
PALI, cimutnews.co.id – Adat bukan sekadar warisan turun-temurun. Ia menjadi bahasa hati yang menyatukan masyarakat lintas generasi. Nilai itulah yang terlihat sangat kuat dalam penganugerahan gelar kehormatan adat Mak Raje Bumi Kebon Undang kepada Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, dari tokoh adat dan masyarakat Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).
Penganugerahan gelar ini menjadi salah satu momen paling bersejarah dalam Hari Jadi ke-36 Kecamatan Tanah Abang, yang untuk pertama kalinya dirayakan secara resmi dan penuh khidmat. Perayaan dipusatkan di Halaman Gedung Pentas Seni Kabupaten PALI, Desa Bumiayu, pada Senin (22/12/2025).
Bupati PALI Juga Terima Gelar Kehormatan Adat
Selain Gubernur Sumsel, Bupati PALI Asgianto, ST, turut mendapat kehormatan serupa. Tokoh adat menyematkan gelar Mak Raje Negeri Kebon Undang sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian dan kepemimpinannya di Bumi Serepat Serasan.
Prosesi adat berlangsung hangat dan sarat makna. Para tokoh adat, perwakilan desa, serta masyarakat Tanah Abang menyambut momentum ini sebagai simbol kebersamaan antara pemimpin daerah dan masyarakat adat yang selama ini menjaga nilai kearifan lokal.
Gubernur Berhalangan Hadir, Rombongan Tokoh Adat Datangi Rumah Dinas
Meski tidak dapat menghadiri acara puncak secara langsung karena agenda pelantikan PPPK di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan yang bertepatan dengan peringatan Hari Ibu, Gubernur Herman Deru tetap menunjukkan rasa hormatnya.
Usai pelaksanaan rangkaian Hari Jadi Kecamatan Tanah Abang, rombongan tokoh masyarakat bergerak menuju kediaman Gubernur Sumsel. Rombongan dipimpin oleh Camat Tanah Abang Dadang Afriandi, SH, M.Si, didampingi Ketua TP PKK Kecamatan Tanah Abang, bersama tokoh masyarakat Supran Mastura, SH, Kepala Desa Tanah Abang Jaya M. Bambang Krisna, AR, SH, serta mantan Camat Tanah Abang Junaidi Nurdin.
Kunjungan tersebut bukan sekadar silaturahmi, melainkan membawa amanah adat berupa penyerahan langsung gelar kehormatan Mak Raje Bumi Kebon Undang kepada Gubernur Sumsel.
Sambutan Hangat dari Gubernur Herman Deru
Menurut Supran Mastura, sambutan Gubernur berlangsung penuh kehangatan dan nuansa kekeluargaan. Ia menerima gelar tersebut dengan rasa syukur dan penghargaan yang mendalam.
“Beliau menyampaikan terima kasih yang mendalam. Gubernur merasa sangat terhormat dan bahagia karena telah dianggap sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat Tanah Abang,” ujar Supran.
Gubernur Sumsel juga menyampaikan permohonan maaf karena tidak dapat hadir dalam perayaan Hari Jadi Kecamatan Tanah Abang. Namun ia menegaskan bahwa kesibukan pemerintahan tidak mengurangi rasa kedekatan dan perhatiannya kepada masyarakat.
Janji Gubernur: Awal Tahun Mendatang Berkunjung ke Tanah Abang
Di hadapan rombongan, Gubernur Sumsel memberikan pesan sekaligus janji yang disambut antusias masyarakat Tanah Abang.
“Insya Allah awal tahun kita berkumpul di Tanah Abang, bersama keluarga besar. Insya Allah kita potong kerbau atau sapi,” tuturnya sebagaimana disampaikan Supran.
Pernyataan itu menjadi harapan baru bagi masyarakat Tanah Abang yang merindukan kehadiran langsung seorang pemimpin yang selama ini mereka hormati.
Makna Gelar Adat: Ikatan Batin Antara Pemimpin dan Masyarakat
Penganugerahan gelar adat Mak Raje Bumi Kebon Undang bukanlah sekadar seremonial. Ia merupakan bentuk penegasan bahwa adat tetap hidup dan menjadi jembatan kepercayaan antara pemimpin dan rakyatnya.
Bagi masyarakat Tanah Abang, gelar ini melambangkan bahwa sosok H. Herman Deru kini telah menjadi bagian dari keluarga besar adat Kebon Undang. Tidak hanya dihormati sebagai pemimpin daerah, tetapi juga sebagai figur yang mampu menyatu dengan nilai budaya setempat.
Sebagai daerah dengan kekayaan adat dan sejarah panjang, masyarakat Tanah Abang memandang gelar adat sebagai tanda pengakuan atas kontribusi dan komitmen seorang pemimpin dalam membantu pembangunan wilayah.
Warisan Adat Sebagai Penopang Persatuan
Momentum ini juga mengingatkan bahwa adat dan budaya tetap menjadi penopang nilai persatuan di tengah masyarakat yang majemuk. Tradisi bukan hanya peninggalan leluhur, tetapi pedoman untuk membangun hubungan sosial yang harmonis, saling menghargai, dan saling menjaga.
Penganugerahan gelar adat kepada Gubernur Sumsel diharapkan menjadi awal dari semakin kuatnya hubungan emosional dan komunikasi antara pemerintah daerah dan masyarakat adat di Kecamatan Tanah Abang.
Dengan dukungan dan keharmonisan tersebut, masyarakat berharap pembangunan di PALI dan Sumatera Selatan dapat berjalan lebih cepat, tepat sasaran, dan berpihak pada kebutuhan masyarakat. (Edi)

















