Beranda Olahraga Terungkap, Prestasi Meningkat Namun Persaingan Sepak Bola Anak Makin Ketat

Terungkap, Prestasi Meningkat Namun Persaingan Sepak Bola Anak Makin Ketat

2
0
Tim SSB Palembang Soccer Skills (PSS) saat menerima penghargaan runner up Liga Top Skor Regional Palembang 2026 di Stadion Jakabaring Sport City. (Foto: Poerba/cimutnews.co.id)

PALEMBANG, cimutnews.co.id — Kompetisi Liga Top Skor (LTS) Regional Palembang 2026 telah berakhir.
Namun perhatian publik justru tertuju pada perjalanan Sekolah Sepak Bola (SSB) Palembang Soccer Skills (PSS) yang sukses menembus partai final.

Di tengah ketatnya persaingan sepak bola usia dini di Sumatera Selatan, capaian runner up ini dinilai bukan sekadar hasil pertandingan biasa.
Lalu, apakah prestasi tersebut menjadi tanda pembinaan sepak bola anak di Palembang mulai berkembang serius?

SSB PSS yang dikenal dengan julukan Laskar Menyala berhasil finis di posisi kedua usai kalah tipis 1-2 dari SSB Sport Soccer pada laga final di Stadion Atletik Jakabaring Sport City (JSC), Minggu (17/5/2026).

Meski gagal membawa pulang trofi juara, penampilan anak asuh Nelson dan Denny Saputra tetap mendapat perhatian karena tampil konsisten selama kompetisi yang berlangsung hampir lima bulan tersebut.

Kompetisi Liga Top Skor Regional Palembang sendiri diikuti sejumlah sekolah sepak bola dan akademi pembinaan usia dini di Sumatera Selatan.
Posisi ketiga ditempati Diklat Sepak Bola Palembang (DSP), sementara Sekolah Olahraga Negeri Sriwijaya (SONS) berada di peringkat keempat.

Tak hanya itu, pemain muda SSB PSS bernomor punggung 17, Abqory Sheva Alfiano, juga dinobatkan sebagai pemain terbaik atau best player turnamen.

Klaim Pembinaan Terus Berkembang

Ketua Umum SSB Palembang Soccer Skills, Edi Triono ST, menyebut capaian tersebut menjadi bukti proses pembinaan yang selama ini dijalankan mulai menunjukkan hasil.

“Alhamdulillah, anak-anak berhasil meraih gelar juara kedua. Ini tentu menjadi prestasi yang sangat membanggakan. Terima kasih kepada seluruh pemain, pelatih, dan wali murid yang terus mendukung perjalanan SSB PSS,” ujarnya.

Edi mengatakan, pihaknya kini langsung mengalihkan fokus menuju ajang nasional Garuda Anak Indonesia (GAI).
Menariknya, SSB PSS berhasil meloloskan tiga kelompok umur sekaligus, yakni U-10, U-11, dan U-12.

Baca juga  PLTSa Keramasan Palembang Dipercepat, Target Olah 1.000 Ton Sampah per Hari dan Hasilkan Listrik 20 MW

Menurutnya, hal tersebut menjadi indikator bahwa pembinaan usia dini mulai berjalan lebih terstruktur.

Di balik prestasi tersebut, fakta di lapangan menunjukkan pembinaan sepak bola usia dini di Palembang masih menghadapi tantangan besar.

Sejumlah pelatih dan orang tua pemain mengaku kompetisi anak saat ini semakin kompetitif, namun belum semua SSB memiliki fasilitas latihan memadai.

Beberapa lapangan latihan masih menggunakan fasilitas sewa dengan kondisi yang berbeda-beda.
Selain itu, biaya mengikuti turnamen regional hingga nasional juga disebut cukup membebani sebagian wali murid.

“Kalau untuk pembinaan semangat anak-anak memang tinggi. Tapi tantangan terbesar biasanya di biaya kompetisi dan konsistensi latihan,” ungkap salah satu wali murid yang enggan disebutkan namanya.

Di sisi lain, kondisi berbeda dirasakan sejumlah SSB kecil yang belum memiliki akses pelatih berlisensi maupun jadwal kompetisi rutin.

Hal ini menimbulkan pertanyaan, apakah perkembangan sepak bola usia dini di Palembang sudah merata, atau baru dinikmati sekolah sepak bola tertentu saja?

Konsistensi Jadi Tantangan Utama

Berdasarkan temuan di lapangan, keberhasilan sebuah SSB tidak hanya ditentukan hasil pertandingan.
Konsistensi pembinaan, kualitas pelatih, serta dukungan orang tua masih menjadi faktor paling menentukan.

SSB PSS sendiri diketahui telah terafiliasi dengan PSSI dan memiliki jajaran pelatih berlisensi, terdiri dari tiga pelatih lisensi C AFC, dua pelatih lisensi D, serta dua pelatih khusus penjaga gawang.

Program latihan juga berlangsung rutin empat kali dalam sepekan di dua lokasi berbeda di Palembang.

Namun hingga kini, belum semua sekolah sepak bola usia dini di Sumatera Selatan mampu menerapkan pola pembinaan serupa.

Padahal, kompetisi usia muda dinilai menjadi fondasi penting untuk melahirkan pemain profesional di masa depan.

Baca juga  Diduga Korsleting Kabel, Kapal Tongkang Pelita Berkah Terbakar

Harapan Menuju Level Nasional

Usai Liga Top Skor Regional Palembang, fokus SSB PSS kini tertuju pada ajang nasional Garuda Anak Indonesia (GAI).

Turnamen tersebut diprediksi menjadi ujian berikutnya bagi tim muda Palembang untuk bersaing dengan akademi sepak bola dari berbagai daerah di Indonesia.

Namun perjalanan menuju level nasional tentu tidak mudah.

Selain persaingan yang semakin ketat, kesiapan mental pemain muda juga menjadi perhatian penting.

Hingga kini, perkembangan pembinaan sepak bola usia dini di Palembang masih terus menjadi sorotan.
Apakah prestasi runner up ini menjadi awal kebangkitan sepak bola muda Sumatera Selatan, atau justru hanya capaian sesaat yang sulit dipertahankan? (Poerba)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here