Beranda Palembang Penataan Kabel Dimulai, Wajah Palembang Masih Hadapi Tantangan Utilitas

Penataan Kabel Dimulai, Wajah Palembang Masih Hadapi Tantangan Utilitas

8
0
Wali Kota Palembang Ratu Dewa meninjau dimulainya pembangunan ducting utility di kawasan POM IX sebagai tahap awal penataan kabel utilitas bawah tanah. (Foto: Poerba/CimutNews).

KOTA PALEMBANG, cimutnews.co.id —Pemerintah Kota Palembang mulai merealisasikan program penataan kabel utilitas dengan membangun ducting utility atau saluran utilitas bawah tanah di kawasan POM IX, tepatnya di depan TVRI, Kamis (23/7/2026). Langkah ini menjadi awal upaya menghilangkan kabel udara yang selama bertahun-tahun memenuhi ruang atas jalan utama kota.

Program tersebut disambut sebagai bagian dari transformasi wajah Palembang menuju kota yang lebih modern. Namun, di balik dimulainya proyek itu, muncul pertanyaan yang juga menjadi perhatian masyarakat: apakah penataan serupa akan mampu menjangkau seluruh kawasan yang selama ini dipenuhi kabel semrawut?

Sebab hingga kini, masih banyak ruas jalan di Palembang yang memperlihatkan kabel listrik maupun telekomunikasi saling bertumpuk di tiang-tiang utilitas. Kondisi tersebut tidak hanya mengurangi estetika kota, tetapi juga kerap dikhawatirkan berkaitan dengan aspek keselamatan ketika terjadi cuaca ekstrem maupun kerusakan jaringan.

Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, mengatakan pembangunan ducting utility bukan merupakan program yang lahir secara mendadak. Menurutnya, rencana tersebut telah dipersiapkan sejak sekitar satu tahun terakhir sebagai bagian dari agenda penataan infrastruktur perkotaan.

“Program ducting utility ini sudah kami siapkan sejak satu tahun lalu. Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk menghadirkan Kota Palembang yang lebih tertata, aman, dan modern,” ujar Ratu Dewa saat meninjau lokasi pekerjaan.

Ia menjelaskan, keberadaan kabel udara yang tidak tertata selama ini dinilai mengganggu keindahan kota sekaligus memiliki potensi risiko terhadap keselamatan masyarakat.

Melalui sistem ducting utility, berbagai jaringan utilitas seperti kabel telekomunikasi dan jaringan pendukung lainnya secara bertahap akan dipindahkan ke bawah tanah. Pemerintah berharap langkah tersebut dapat menciptakan koridor jalan yang lebih rapi sekaligus mendukung konsep kota metropolitan yang berkelanjutan.

Baca juga  Investasi Kuliner Terus Tumbuh, Fine Today Coffee and Bistro Perkuat Ekonomi Kreatif dan Serap Peluang Kerja di Palembang

“Pembangunan tidak hanya membangun yang baru, tetapi juga menata yang sudah ada agar lebih baik, lebih aman, dan berkelanjutan,” katanya.

Program tersebut dikerjakan melalui kolaborasi Pemerintah Kota Palembang bersama operator telekomunikasi, PLN, serta sejumlah pemangku kepentingan lain. Pemerintah juga memastikan proses pekerjaan dilakukan sesuai standar keselamatan serta berupaya meminimalkan gangguan terhadap aktivitas masyarakat.

Namun fakta di lapangan menunjukkan, persoalan kabel udara bukan hanya ditemukan di kawasan POM IX. Berdasarkan pengamatan di sejumlah koridor utama kota, masih terdapat jaringan utilitas yang melintang di atas jalan dengan posisi yang terlihat tidak seragam karena berasal dari berbagai penyedia layanan yang dibangun pada waktu berbeda.

Di sisi lain, sejumlah warga mengaku penataan kabel memang sudah lama dinantikan karena dinilai dapat membuat lingkungan perkotaan menjadi lebih nyaman dipandang. Meski demikian, mereka juga berharap pelaksanaan proyek tidak berhenti pada satu titik saja.

“Kalau hanya di jalan protokol tentu bagus, tetapi mudah-mudahan nanti kawasan lain juga ikut ditata,” ungkap salah seorang warga yang ditemui di sekitar kawasan POM IX.

Beberapa pelaku usaha di sekitar lokasi juga berharap proses pembangunan berlangsung sesuai jadwal sehingga tidak terlalu lama mengganggu akses kendaraan maupun aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.

Pengamat tata kota menilai, keberhasilan program seperti ini tidak hanya ditentukan oleh pembangunan saluran bawah tanah, tetapi juga koordinasi antarlembaga dan operator utilitas. Tanpa pengelolaan yang terintegrasi, potensi munculnya kabel baru di atas permukaan masih dapat terjadi pada masa mendatang.

Selain itu, keberlanjutan program juga menjadi faktor penting. Penataan utilitas membutuhkan investasi yang tidak sedikit serta perencanaan jangka panjang agar seluruh kawasan strategis dapat terhubung dengan sistem yang sama.

Baca juga  Kota Lubuklinggau Resmi Jadi Tuan Rumah Porprov XVI Tahun 2027, Harapan Muara Enim Pupus Namun Fokus Prestasi Tetap Menguat

Hingga kini, belum semua koridor di Palembang masuk dalam tahap pembangunan ducting utility. Pemerintah memang telah menyampaikan bahwa kawasan POM IX menjadi proyek awal sebelum diperluas ke lokasi lain secara bertahap. Namun, belum ada penjelasan rinci mengenai target waktu penyelesaian keseluruhan program maupun daftar prioritas kawasan berikutnya.

Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai seberapa cepat transformasi wajah Kota Palembang dapat benar-benar dirasakan masyarakat secara merata. Apakah penataan kabel bawah tanah ini akan menjadi awal perubahan menyeluruh bagi ruang kota, atau masih menyisakan pekerjaan rumah yang membutuhkan waktu lebih panjang? (Poerba)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here