Beranda Ogan Ilir Hilirisasi Singkong Sumsel Diperkuat, Herman Deru Tinjau Pabrik Tapioka di Ogan Ilir...

Hilirisasi Singkong Sumsel Diperkuat, Herman Deru Tinjau Pabrik Tapioka di Ogan Ilir Dorong Industri Mandiri

5
0
Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru meninjau proses produksi tepung tapioka di kawasan industri Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, Kamis (9/7/2026). Peninjauan dilakukan untuk mendorong percepatan hilirisasi komoditas singkong di Sumsel.(Foto:Sandi/cimutnews)

OGAN ILIR, cimutnews.co.id – Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menutup rangkaian kunjungan kerjanya dengan meninjau langsung pabrik pengolahan tepung tapioka di Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, Kamis (9/7/2026). Kunjungan tersebut menjadi penegasan komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dalam mempercepat hilirisasi singkong sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal.

Peninjauan itu dinilai penting karena hilirisasi komoditas pertanian tidak hanya meningkatkan nilai tambah hasil panen petani, tetapi juga membuka peluang investasi, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat daya saing industri daerah di tengah kebijakan efisiensi anggaran nasional.

Hilirisasi Jadi Strategi Mengurangi Ketergantungan pada APBN dan APBD

Selama sekitar 30 menit berada di kawasan pabrik, Herman Deru berkeliling melihat tahapan produksi mulai dari proses pengolahan ubi kayu menjadi pati hingga menghasilkan tepung tapioka berkualitas yang siap dipasarkan.

Menurut Herman Deru, keberadaan industri pengolahan seperti ini merupakan contoh konkret bagaimana daerah dapat membangun kekuatan ekonomi tanpa selalu mengandalkan belanja pemerintah.

“Di tengah efisiensi yang sedang berjalan, masih ada banyak cara agar kita tidak selalu bergantung pada APBN ataupun APBD. Contoh nyata efisiensi dan kemandirian itu bisa kita lihat dari operasional pabrik tapioka ini,” ujarnya.

Pernyataan tersebut mencerminkan arah pembangunan ekonomi Sumatera Selatan yang mulai berfokus pada penguatan sektor produktif melalui investasi dan hilirisasi komoditas unggulan.

Kolaborasi Pentahelix Dinilai Menjadi Kunci Pertumbuhan Industri

Dunia Usaha, Akademisi, dan Peneliti Perlu Dilibatkan

Selain meninjau aktivitas produksi, Gubernur juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mengembangkan industri berbasis pertanian.

Ia menilai berbagai kebutuhan pembangunan yang belum mampu dibiayai melalui APBD dapat diwujudkan melalui kemitraan strategis antara pemerintah, pelaku usaha, perguruan tinggi, hingga lembaga penelitian.

Baca juga  Pasca Rusdi Tahar Mengundurkan Diri, Pengurus PAN OI Ikutan Mundur Massal

“Ini bisa dikerjasamakan secara terpadu dengan melibatkan pihak pengusaha, kalangan akademisi, maupun para peneliti. Sinergi kuat seperti inilah yang akan membuat roda perekonomian kita tetap berjalan kencang,” kata Herman Deru.

Model kolaborasi atau pentahelix tersebut selama ini banyak digunakan dalam pengembangan kawasan industri karena mampu mempercepat inovasi sekaligus memperkuat keberlanjutan investasi.

Industri Tapioka Berpotensi Meningkatkan Nilai Tambah Singkong

Singkong merupakan salah satu komoditas pertanian yang cukup banyak dibudidayakan di berbagai wilayah Sumatera Selatan. Namun selama bertahun-tahun sebagian besar hasil panen masih dijual dalam bentuk bahan baku dengan nilai ekonomi relatif rendah.

Melalui industri pengolahan tapioka, komoditas tersebut memiliki nilai jual yang jauh lebih tinggi karena diolah menjadi bahan baku untuk berbagai sektor, antara lain:

  • Industri makanan dan minuman;
  • Industri kertas;
  • Industri tekstil;
  • Industri farmasi;
  • Industri perekat dan bahan kimia.

Berdasarkan keterangan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, pengembangan hilirisasi menjadi salah satu strategi untuk memperkuat struktur ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Efisiensi Anggaran Mendorong Daerah Lebih Kreatif

Kebijakan efisiensi belanja pemerintah yang diterapkan secara nasional membuat pemerintah daerah dituntut lebih inovatif dalam mencari sumber pertumbuhan ekonomi baru.

Menurut Herman Deru, investasi sektor riil menjadi salah satu solusi agar pembangunan tetap berjalan meskipun ruang fiskal pemerintah lebih terbatas dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.

Ia menilai industri pengolahan berbasis komoditas lokal mampu memberikan efek berganda (multiplier effect), mulai dari penyerapan tenaga kerja, peningkatan permintaan hasil pertanian, hingga tumbuhnya usaha pendukung di sekitar kawasan industri.

Hilirisasi Menjadi Momentum Transformasi Ekonomi Daerah

Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah pusat terus mendorong hilirisasi sebagai strategi meningkatkan nilai tambah sumber daya alam Indonesia. Selama ini kebijakan tersebut lebih banyak dikenal pada sektor pertambangan, namun sebenarnya sektor pertanian juga memiliki peluang yang sama besar.

Baca juga  Puskesmas Kandis Ogan Ilir Luncurkan 6 Inovasi Pelayanan Kesehatan Prima 2026, Tingkatkan Akses dan Kualitas Layanan Masyarakat

Pengembangan industri tapioka menunjukkan bahwa hilirisasi tidak selalu membutuhkan proyek berskala raksasa. Industri berbasis singkong justru memiliki keunggulan karena melibatkan petani lokal secara langsung, sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan hingga tingkat desa.

Apabila model kemitraan seperti yang disampaikan Herman Deru dapat diterapkan secara konsisten, Sumatera Selatan berpotensi membangun rantai pasok industri pangan yang lebih kuat. Dampaknya bukan hanya meningkatkan pendapatan petani, tetapi juga mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku dari luar daerah.

Keberhasilan sebuah pabrik tapioka bukan hanya diukur dari besarnya kapasitas produksi, melainkan dari kemampuannya membangun ekosistem ekonomi lokal. Semakin banyak hasil panen singkong yang terserap industri, semakin stabil pula harga di tingkat petani. Inilah nilai strategis hilirisasi yang sering luput dari perhatian publik.

Menutup kunjungannya, Herman Deru berharap model kolaborasi multipihak tersebut dapat diperluas ke berbagai komoditas unggulan lain di Sumatera Selatan.

Dengan semakin berkembangnya industri pengolahan berbasis potensi lokal, Sumatera Selatan diharapkan mampu memperkuat daya saing ekonomi daerah, menarik investasi baru, sekaligus menciptakan pertumbuhan yang lebih berkelanjutan di tengah dinamika ekonomi nasional.

Bagi pembaca yang mengikuti perkembangan ekonomi daerah, CimutNews.co.id juga akan menghadirkan laporan mengenai investasi industri, hilirisasi komoditas, dan kebijakan pembangunan Sumatera Selatan sebagai bagian dari liputan ekonomi regional. (Sandi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here