Beranda Ogan Komering Ilir MUI Kabupaten OKI Konsolidasi Pengurus, Siapkan Program Dakwah hingga Penguatan Ekonomi Umat

MUI Kabupaten OKI Konsolidasi Pengurus, Siapkan Program Dakwah hingga Penguatan Ekonomi Umat

24
0
Ketua MUI Kabupaten OKI Muazni memimpin agenda konsolidasi pengurus yang turut membahas penguatan dakwah, pendidikan, sosial dan ekonomi umat. (Foto:Asep/cimutnews)

KAYUAGUNG, cimutnews.co.id – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menggelar rapat koordinasi dan silaturahmi pengurus di Kayuagung, Jumat (11/9/2026). Pertemuan tersebut menjadi momentum evaluasi, konsolidasi kepengurusan, sekaligus menyusun penguatan program MUI agar lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Rapat yang berlangsung di kediaman Hasan, Jalan Beringin Raya, Lingkungan 01, Kelurahan Sukadana, Kayuagung, itu dihadiri sekitar 30 pengurus. Sejumlah agenda dibahas, mulai dari penguatan dakwah dan pembinaan aparatur daerah hingga sosialisasi fatwa serta pengembangan ekonomi umat.

Konsolidasi Jadi Momentum Evaluasi MUI Kabupaten OKI

Ketua MUI Kabupaten OKI Muazni mengatakan rapat koordinasi tersebut merupakan agenda penting yang semestinya diikuti seluruh jajaran pengurus. Kehadiran sekitar 30 orang menjadi bagian dari proses konsolidasi organisasi untuk mengevaluasi pelaksanaan program sekaligus menentukan langkah berikutnya.

Menurut Muazni, penguatan internal diperlukan agar program MUI tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi memiliki kesinambungan dan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.

Dalam rapat tersebut, sejumlah program prioritas turut dibahas dan diarahkan kepada komisi serta bidang yang berkaitan.

Lima Arah Program yang Disiapkan

Beberapa program yang menjadi perhatian MUI Kabupaten OKI meliputi:

  1. Safari Jumat dan Safari Subuh, yang menjadi bagian dari penguatan dakwah dan ukhuwah di tengah masyarakat.
  2. Pembinaan aparatur daerah, sebagai upaya memperkuat pemahaman keagamaan dan nilai moral dalam lingkungan pemerintahan.
  3. Sosialisasi fatwa MUI, termasuk mengenai LGBT, minuman keras, judi online, narkoba dan persoalan sosial lainnya.
  4. MUI Mart serta terobosan ekonomi lainnya, sebagai bagian dari pemberdayaan ekonomi umat.
  5. Majelis ilmu ala MUI dan pendidikan lansia, yang diarahkan untuk memperluas jangkauan kegiatan pendidikan keagamaan lintas kelompok usia.

Pembagian penanggung jawab program juga melibatkan sejumlah komisi, antara lain Komisi Dakwah, Komisi Ukhwah, Komisi Fatwa, Komisi Pendidikan, Komisi Ekonomi, Komisi Media, serta Komisi Pemberdayaan Perempuan.

Baca juga  OKI Kejar Target Penurunan Stunting 14 Persen di 2024

Rekonstruksi Pengurus MUI OKI Turut Dievaluasi

Selain membahas program, rapat juga menghasilkan evaluasi terhadap struktur kepengurusan. Berdasarkan notulen yang disampaikan Ustaz Darmawi, sejumlah komisi dan lembaga dalam kepengurusan MUI Kabupaten OKI mendapat penataan kembali.

Pada Komisi Ekonomi, H. Rinto Adrian Lc. AlHafidz ditetapkan sebagai ketua, dengan anggota H. Fikri Alipiah, Masliani, dan Fahmi.

Sementara Komisi Hukum dan Perundang-undangan diketuai Ustaz Syamsudin SHI, dengan anggota Akmal, Angga, Hulil, Anoman, Panji, dan Sholahuddin.

Komisi Ukhwah dipimpin Ustaz Harimansyah S.PdI dengan anggota Gema, Abdurrahman, Bagus, dan Abu Hanifah.

Untuk Komisi Informatika dan Media Massa, Asep Saepulloh dipercaya sebagai ketua dengan H. Romi sebagai anggota. Adapun Komisi Dakwah diisi Ustaz Nasir Kirom bersama anggota.

Selain komisi-komisi tersebut, lembaga LP2M dipercayakan kepada Syarif Hidayatullah atau yang dikenal dengan sapaan Pak Wayan.

Tantangan MUI: Dari Dakwah hingga Persoalan Sosial Digital

Program yang dibahas dalam rapat menunjukkan bahwa ruang kerja MUI Kabupaten OKI tidak hanya berkaitan dengan kegiatan dakwah konvensional. Persoalan seperti judi online, narkoba, minuman keras dan dinamika sosial di ruang digital membutuhkan pendekatan edukatif yang mampu menjangkau masyarakat secara lebih luas.

Karena itu, keberadaan Komisi Informatika dan Media Massa menjadi semakin strategis. Penyampaian pesan keagamaan melalui media digital dapat menjadi jembatan antara lembaga keagamaan dan kelompok masyarakat yang lebih banyak memperoleh informasi melalui platform daring.

Di sisi lain, rencana MUI Mart dan program ekonomi umat menunjukkan adanya upaya memperluas peran organisasi ke sektor pemberdayaan. Jika dikelola secara profesional, program ekonomi semacam ini tidak hanya menjadi aktivitas organisasi, tetapi berpotensi menjadi wadah penguatan kemandirian ekonomi masyarakat.

Baca juga  Antusiasme Warga Warnai Kunjungan Bupati OKI di Desa Mulya Jaya: Puskesmas Pematang Panggang IV Gelar Sunatan dan Layanan KB Gratis

Konsolidasi Harus Berujung pada Program Terukur

Hal penting dari konsolidasi ini bukan semata-mata penataan nama dalam struktur kepengurusan, melainkan bagaimana pembagian tugas tersebut diterjemahkan menjadi program yang memiliki target, jadwal dan ukuran keberhasilan. Organisasi keagamaan akan semakin kuat ketika programnya mampu menjawab persoalan konkret masyarakat.

Safari Jumat dan Safari Subuh, misalnya, dapat menjadi kanal untuk menghimpun aspirasi masyarakat secara langsung. Sementara sosialisasi fatwa dapat dikembangkan melalui pendekatan pendidikan dan komunikasi publik sehingga masyarakat tidak hanya mengetahui larangan, tetapi memahami alasan, risiko dan dampaknya.

Dalam konteks tersebut, sinergi antara komisi dakwah, ukhwah, pendidikan, fatwa, ekonomi dan media menjadi faktor penting. Kolaborasi lintas bidang memungkinkan MUI OKI menghadapi persoalan masyarakat secara lebih menyeluruh, bukan melalui pendekatan yang berjalan sendiri-sendiri.

Media dan Ekonomi Bisa Menjadi Penguat Dakwah

Satu hal yang menarik dari agenda MUI Kabupaten OKI adalah munculnya dua jalur penguatan sekaligus, yakni media dan ekonomi. Keduanya dapat menjadi instrumen pendukung dakwah jika diarahkan secara terintegrasi.

Media memungkinkan pesan keagamaan menjangkau masyarakat lebih cepat, sedangkan pemberdayaan ekonomi dapat memperkuat aspek sosial secara langsung. Dengan demikian, dakwah tidak hanya berlangsung melalui mimbar, tetapi juga melalui edukasi digital dan kegiatan pemberdayaan yang menyentuh kehidupan sehari-hari.

Ke depan, efektivitas konsolidasi tersebut akan sangat ditentukan oleh kemampuan pengurus menjaga kesinambungan program dan membangun koordinasi antar-komisi.

MUI OKI Didorong Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat

Rapat koordinasi dan silaturahmi pada Jumat (11/9/2026) menjadi salah satu tahapan penting bagi MUI Kabupaten OKI dalam mengevaluasi organisasi sekaligus menyiapkan agenda kerja. Penataan komisi dan program menunjukkan upaya memperjelas pembagian peran di dalam kepengurusan.

Baca juga  Pj Ketua TP PKK OKI Dukung Kegiatan Rumah Pintar Bende Seguguk

Tantangannya kini adalah memastikan hasil rapat tidak berhenti sebagai catatan internal. Program dakwah, pendidikan, pembinaan, sosialisasi persoalan sosial, media hingga ekonomi umat membutuhkan pelaksanaan yang konsisten agar kehadiran MUI benar-benar dirasakan masyarakat Kabupaten OKI.

Untuk informasi terkait perkembangan kegiatan keagamaan dan pemerintahan di wilayah Sumatera Selatan, pembaca juga dapat mengikuti berita MUI dan kegiatan masyarakat OKI di cimutnews.co.id. (Asep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here