat.
Sebagai bagian dari dinamika kemahasiswaan di Kabupaten Ogan Komering Ilir, perkembangan organisasi mahasiswa juga menarik untuk dikaitkan dengan berbagai program pengembangan pendidikan tinggi serta aktivitas kemahasiswaan lainnya yang berlangsung di wilayah tersebut.
Farewell Trip DEMA IAIN Ash-Shiddiqiyah menjadi lebih dari sekadar penutup kepengurusan periode 2025. Kegiatan ini memperlihatkan pentingnya menjaga kebersamaan, memperkuat regenerasi, serta memastikan nilai-nilai organisasi tetap hidup dalam kepemimpinan berikutnya. Dengan estafet kepemimpinan yang berjalan baik, DEMA diharapkan semakin adaptif, progresif, dan mampu memberikan kontribusi yang lebih luas bagi civitas akademika maupun masyarakat. (Asep)

















