Beranda OKU Selatan Kontingen Pencak Silat OKU Selatan Dilepas Menuju KAPOLDA Cup 2026, Pemkab Targetkan...

Kontingen Pencak Silat OKU Selatan Dilepas Menuju KAPOLDA Cup 2026, Pemkab Targetkan Lahirkan Atlet Berprestasi Tingkat Nasional

4
0
Plt Asisten Bidang Administrasi Umum Setda OKU Selatan, Verry Wijaya, mewakili Bupati OKU Selatan secara resmi melepas keberangkatan kontingen pencak silat menuju Kejuaraan KAPOLDA Cup 2026 di Mapolres OKU Selatan, Rabu (8/7/2026). (Foto: Agus/CimutNews).

MUARADUA, cimutnews.co.id – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan resmi melepas keberangkatan kontingen pencak silat yang akan mengikuti Kejuaraan KAPOLDA Cup 2026 di Kota Palembang. Kejuaraan tersebut dinilai bukan sekadar ajang kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembinaan atlet muda daerah untuk mencetak prestasi hingga tingkat nasional.

Prosesi pelepasan berlangsung di Mapolres OKU Selatan, Rabu (8/7/2026). Pemerintah daerah diwakili Plt Asisten Bidang Administrasi Umum Setda OKU Selatan, Verry Wijaya, S.IP., yang hadir mewakili Bupati OKU Selatan. Kegiatan juga dihadiri unsur Polres OKU Selatan, KONI, IPSI, Dinas Pemuda dan Olahraga, pelatih, official, serta keluarga atlet.

Kontingen OKU Selatan akan bertanding pada empat kelompok usia, yakni kategori usia dini (SD), praremaja (SMP), remaja (SMA), dan kelas umum atau dewasa. Komposisi tersebut menunjukkan pembinaan atlet dilakukan secara berjenjang sejak usia sekolah hingga atlet senior.

Pembinaan Atlet Dimulai dari Usia Dini

Dalam sambutannya, Wakapolres OKU Selatan Kompol Novan Dwi Putra, S.H., M.H., yang mewakili Kapolres OKU Selatan, mengingatkan seluruh atlet agar menjaga kondisi fisik selama mengikuti kejuaraan.

Menurutnya, kesiapan mental dan kebugaran menjadi faktor penting dalam menghadapi pertandingan yang mempertemukan pesilat terbaik dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Selatan.

“Adik-adik akan bertanding membawa nama Kabupaten OKU Selatan. Jaga kesehatan, atur stamina dengan baik agar dapat tampil maksimal di setiap pertandingan. Tetap semangat dan berikan kemampuan terbaik untuk meraih prestasi yang membanggakan,” ujarnya.

Sementara itu, Verry Wijaya menegaskan bahwa para atlet merupakan duta daerah yang membawa identitas Kabupaten OKU Selatan di arena pertandingan. Karena itu, selain mengejar prestasi, para atlet juga diharapkan menjaga sportivitas, disiplin, serta nama baik daerah.

Baca juga  PLN Gandeng SMKN 3 OKU Gelar Pelatihan Konversi Motor Listrik Pertama di OKU Raya

“Kalian adalah putra-putri terbaik Bumi Serasan Seandanan. Bertandinglah dengan penuh semangat, junjung tinggi sportivitas, jaga kekompakan, dan saling mendukung. Semoga mampu meraih prestasi terbaik sekaligus memperoleh pengalaman berharga untuk jenjang kompetisi berikutnya,” katanya.

Simbol Pelepasan Resmi Kontingen

Pelepasan kontingen ditandai dengan penyerahan Bendera IPSI dari Wakapolres OKU Selatan kepada Ketua KONI Kabupaten OKU Selatan sebagai simbol resmi pemberangkatan atlet menuju arena pertandingan di Palembang.

Momentum tersebut sekaligus menjadi bentuk sinergi antara pemerintah daerah, kepolisian, organisasi olahraga, dan masyarakat dalam mendukung pembinaan olahraga prestasi.

Pemerintah Kabupaten OKU Selatan juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pelatih, official, serta pihak-pihak yang telah mempersiapkan kontingen sehingga mampu mengikuti kejuaraan dengan optimal.

KAPOLDA Cup Jadi Ajang Seleksi Potensial Atlet Berprestasi

Kejuaraan pencak silat tingkat provinsi seperti KAPOLDA Cup selama ini menjadi salah satu wadah penting untuk mengukur kemampuan atlet sebelum memasuki level yang lebih tinggi, baik pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), Kejuaraan Nasional, maupun seleksi menuju Pekan Olahraga Nasional (PON).

Bagi atlet usia dini dan remaja, kompetisi semacam ini menjadi kesempatan memperoleh jam tanding sekaligus pengalaman menghadapi lawan dari berbagai daerah yang memiliki karakter teknik berbeda.

Pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan sejak usia sekolah dinilai menjadi fondasi utama dalam menciptakan regenerasi atlet pencak silat yang mampu bersaing di tingkat nasional.

Dukungan Sejalan dengan Kebijakan Nasional

Pengembangan olahraga prestasi merupakan bagian dari implementasi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan, yang menekankan pentingnya pembinaan atlet secara sistematis, berjenjang, dan berkelanjutan.

Pemerintah pusat melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) juga terus mendorong pemerintah daerah memperkuat ekosistem pembinaan olahraga melalui kompetisi rutin, peningkatan kualitas pelatih, serta pencarian bibit atlet sejak usia dini.

Baca juga  Pemkab OKU Selatan Perkuat Sinergi Layanan Keagamaan dan Pelayanan Haji Lewat Audiensi Bersama Kemenag dan Kantor Haji

Langkah tersebut juga sejalan dengan arah pembangunan sumber daya manusia dalam RPJMN dan visi Indonesia Emas 2045 yang menempatkan generasi muda berprestasi sebagai salah satu modal utama pembangunan nasional.

Kompetisi Daerah Menjadi Fondasi Prestasi Nasional

Keikutsertaan atlet OKU Selatan dalam KAPOLDA Cup memiliki arti strategis karena memberikan pengalaman bertanding yang sangat dibutuhkan atlet muda. Dalam olahraga bela diri, frekuensi kompetisi berpengaruh terhadap peningkatan teknik, mental bertanding, serta kemampuan membaca strategi lawan.

Bagi pemerintah daerah, keberhasilan atlet tidak hanya diukur dari jumlah medali yang diraih. Prestasi olahraga juga menjadi indikator keberhasilan sistem pembinaan, mulai dari klub, sekolah, IPSI, KONI, hingga dukungan pemerintah daerah terhadap penyediaan fasilitas dan program latihan.

Selain itu, pencak silat memiliki nilai lebih dibanding cabang olahraga lain karena mengandung unsur pelestarian budaya bangsa. Sejak ditetapkan UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia pada 2019, pencak silat tidak hanya dipandang sebagai olahraga prestasi, tetapi juga sebagai identitas budaya Indonesia yang perlu terus dikembangkan melalui pembinaan generasi muda.

Dalam jangka panjang, konsistensi penyelenggaraan kejuaraan daerah akan memperluas peluang munculnya atlet-atlet potensial dari kabupaten. Daerah yang mampu menjaga kesinambungan pembinaan sejak usia dini umumnya memiliki regenerasi atlet yang lebih kuat sehingga mampu bersaing pada level provinsi maupun nasional. (Agus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here