
Muba, cimutnews.co.id – Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Pemkab Muba) kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi daerah pada tahun 2026. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui partisipasi aktif Pemkab Muba dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang dirangkaikan dengan evaluasi dukungan pemerintah daerah terhadap Program Nasional 3 Juta Rumah.
Rapat koordinasi digelar secara virtual dan diikuti dari Ruang Rapat Randik, Sekretariat Daerah Kabupaten Musi Banyuasin, Selasa (27/1/2026). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Muhammad Tito Karnavian, serta dihadiri Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti. Dari jajaran Pemkab Muba, rapat diikuti oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Muba, Bagian Perekonomian Setda Muba, serta sejumlah perangkat daerah terkait.
Dalam arahannya, Mendagri Tito Karnavian menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap tren inflasi, meskipun secara nasional angkanya masih berada pada level yang relatif terkendali. Ia menyebutkan, inflasi nasional per Desember 2025 tercatat sebesar 2,92 persen secara tahunan (year on year) dan 0,64 persen secara bulanan (month to month). Angka tersebut dinilai masih dalam batas aman, namun kecenderungan kenaikan tetap harus diantisipasi sejak dini.
“Tiga persen memang belum pada level yang sangat mengkhawatirkan, tetapi tren kenaikan ini harus diwaspadai. Pemerintah pusat dan daerah harus satu langkah lebih cepat dalam pengendalian inflasi,” tegas Tito Karnavian dalam rapat tersebut.
Ia juga mengingatkan pemerintah daerah agar tidak menaikkan harga komoditas yang berada dalam kewenangan pemerintah, seperti tarif air minum dan angkutan umum, di tengah kondisi harga barang kebutuhan pokok yang cenderung meningkat. Menurutnya, stabilitas harga memiliki pengaruh langsung terhadap daya beli masyarakat, sehingga kebijakan daerah harus benar-benar berpihak pada kepentingan publik.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Musi Banyuasin, Hendra Tris Tomy, SSTP, MEC DEV, melalui Kepala Bidang Bahan Pokok dan Penting (Bapokting) Disdagperin Muba, Darmadi, menegaskan bahwa Pemkab Muba telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif untuk menjaga inflasi tetap terkendali di daerah.
Darmadi menjelaskan, pihaknya secara rutin melakukan pemantauan harga dan ketersediaan stok bahan pokok di pasar tradisional maupun pusat distribusi. Pemantauan ini difokuskan pada komoditas strategis yang berpotensi memicu inflasi, seperti cabai merah, cabai rawit, beras, daging ayam ras, dan bawang merah.
“Kami terus memonitor kondisi di lapangan. Jika terdeteksi adanya lonjakan harga atau potensi gangguan pasokan, kami segera berkoordinasi lintas sektor untuk mengambil langkah cepat, termasuk memperkuat jalur distribusi,” ungkap Darmadi.
Ia menambahkan, Disdagperin Muba juga siap melaksanakan operasi pasar apabila kondisi di lapangan membutuhkan intervensi pemerintah. Operasi pasar dinilai sebagai salah satu instrumen efektif untuk menstabilkan harga dan memastikan masyarakat tetap dapat mengakses kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Selain pengendalian harga pangan, rapat koordinasi tersebut juga membahas evaluasi dukungan pemerintah daerah terhadap Program Nasional 3 Juta Rumah. Program ini menjadi salah satu prioritas pemerintah pusat dalam rangka meningkatkan akses masyarakat terhadap hunian layak dan terjangkau, sekaligus mendorong pertumbuhan sektor ekonomi terkait.
Menurut Darmadi, dukungan pemerintah daerah terhadap program nasional tersebut perlu diiringi dengan kebijakan ekonomi yang stabil, termasuk pengendalian inflasi. Dengan harga bahan bangunan dan kebutuhan pokok yang terkendali, pelaksanaan program perumahan di daerah diharapkan dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.
“Pengendalian inflasi membutuhkan sinergi semua pihak, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, maupun pelaku usaha. Tujuannya satu, menjaga stabilitas harga dan melindungi daya beli masyarakat,” ujarnya.
Dengan berbagai langkah strategis yang telah disiapkan, Pemkab Musi Banyuasin optimistis mampu menjaga stabilitas ekonomi daerah di tengah dinamika harga pangan nasional. Upaya pengendalian inflasi yang konsisten diharapkan tidak hanya berdampak pada kestabilan harga, tetapi juga mendukung kesejahteraan masyarakat serta keberlanjutan pembangunan daerah ke depan. (Noto)

















