Beranda Palembang Hari Anak Nasional 2026 Jadi Momentum Edukasi Anak, TP PKK Sumsel Dorong...

Hari Anak Nasional 2026 Jadi Momentum Edukasi Anak, TP PKK Sumsel Dorong Perlindungan dan Pengembangan Karakter

15
0
Ketua TP PKK Sumatera Selatan Feby Herman Deru menerima audiensi Panitia Hari Anak Nasional 2026 di Sekretariat TP PKK Sumsel, membahas konsep peringatan yang berorientasi pada edukasi dan perlindungan anak. (Foto: Poerbal/CimutNews).

Palembang, cimutnews.co.idHari Anak Nasional 2026 di Sumatera Selatan diarahkan tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi juga momentum memperkuat perlindungan, pendidikan, dan pengembangan karakter anak. Komitmen tersebut mengemuka saat Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Sumatera Selatan, Feby Herman Deru, menerima audiensi Panitia Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2026 di Sekretariat TP PKK Sumsel, Senin (22/6/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Feby menegaskan bahwa setiap rangkaian kegiatan harus memberikan manfaat nyata bagi anak-anak, mulai dari aspek pendidikan, perlindungan, hingga pembentukan karakter. Menurutnya, peringatan Hari Anak Nasional merupakan kesempatan penting untuk memperkuat kepedulian seluruh elemen masyarakat terhadap pemenuhan hak-hak anak.

Hari Anak Nasional 2026 Diarahkan Lebih Bermakna daripada Sekadar Seremoni

Feby Herman Deru meminta panitia menghadirkan konsep kegiatan yang kreatif, inovatif, sekaligus memiliki dampak langsung terhadap tumbuh kembang anak. Ia menilai kegiatan yang bersifat hiburan tetap diperlukan, namun harus dipadukan dengan edukasi yang relevan terhadap tantangan yang dihadapi anak-anak saat ini.

Menurutnya, peringatan Hari Anak Nasional harus mampu menjadi ruang belajar yang menyenangkan sekaligus membangun kesadaran anak mengenai berbagai persoalan di lingkungan sosial.

“Mohon juga melibatkan anak-anak yatim dan panti asuhan. Mereka juga berhak merasakan kebahagiaan dan perhatian dalam peringatan Hari Anak Nasional,” ujar Feby.

Ia menambahkan bahwa perhatian terhadap anak tidak boleh terbatas pada kelompok tertentu, melainkan mencakup seluruh anak tanpa membedakan latar belakang sosial maupun ekonomi.

Edukasi Perlindungan Anak Menjadi Prioritas

Anak Perlu Dibekali Kemampuan Melindungi Diri

Selain kegiatan hiburan, TP PKK Sumsel mendorong agar Hari Anak Nasional 2026 menghadirkan materi edukasi mengenai perlindungan anak sejak dini.

Feby mengingatkan pentingnya memberikan pemahaman kepada anak mengenai kewaspadaan terhadap orang yang tidak dikenal, mengenali potensi ancaman di lingkungan sekitar, hingga menghindari berbagai bentuk bujuk rayu yang dapat membahayakan keselamatan mereka.

Baca juga  Herman Deru Pimpin Kesepakatan Pembangunan Ulang Jembatan Muara Lawai

Menurutnya, pendidikan semacam ini menjadi bekal penting mengingat tantangan yang dihadapi anak saat ini semakin kompleks, baik di lingkungan sekitar maupun di ruang digital.

Pendidikan Vokasi dan Pengembangan Keterampilan

Selain perlindungan, kegiatan HAN 2026 juga diharapkan memperkenalkan pendidikan berbasis vokasi dan pengembangan keterampilan.

Program tersebut dinilai dapat membantu anak mengenali potensi diri sejak dini, meningkatkan kreativitas, sekaligus menumbuhkan kepercayaan diri dalam menghadapi perkembangan zaman.

Forum Anak Sumsel Akan Kampanyekan Pencegahan Bullying

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) Sumatera Selatan, Zaki Aslam, menjelaskan bahwa rangkaian Hari Anak Nasional 2026 dijadwalkan berlangsung sepanjang Juli mendatang.

Menurutnya, salah satu agenda utama ialah sosialisasi yang dipandu langsung oleh Forum Anak Sumatera Selatan.

Dalam kegiatan tersebut, para anggota Forum Anak akan mengedukasi sesama anak mengenai:

  • Bahaya perundungan (bullying).
  • Pencegahan kekerasan terhadap anak.
  • Pentingnya saling menghormati sesama teman.
  • Membangun lingkungan sekolah yang aman dan ramah anak.

Pendekatan edukasi dari sesama anak dinilai lebih efektif karena pesan dapat diterima dengan bahasa yang lebih dekat dengan kehidupan mereka sehari-hari.

Perlindungan Anak Menjadi Agenda Nasional

Peringatan Hari Anak Nasional setiap tahun merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat pemenuhan hak anak sebagaimana diamanatkan dalam berbagai kebijakan perlindungan anak di Indonesia.

Kegiatan yang melibatkan keluarga, sekolah, pemerintah daerah, organisasi masyarakat, hingga Forum Anak menjadi salah satu strategi membangun lingkungan yang aman sekaligus mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Di berbagai daerah, peringatan Hari Anak Nasional kini juga mulai diarahkan tidak hanya pada kegiatan hiburan, tetapi diisi dengan edukasi mengenai kesehatan mental, literasi digital, pencegahan kekerasan, hingga pengembangan kreativitas.

Baca juga  Herman Deru Lantik 1.305 PPPK Tahap II: ASN Harus Jaga Integritas dan Loyalitas Pengabdian

Pencegahan Lebih Efektif Dibanding Penanganan

Fokus Hari Anak Nasional 2026 di Sumatera Selatan menunjukkan adanya pergeseran pendekatan dari kegiatan simbolis menuju program yang lebih substantif. Penekanan terhadap edukasi perlindungan anak dan pencegahan bullying mencerminkan upaya membangun kesadaran sejak dini sebelum muncul persoalan yang lebih serius.

Dalam jangka pendek, kegiatan edukasi dapat meningkatkan pengetahuan anak mengenai cara melindungi diri dan mengenali potensi ancaman. Sementara dalam jangka panjang, pendekatan preventif diyakini mampu mendukung terciptanya lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat yang lebih ramah anak. (Poerba)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here