Beranda OKI Mandira Terungkap, Pasar Murah OKI Dinilai Membantu Namun Dinanti Keberlanjutannya

Terungkap, Pasar Murah OKI Dinilai Membantu Namun Dinanti Keberlanjutannya

6
0
Warga memadati Gerakan Pangan Murah yang digelar Pemerintah Kabupaten OKI di halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan, Senin (18/05/2026). (Foto:Asep/cimutnews.co.id)

KAYUAGUNG, cimutnews.co.id — Menjelang Hari Raya Idul Adha, Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) dengan harga bahan pokok di bawah pasar. Program ini disebut sebagai langkah menekan inflasi dan menjaga daya beli masyarakat.

Namun di tengah antusiasme warga, muncul pertanyaan lain yang mulai ramai dibicarakan: apakah pasar murah seperti ini hanya solusi sementara di tengah harga kebutuhan pokok yang terus bergerak naik?

Senin (18/05/2026), kegiatan GPM berlangsung di halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten OKI, Kayuagung.

Program tersebut menyediakan berbagai kebutuhan pokok seperti beras, gula, minyak goreng, tepung terigu, bawang merah hingga bawang putih dengan harga lebih rendah dibanding harga pasar.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura OKI melalui Kabid Ketahanan Pangan Rojali menyebut kegiatan itu merupakan upaya menjaga stabilitas harga menjelang Idul Adha.

“Gerakan Pangan Murah ini sebagai upaya pemerintah menjaga stabilitas harga bahan pangan dan pengendalian inflasi menjelang Hari Raya Idul Adha,” ujarnya.

Program yang diinisiasi Badan Pangan Nasional itu juga melibatkan sejumlah pihak seperti Perum Bulog, ID Food, distributor, petani, Gapoktan hingga pelaku usaha lainnya.

Pemerintah mengklaim harga bahan pokok yang dijual dalam kegiatan tersebut lebih murah dibanding harga pasar umum.

Namun fakta di lapangan menunjukkan, tingginya minat warga terhadap pasar murah justru menggambarkan tekanan ekonomi yang masih dirasakan sebagian masyarakat menjelang hari raya.

Di sisi lain, kondisi berbeda dirasakan warga yang mengaku bantuan semacam ini memang meringankan, tetapi belum tentu cukup jika harga kebutuhan pokok kembali melonjak usai program berakhir.

Sejak pagi, warga tampak memadati lokasi pasar murah untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Sejumlah masyarakat bahkan berharap kegiatan tersebut tidak hanya digelar menjelang momen tertentu saja.

Baca juga  Galeri UMKM OKI Diresmikan, Bisakah Perajin Benar-Benar Naik Kelas?

Salah seorang warga Kelurahan Tanjung Rancing, Lia mengaku sangat terbantu dengan adanya GPM tersebut.

“Alhamdulillah, kegiatan ini sangat meringankan kami masyarakat kecil terutama saat kondisi ekonomi yang tidak stabil menjelang Hari Raya Idul Adha,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat dijadwalkan rutin setiap minggu atau setiap bulan agar masyarakat kecil bisa terus mendapatkan akses bahan pokok murah.

Berdasarkan temuan di lapangan, program pasar murah memang menjadi salah satu langkah cepat pemerintah daerah dalam meredam gejolak harga pangan. Namun, sejumlah warga menilai persoalan utama tetap terletak pada stabilitas harga di pasar umum yang belum sepenuhnya terkendali.

Pengamat ekonomi daerah menilai, Gerakan Pangan Murah efektif dalam jangka pendek untuk menjaga daya beli masyarakat. Akan tetapi, program tersebut dinilai belum sepenuhnya menyelesaikan akar persoalan distribusi dan fluktuasi harga bahan pokok.

Hal ini menimbulkan pertanyaan apakah program pasar murah akan terus diperluas dan berlangsung berkelanjutan, atau hanya hadir saat momentum tertentu menjelang hari besar keagamaan.

Hingga kini, belum semua masyarakat merasa kondisi ekonomi benar-benar stabil. Di tengah meningkatnya kebutuhan rumah tangga menjelang hari raya, warga masih berharap ada langkah lanjutan yang lebih permanen untuk menjaga harga pangan tetap terjangkau.

Apakah Gerakan Pangan Murah ini akan menjadi solusi jangka panjang bagi masyarakat, atau hanya meredakan situasi untuk sementara waktu? (Asep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here