
Lempuing Jaya OKI, CimutNews.co.id – Hasil penelusuran dan klarifikasi CimutNews.co.id menunjukkan bahwa mahasiswa IAIN Ash-Shiddiqiyah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) terus mendorong penguatan sinergi nasional sebagai bagian dari upaya membangun kesejahteraan rakyat dan mempercepat pembangunan yang berkelanjutan.(16/6)
Komitmen tersebut mengemuka dalam kegiatan konsolidasi mahasiswa yang digelar di wilayah Lempuing Jaya. Forum ini menjadi ruang diskusi sekaligus wadah penguatan peran generasi muda dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan yang masih dihadapi masyarakat.
Berdasarkan hasil klarifikasi yang dihimpun CimutNews.co.id, mahasiswa menilai bahwa keberhasilan pembangunan tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah. Diperlukan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, mulai dari dunia pendidikan, organisasi kemasyarakatan, pelaku usaha, hingga generasi muda sebagai motor perubahan.
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) IAIN Ash-Shiddiqiyah Tahun 2025, Setiawan Jhordy, mengatakan mahasiswa memiliki posisi strategis dalam mengawal pembangunan bangsa. Menurutnya, peran mahasiswa tidak sebatas menyampaikan kritik, tetapi juga menghadirkan gagasan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
“Mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk ikut berkontribusi dalam pembangunan bangsa. Tidak hanya melalui kritik dan masukan, tetapi juga dengan menghadirkan gagasan yang solutif serta mendukung berbagai upaya yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Persatuan nasional menjadi modal utama dalam mewujudkan Indonesia yang lebih maju dan berdaya saing,” ujarnya.
Dari hasil penelusuran CimutNews.co.id, isu penguatan ekonomi rakyat menjadi salah satu fokus yang mendapat perhatian dalam forum tersebut. Mahasiswa menilai bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemberdayaan UMKM, perluasan akses pendidikan, serta penciptaan lapangan kerja menjadi faktor penting dalam mendorong pemerataan kesejahteraan.
Jhordy menegaskan bahwa pembangunan yang berkelanjutan memerlukan kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, pelaku usaha, dan masyarakat harus terus diperkuat agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata.
Sementara itu, Ketua Komisariat PMII IAIN Ash-Shiddiqiyah, Peni Revaldo, menyampaikan bahwa mahasiswa harus menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat.
Ia menilai generasi muda memiliki tanggung jawab untuk menjaga optimisme, memperkuat semangat kebangsaan, dan membuka ruang dialog yang sehat dalam menghadapi dinamika pembangunan nasional.
“Tantangan bangsa saat ini harus dijawab dengan semangat kebersamaan. Mahasiswa memiliki peran untuk menghubungkan aspirasi masyarakat dengan berbagai gagasan yang dapat mendukung pembangunan. Melalui kolaborasi yang baik, kita dapat menciptakan perubahan yang positif dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat,” katanya.
Hasil klarifikasi CimutNews.co.id juga menunjukkan bahwa semangat gotong royong dan persatuan masih menjadi nilai utama yang dipegang mahasiswa dalam menghadapi tantangan masa depan. Mereka meyakini bahwa pembangunan yang inklusif hanya dapat terwujud apabila seluruh komponen bangsa bergerak dalam visi yang sama.
Melalui konsolidasi tersebut, mahasiswa IAIN Ash-Shiddiqiyah berharap kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia pendidikan, organisasi kepemudaan, dan pelaku usaha dapat semakin kuat. Dengan sinergi yang terbangun, berbagai tantangan pembangunan diyakini dapat dihadapi secara bersama demi mewujudkan Indonesia yang maju, berkeadilan, dan sejahtera bagi seluruh rakyat. (Timred/CN)

















