Beranda Banyuasin Musda XI Golkar Banyuasin Tetapkan Netta Indian sebagai Ketua Periode 2025–2030

Musda XI Golkar Banyuasin Tetapkan Netta Indian sebagai Ketua Periode 2025–2030

6
0
1. Ketua DPD Partai Golkar Banyuasin terpilih, Netta Indian, menyampaikan sambutan usai ditetapkan dalam Musda XI di Wyndham Hotel, Minggu (13/9/2026).(Foto:Noto/cimutnews)

BANYUASIN, cimutnews.co.idMusda XI Golkar Banyuasin resmi menetapkan Ir. Netta Indian, S.P sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Banyuasin periode 2025–2030. Keputusan tersebut diambil dalam Musyawarah Daerah (Musda) ke-XI yang digelar di Wyndham Hotel, Minggu (13/9/2026).

Musda mengusung tema “Bersatu, Berjuang, Menang, Golkar Solid dan Indonesia Maju”. Forum tersebut bukan sekadar pergantian kepemimpinan, tetapi menjadi momentum bagi Partai Golkar Banyuasin untuk memperkuat konsolidasi internal sekaligus menentukan arah organisasi lima tahun ke depan.

Netta Indian Terima Amanah Memimpin Golkar Banyuasin

Usai ditetapkan sebagai ketua, Netta Indian menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan jajaran pengurus dan kader Partai Golkar Banyuasin.

Ia menyampaikan terima kasih kepada DPD Partai Golkar Sumatera Selatan serta seluruh jajaran pengurus kecamatan yang telah memberikan amanah tersebut.

“Ini adalah kemenangan bersama seluruh kader Golkar di Banyuasin,” ujar Netta.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa kepemimpinan baru ingin dibangun dengan pendekatan konsolidatif, bukan semata-mata bertumpu pada figur ketua.

Netta juga menyatakan kesiapannya merangkul seluruh kekuatan partai dan membangun sinergi aktif dengan pemerintah daerah. Orientasi tersebut diarahkan untuk mendukung agenda pembangunan dan kepentingan masyarakat Kabupaten Banyuasin.

Pesan Konsolidasi dari Golkar Sumsel

Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Sumatera Selatan sekaligus Ketua DPRD Sumsel, Andie Dinialdie, S.E., M.M., menekankan bahwa Musda memiliki fungsi penting sebagai ruang menyamakan persepsi sekaligus membina kader partai.

Menurut Andie, kepemimpinan baru tidak berhenti pada proses penetapan ketua. Netta diminta segera membangun konsolidasi hingga tingkat pengurus kecamatan, mendengarkan aspirasi kader, dan memastikan kekompakan organisasi tetap terjaga.

“Segera lakukan konsolidasi hingga ke pengurus kecamatan, dengarkan masukan seluruh kader, serta jaga kekompakan Partai Golkar,” tegas Andie.

Baca juga  Banyuasin Tawarkan Lumbung Pangan Nasional, Mampukah Pasar dan Petani Sama-Sama Diuntungkan?

Pesan tersebut menjadi salah satu pekerjaan awal yang harus dijalankan kepengurusan baru. Konsolidasi di tingkat bawah penting karena struktur organisasi partai tidak hanya bekerja pada momentum politik, tetapi juga dalam menjaga komunikasi dengan masyarakat.

Bupati Banyuasin Dorong Sinergi Golkar dengan Pemerintah Daerah

Bupati Banyuasin Dr. H. Askolani, S.H., M.H., turut hadir dalam Musda XI. Ia menyampaikan selamat atas terselenggaranya Musda sekaligus atas terpilihnya Netta Indian sebagai Ketua DPD Partai Golkar Banyuasin.

Askolani berharap kepemimpinan baru mampu menjalankan tugas organisasi dengan baik selama lima tahun ke depan.

Ia juga memberikan apresiasi terhadap konsistensi Partai Golkar dalam mengawal pembangunan di Kabupaten Banyuasin.

“Partai Golkar ini saya akui sangat solid dan saya berharap Golkar terus membersamai Pemerintah Kabupaten Banyuasin serta selalu mendukung Program Pemkab Banyuasin,” ujarnya.

Di sisi lain, Andie Dinialdie juga mengapresiasi kinerja Pemerintah Kabupaten Banyuasin dalam pembangunan daerah. Ia menegaskan komitmen Golkar untuk tetap bersama pemerintah daerah dalam pelayanan kepada masyarakat.

Pergantian Kepemimpinan dan Tantangan Konsolidasi

Sebelum Netta Indian ditetapkan sebagai ketua, DPD Partai Golkar Banyuasin dipimpin Irian Setiawan, S.H., M.Si., yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua II DPRD Banyuasin.

Irian menyampaikan terima kasih atas dukungan Bupati Banyuasin terhadap pelaksanaan Musda XI. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan pesan singkat yang menandai hadirnya kepemimpinan perempuan dalam struktur politik Golkar Banyuasin.

“Saatnya wanita memimpin di Kabupaten Banyuasin,” kata Irian.

Peralihan kepemimpinan tersebut menjadi bagian penting dalam dinamika internal organisasi. Namun, tantangan terbesar setelah Musda justru berada pada kemampuan kepengurusan baru menjaga soliditas dan menerjemahkan hasil forum menjadi kerja organisasi yang terukur.

Ujian Netta Bukan Sekadar Menjaga Soliditas

Baca juga  Jembatan Penghubung Sukadamai–Tanjung Lago Rusak, Pemkab Banyuasin Siapkan Perbaikan Darurat

Secara organisasi, kepemimpinan baru menghadapi dua kebutuhan sekaligus: menyatukan struktur internal dan menjaga relevansi partai di tengah masyarakat. Arahan dari Golkar Sumsel agar konsolidasi dilakukan sampai tingkat kecamatan menunjukkan bahwa penguatan struktur menjadi agenda yang tidak dapat ditunda.

Pada saat yang sama, dukungan dan komunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Banyuasin membuka ruang sinergi dalam agenda pembangunan. Namun, sinergi tersebut idealnya tetap berjalan dalam koridor fungsi masing-masing, sehingga kontribusi partai terhadap masyarakat tidak hanya terlihat dalam dukungan politik, tetapi juga melalui kerja-kerja sosial dan aspirasi publik.

hal yang menarik dari Musda ini adalah bertemunya tiga kepentingan dalam satu momentum—regenerasi kepemimpinan internal, konsolidasi struktur hingga tingkat kecamatan, serta hubungan politik kelembagaan dengan pemerintah daerah. Artinya, keberhasilan kepemimpinan Netta akan sangat ditentukan oleh kemampuan mengubah mandat Musda menjadi kerja organisasi yang terasa di tingkat akar rumput.

Hadirkan Lintas Partai dan Penyelenggara Pemilu

Musda XI juga dihadiri sejumlah unsur penyelenggara pemilu dan pimpinan partai politik di Kabupaten Banyuasin.

Di antaranya Ketua Bawaslu Banyuasin Siti Holijah, S.Pd.I., Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Banyuasin Legar Syaputra, Ketua DPD Partai NasDem Banyuasin Ade Pramanja, S.H., Ketua DPC Partai Demokrat Banyuasin Darul Qutni, S.E., Ketua DPD PAN Banyuasin H. Achmad Nurcholis, S.Sos.I., perwakilan DPC PDIP Banyuasin Yudi Wahyudi, S.H., serta Ketua DPC PKB Banyuasin Dedi Marus, S.E.

Kehadiran unsur lintas partai dan penyelenggara pemilu memberikan konteks bahwa Musda tidak berlangsung dalam ruang organisasi yang sepenuhnya tertutup. Pergantian kepemimpinan partai di tingkat kabupaten tetap menjadi bagian dari dinamika politik lokal yang lebih luas.

Arah Baru Golkar Banyuasin

Dengan ditetapkannya Netta Indian sebagai Ketua DPD Partai Golkar Banyuasin periode 2025–2030, fase berikutnya adalah pembentukan dan penguatan kerja kepengurusan.

Baca juga  Program Pangan Polisi Digencarkan, Namun Dampaknya Masih Dipertanyakan

Konsolidasi internal, komunikasi dengan kader di tingkat kecamatan, penyerapan aspirasi masyarakat, serta sinergi pembangunan menjadi sejumlah agenda yang akan menentukan efektivitas kepemimpinan baru.

Musda XI pada akhirnya bukan hanya soal siapa yang memimpin, melainkan bagaimana mandat organisasi diterjemahkan menjadi kerja politik yang terukur dan bermanfaat bagi masyarakat Banyuasin. Kepemimpinan Netta kini memasuki tahap pembuktian melalui kerja nyata, konsistensi organisasi, dan kemampuan menjaga soliditas kader. (Noto)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here