Home Penukal Abab Lematang Ilir Pemkab PALI Mantapkan Ketahanan Pangan Desa Lewat Bimtek: Wabup Iwan Tegaskan Integritas...

Pemkab PALI Mantapkan Ketahanan Pangan Desa Lewat Bimtek: Wabup Iwan Tegaskan Integritas dan Sinergi Pemerintahan

54
0
1. Wabup PALI, Iwan Tuaji, SH, membuka kegiatan Bimtek Ketahanan Pangan di Gedung Pesos Kabupaten PALI. (Foto: Sholihin/cimutnews.co.id)

PALI, cimutnews.co.id — Suasana Gedung Pesos Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) tampak berbeda pada Rabu (12/11/2025). Gedung megah yang dulunya merupakan aset eks-Pertamina itu kini menjadi saksi langkah besar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PALI dalam memperkuat sektor ketahanan pangan desa.

Melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Ketahanan Pangan yang diikuti oleh perwakilan dari 60 desa se-Kabupaten PALI, pemerintah daerah menunjukkan komitmen serius untuk memperkuat pondasi kemandirian pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan.

Acara tersebut digagas oleh Kodim 0404 Muara Enim bersama Forum Kepala Desa (FKD) Kabupaten PALI, dan dibuka langsung oleh Wakil Bupati PALI, Iwan Tuaji, SH, didampingi jajaran Forkopimda, pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para camat, kepala desa, serta ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD).

Dorong Desa Mandiri, Bukan Bergantung

Dalam sambutannya, Wabup Iwan Tuaji menegaskan pentingnya integritas dan kepatuhan dalam pengelolaan Dana Desa (DD), terutama alokasi 20 persen yang wajib digunakan untuk program ketahanan pangan.
Ia mengingatkan para kepala desa agar mengelola dana tersebut secara bijak, akuntabel, dan tepat sasaran.

“Saya tidak ingin kepala desa punya mental pengemis terhadap perusahaan. Pemerintah harus bebas dan berpihak pada rakyat,” tegasnya lantang disambut tepuk tangan peserta.

Menurutnya, pemerintah desa harus memiliki kemandirian dalam mengelola sumber daya dan potensi lokal tanpa harus bergantung pada pihak luar. Dengan begitu, desa dapat tumbuh menjadi entitas yang kuat dan berdaya saing dalam menopang ketahanan pangan daerah.

Wabup Iwan juga mengajak seluruh kepala desa untuk memanfaatkan lahan-lahan produktif di wilayahnya sebagai bagian dari strategi mewujudkan desa mandiri pangan.

Sinergi dan Harmoni Pemerintahan Desa

Selain berbicara soal pangan, Iwan Tuaji juga menekankan pentingnya kerjasama antara kepala desa dan BPD. Menurutnya, dua lembaga itu harus berjalan seiring dalam mengelola pemerintahan desa agar program pembangunan bisa terlaksana dengan baik dan harmonis.

Baca juga  Pemkab PALI Lantik 15 Pejabat Struktural, Bupati Asgianto: Jabatan Adalah Amanah untuk Melayani Rakyat

“Jangan pintar menggurui, tajam melukai, atau cepat mendahului. Semua harus akur dan saling mendukung,” ujarnya penuh makna.

Ia menambahkan, sinergi yang kuat antara kepala desa dan BPD akan menjadi fondasi utama dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah desa.

Lestarikan Budaya Lokal dalam Setiap Kegiatan

Dalam kesempatan itu, Wabup Iwan juga menyampaikan pesan penting terkait pelestarian budaya lokal.
Ia menegaskan bahwa mulai ke depan, setiap kegiatan resmi Pemkab PALI diwajibkan menampilkan tari-tarian khas daerah, sebagai bentuk penghormatan terhadap jati diri dan kearifan lokal masyarakat Bumi Serepat Serasan.

Kebijakan ini, katanya, bukan sekadar pelengkap acara, tetapi merupakan upaya nyata menjaga kelestarian budaya agar tetap hidup di tengah arus modernisasi dan digitalisasi.

“Kita harus bangga dengan budaya sendiri. Setiap acara resmi pemerintah harus menjadi ruang ekspresi bagi seniman dan pelaku budaya lokal,” ujarnya.

Kolaborasi Strategis TNI, Pemkab, dan Desa

Sementara itu, Dandim 0404 Muara Enim dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan Bimtek ini merupakan langkah strategis memperkuat kolaborasi antara TNI, Pemkab, dan pemerintah desa.
Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat terwujudnya kemandirian pangan daerah sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga ketahanan pangan nasional dari tingkat paling bawah, yakni desa.

Menurutnya, Bimtek semacam ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan teknis para kepala desa, tetapi juga memperkuat komitmen dalam menjaga stabilitas pangan dan kesejahteraan masyarakat pedesaan.

“Kami siap mendukung penuh program pemerintah daerah dalam mewujudkan desa tangguh dan mandiri pangan,” tegasnya.

Dinas PMD Siap Kawal Implementasi

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten PALI menambahkan, pihaknya akan terus mengawal hasil Bimtek agar implementasinya benar-benar berdampak nyata di lapangan.
Ia berharap para kepala desa mampu menerjemahkan ilmu dan arahan yang diperoleh menjadi program konkret sesuai potensi wilayah masing-masing.

Baca juga  Pengukuhan Karang Taruna Kecamatan Tanah Abang: Pemuda Didorong Jadi Motor Penggerak Sosial

“Bimtek ini bukan hanya seremonial. Kami akan memantau dan mendampingi pelaksanaannya agar hasilnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.

Dinas PMD juga mendorong agar setiap desa memiliki program unggulan ketahanan pangan berbasis komunitas — seperti pertanian terpadu, pengembangan UMKM pangan lokal, atau inovasi pengelolaan lahan tidur menjadi produktif.

Menuju Desa Tangguh dan Berdaya Saing

Melalui kegiatan Bimtek ini, Pemkab PALI berharap tercipta desa-desa tangguh yang mampu memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri dan berkelanjutan.
Selain memperkuat ekonomi masyarakat, kemandirian pangan juga menjadi kunci utama menghadapi tantangan global di masa depan.

Semangat kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI, dan desa menjadi simbol bahwa pembangunan tidak bisa berjalan sendiri. Diperlukan kerja sama lintas sektor dan kesadaran bersama untuk menjadikan PALI sebagai kabupaten yang kuat, berdaya, dan mandiri dalam ketahanan pangan. (Sholihin)