
PALI, cimutnews.co.id — Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) kembali menggelar salah satu agenda budaya terbesar tahun ini, Festival Candi Bumi Ayu 2025, yang dibuka secara resmi pada Kamis, 20 November 2025. Berbeda dari tahun sebelumnya, pameran dagang pendukung festival kali ini digelar di dua lokasi sekaligus, yakni Lapangan Gelora Komplek Pertamina Pendopo dan Kawasan Candi Bumi Ayu, Kecamatan Tanah Abang.
Pembukaan berlangsung meriah dan dihadiri hampir seluruh pejabat penting di lingkungan Pemerintah Kabupaten PALI. Hadir langsung Bupati PALI, Asgianto ST, bersama Ketua TP PKK Kabupaten PALI, Dwi Septiani, serta jajaran OPD dan Forkopimda. Kehadiran mereka menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan ekonomi kreatif dan UMKM lokal.
Dua Lokasi Pameran, Ruang Lebih Luas untuk UMKM Tampil Beda
Pameran dagang tahun ini menjadi bagian penting dari rangkaian Festival Candi Bumi Ayu. Dengan memanfaatkan dua titik keramaian strategis, pelaku UMKM mendapat kesempatan lebih besar untuk memperkenalkan produk unggulan mereka kepada masyarakat, wisatawan, maupun investor lokal.
Lapangan Gelora Pendopo menjadi pusat aktivitas ekonomi dengan stand-stand kuliner, kerajinan, hingga produk rumah tangga kreatif. Sementara itu, kawasan Candi Bumi Ayu menghadirkan nuansa budaya yang lebih kuat, memadukan pameran dengan pesona sejarah candi sebagai warisan masa lampau.
Menurut panitia, pembagian dua lokasi ini dirancang untuk meningkatkan pemerataan pengunjung sekaligus menghidupkan dua sentra ekonomi di daerah tersebut.
Bupati PALI: Wadah untuk Mengangkat Produk Lokal ke Level Lebih Tinggi
Dalam sambutannya, Bupati PALI Asgianto ST menyampaikan apresiasi terhadap semangat pelaku usaha lokal yang terus berinovasi. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan visi misi pemerintah daerah untuk memperkuat sektor ekonomi kerakyatan berbasis UMKM.
“Kegiatan ini bukan hanya sekadar pameran, tetapi ruang besar bagi UMKM kita untuk naik kelas. Kami ingin produk lokal semakin dikenal, kompetitif, dan mampu bersaing baik di tingkat regional maupun nasional,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa Festival Candi Bumi Ayu menjadi momentum untuk memperkenalkan layanan-layanan baru dari pemerintah kepada masyarakat, serta memperkuat hubungan antara UMKM dan pembeli.
Ketua TP PKK PALI: UMKM Harus Naik Level dan Berdaya Saing
Ketua TP PKK Kabupaten PALI, Dwi Septiani, yang turut hadir dalam pembukaan, menyampaikan dukungannya terhadap penyelenggaraan pameran dagang ini. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sarana penting dalam menumbuhkan kreativitas, keberanian, dan daya saing pelaku usaha kecil di daerah.
“Tujuan kegiatan ini adalah memberikan ruang bagi pelaku usaha kecil untuk dikenal lebih luas. Kita ingin produk lokal mendapat tempat di hati masyarakat. Pameran ini selaras dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati PALI dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.
Wanita yang juga menjabat sebagai anggota DPRD Provinsi Sumsel itu menambahkan bahwa kegiatan pameran dagang ini bukan hanya sekadar transaksi. Lebih dari itu, ia menyebut kegiatan tersebut menjadi ajang mempererat hubungan baik antara pemerintah dan masyarakat, serta mendorong kolaborasi antar komunitas kreatif.
“Kami mengajak seluruh masyarakat PALI, bahkan dari luar PALI, untuk datang dan meramaikan festival ini. Semakin banyak pengunjung, semakin besar perputaran ekonomi yang berlangsung. Ini akan membantu pelaku UMKM semakin sejahtera,” katanya.
Festival Budaya yang Dorong Ekonomi Kerakyatan
Festival Candi Bumi Ayu tidak hanya menampilkan pameran dagang, tetapi juga menjadi ruang promosi bagi sektor pariwisata PALI. Kawasan Candi Bumi Ayu yang memiliki nilai sejarah tinggi selalu menjadi daya tarik utama setiap tahun.
Perpaduan antara pameran UMKM, pertunjukan seni budaya, dan wisata sejarah diharapkan mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisata ke Kabupaten PALI. Dengan meningkatnya kunjungan, perputaran ekonomi di sektor kuliner, transportasi, akomodasi, hingga kerajinan tangan diprediksi ikut terdongkrak.
Kegiatan tahunan ini juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang pemerintah daerah dalam mengembangkan Kawasan Candi Bumi Ayu sebagai salah satu destinasi wisata unggulan Sumatera Selatan.
Dukungan Penuh Pemerintah untuk UMKM Berkelanjutan
Pemerintah Kabupaten PALI memastikan bahwa pameran dagang bukan hanya kegiatan seremonial. Ke depan, pembinaan UMKM akan terus diperkuat melalui pelatihan, pendampingan, dan pembukaan akses pasar yang lebih luas.
Festival Candi Bumi Ayu 2025 diharapkan menjadi titik awal bagi pelaku usaha untuk lebih percaya diri dalam menciptakan produk inovatif dan berkelanjutan. Pemerintah optimistis bahwa dengan kolaborasi yang baik, UMKM PALI akan mampu menjadi motor penggerak ekonomi daerah.(Sholihin)

















