Beranda Palembang Pemanfaatan AI oleh Mahasiswa Didorong Herman Deru, Fokus Etika dan Ketahanan Pangan...

Pemanfaatan AI oleh Mahasiswa Didorong Herman Deru, Fokus Etika dan Ketahanan Pangan Nasional

13
0
1. Gubernur Sumsel Herman Deru saat memberikan sambutan dalam final lomba video AI di Palembang, Minggu (19/4/2026).(Foto:Poerba/cimutnews.co.id)

PALEMBANG, cimutnews.co.id — Pemanfaatan AI oleh mahasiswa menjadi sorotan Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, saat menghadiri final lomba video Artificial Intelligence (AI) di Palembang, Minggu (19/4/2026). Ia mengajak generasi muda menggunakan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab.

Ajakan ini dinilai penting karena perkembangan AI yang semakin cepat berpotensi membawa manfaat besar sekaligus risiko, terutama jika tidak diimbangi dengan literasi digital dan etika penggunaan.

AI dan Peran Strategis Mahasiswa

Teknologi Ganda, Manfaat dan Risiko

Dalam sambutannya, Herman Deru menegaskan bahwa AI memiliki karakter “dua sisi”. Teknologi ini dapat menjadi alat percepatan pembangunan, namun juga berpotensi menimbulkan dampak negatif jika disalahgunakan.

Menurutnya, mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai pengguna sekaligus pengembang teknologi. Oleh karena itu, pemanfaatan AI harus diarahkan pada hal-hal produktif dan berdampak luas bagi masyarakat.

“AI ini ibarat pisau, bermanfaat jika digunakan dengan benar, tetapi berbahaya jika disalahgunakan,” ujarnya.

Kronologi Kegiatan dan Antusiasme Peserta

Dari Ratusan Karya ke 10 Finalis

Lomba video AI yang digelar di Palembang ini menjadi salah satu ruang eksplorasi teknologi bagi mahasiswa. Berdasarkan keterangan panitia, proses seleksi berlangsung dalam beberapa tahap.

Ketua pelaksana, Mariana Purba, menyebutkan:

  • Total karya masuk: 224 video
  • Tahap seleksi awal dilakukan selama beberapa pekan
  • Finalis terpilih: 10 karya terbaik

Menurutnya, tingginya partisipasi menunjukkan meningkatnya minat mahasiswa terhadap teknologi AI, khususnya dalam konteks edukasi dan inovasi.

Ketahanan Pangan Jadi Fokus Pemanfaatan AI

Dari Edukasi Petani hingga Hilirisasi

Ketua Umum Yayasan Perguruan Sjakhyakirti Palembang, Muhammad Arif Rani, menyatakan bahwa tema ketahanan pangan dalam lomba ini sejalan dengan kebijakan nasional.

Ia menegaskan bahwa ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan produksi, tetapi juga mencakup:

  • Distribusi hasil pertanian
  • Efisiensi rantai pasok
  • Keterjangkauan harga bagi masyarakat
Baca juga  Gubernur Herman Deru Hadiri Rapat Paripurna DPRD Sumsel, Dua Raperda Strategis Disetujui

Dalam konteks ini, AI dinilai dapat berperan sebagai alat edukasi bagi petani, mulai dari teknik budidaya hingga strategi pemasaran berbasis data.

Dampak Nyata dan Potensi Pengembangan

Kolaborasi Kampus dan Dunia Nyata

Pemanfaatan AI oleh mahasiswa tidak hanya berhenti pada lomba atau akademik. Program ini membuka peluang kolaborasi lintas sektor, termasuk antara perguruan tinggi dan pelaku usaha pertanian.

Beberapa dampak yang mulai terlihat:

  • Meningkatnya kesadaran literasi digital
  • Munculnya inovasi berbasis AI dari mahasiswa
  • Potensi transfer teknologi ke sektor pertanian

Jika dikembangkan secara konsisten, model ini dapat menjadi ekosistem inovasi berbasis kampus yang berkelanjutan.

Tantangan Literasi dan Etika Digital

Perkembangan AI di kalangan mahasiswa menunjukkan tren positif, namun masih dihadapkan pada tantangan literasi digital yang belum merata. Banyak pengguna yang memahami teknologi secara teknis, tetapi belum sepenuhnya memahami aspek etika, keamanan data, dan dampak sosialnya.

Dalam jangka pendek, penggunaan AI berpotensi meningkatkan produktivitas mahasiswa dalam riset dan inovasi. Namun dalam jangka panjang, tanpa regulasi dan pendidikan etika yang kuat, risiko penyalahgunaan—seperti manipulasi informasi atau pelanggaran hak cipta—dapat meningkat.

AI dan Transformasi Peran Mahasiswa

Fenomena ini menunjukkan pergeseran peran mahasiswa dari sekadar pengguna teknologi menjadi agen transformasi digital. Tidak hanya menciptakan karya, tetapi juga berkontribusi langsung pada solusi sektor strategis seperti pangan.

Jika tren ini terus berkembang, kampus berpotensi menjadi pusat inovasi AI yang terhubung langsung dengan kebutuhan masyarakat—bukan hanya ruang akademik tertutup.

Konteks Nasional dan Tren Serupa

Secara nasional, pemerintah tengah mendorong digitalisasi di sektor pertanian melalui berbagai program berbasis teknologi. AI mulai digunakan dalam:

  • Prediksi cuaca dan hasil panen
  • Pengendalian hama berbasis data
  • Optimasi distribusi pangan
Baca juga  Operasi Ketupat Musi 2026 Polda Sumsel Layani 764 Ribu Pemudik, Mobilitas Naik Signifikan

Dibandingkan dengan pendekatan konvensional, penggunaan AI mampu meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam pengambilan keputusan di sektor pertanian.

Dorongan pemanfaatan AI oleh mahasiswa yang disampaikan Herman Deru menegaskan pentingnya keseimbangan antara inovasi dan etika. Teknologi tidak hanya soal kecanggihan, tetapi juga tanggung jawab dalam penggunaannya.

Ke depan, sinergi antara pemerintah, kampus, dan masyarakat menjadi kunci agar AI benar-benar memberikan manfaat nyata, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. (Poerba)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here