Beranda Palembang Antrean Tiket Konser Ricuh, Kesiapan Promotor HS Dipertanyakan

Antrean Tiket Konser Ricuh, Kesiapan Promotor HS Dipertanyakan

6
0
Ribuan calon penonton memadati lokasi penukaran tiket konser di Palembang hingga terjadi antrean panjang dan saling dorong. (foto: Poerba/cimutnews.co.id)

PALEMBANG, cimutnews.co.id — Program konser musik yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 24 Mei 2026, awalnya digadang-gadang menjadi hiburan besar bagi masyarakat Palembang.

Namun fakta di lapangan menunjukkan antrean penukaran tiket justru berubah ricuh dan memicu gelombang kekecewaan dari calon penonton.

Lalu, apa sebenarnya yang terjadi di balik kekacauan tersebut?

Kericuhan itu viral setelah video antrean membludak tersebar di media sosial melalui akun Instagram @sumsela1 pada Jumat (22/5/2026). Dalam video tersebut, ribuan orang tampak berdesakan saat proses penukaran tiket konser yang dikelola promotor HS.

Berdasarkan temuan di lapangan dan keluhan yang ramai di media sosial, massa yang datang disebut tidak diimbangi dengan sistem crowd management yang memadai. Situasi yang awalnya tertib perlahan berubah menjadi saling dorong akibat antrean yang tidak terkendali.

Sejumlah calon penonton mengaku sudah datang sejak siang hari demi mendapatkan tiket fisik yang dijanjikan panitia.

Namun hingga sore hari, banyak yang justru pulang tanpa kepastian.

“Antre dari jam 1 siang sampai jam 6 sore, tapi dak dapat jugo. Dapet pegelnyo bae,” tulis akun media sosial yang ikut mengeluhkan kondisi tersebut.

Keluhan lain juga muncul terkait informasi penukaran tiket yang dinilai mendadak. Beberapa penonton mengaku baru mendapatkan pemberitahuan pada tengah malam sebelum hari penukaran berlangsung.

Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai kesiapan teknis promotor dalam mengelola acara berskala besar.

Di sisi lain, kondisi berbeda dirasakan sejumlah penggemar band yang tampil dalam konser tersebut. Banyak yang mengaku kecewa karena momentum hiburan yang sudah lama dinanti justru berubah menjadi pengalaman buruk.

“A1 kecewa, berebot galo wong,” tulis salah satu netizen dalam kolom komentar.

Bahkan, kekacauan ini memicu sindiran tajam dari warganet yang menduga sistem penjualan dan antrean tidak dipersiapkan secara matang.

Baca juga  Peringatan Isra Mi’raj di Masjid Al-Ghani Sako: Santunan Yatim Piatu dan Pesan Kepedulian Sosial

Beberapa komentar menyebut kejadian itu sebagai “marketing yang gagal total” karena membuat penonton merasa telantar berjam-jam.

Meski demikian, hingga berita ini ditulis, belum ada penjelasan rinci dari pihak promotor HS terkait penyebab utama membludaknya antrean maupun evaluasi sistem penukaran tiket yang dipersoalkan masyarakat.

Padahal, Palembang selama ini dikenal cukup ketat menjaga stabilitas keamanan dalam berbagai event besar.

Karena itu, kericuhan pada tahapan pra-acara ini mulai memunculkan kekhawatiran baru.

Jika penukaran tiket saja sudah memicu saling dorong dan kepadatan ekstrem, masyarakat mempertanyakan bagaimana kesiapan pengamanan saat konser inti berlangsung dengan jumlah massa yang diperkirakan jauh lebih besar.

Sejumlah warga bahkan mulai meminta aparat terkait melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan dan pengelolaan massa dari pihak penyelenggara.

Berdasarkan informasi yang beredar, beberapa langkah yang dinilai mendesak dilakukan antara lain evaluasi SOP manajemen massa, penggunaan sistem digital untuk penukaran tiket, hingga pembatasan kapasitas penonton demi mengurangi risiko kericuhan.

Namun hingga kini, belum semua tuntutan tersebut mendapat respons resmi.

Situasi ini pun menjadi sorotan karena dinilai bukan sekadar persoalan antrean, melainkan menyangkut kenyamanan dan keselamatan publik dalam event hiburan berskala besar.

Hingga kini, kondisi tersebut masih menjadi perhatian banyak pihak.

Apakah promotor mampu melakukan pembenahan cepat sebelum hari konser berlangsung, atau justru polemik ini akan terus melebar? (Poerba)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here