Beranda Empat Lawang Polisi Humanis di Empat Lawang, Bakti Sosial Polda Sumsel Sentuh Lansia Hingga...

Polisi Humanis di Empat Lawang, Bakti Sosial Polda Sumsel Sentuh Lansia Hingga Pelosok Desa

7
0
1. Personel Polsek Muara Pinang menyerahkan bantuan sembako kepada lansia di Desa Lubuk Tanjung, Empat Lawang, Jumat (15/5/2026). (foto: Yandi/cimutnews.co.id)

EMPAT LAWANG, cimutnews.co.id – Program bakti sosial Polda Sumsel kembali menyentuh wilayah pedesaan. Kali ini, jajaran Polda Sumatera Selatan melalui Polres Empat Lawang dan Polsek Muara Pinang turun langsung membantu warga lanjut usia di Desa Lubuk Tanjung, Kecamatan Muara Pinang, Jumat (15/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.00 WIB itu menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 sekaligus implementasi program Polri Presisi yang menekankan pendekatan humanis dan pelayanan langsung kepada masyarakat rentan.

Bakti Sosial Menjangkau Lansia di Desa Terpencil

Dalam kegiatan tersebut, personel kepolisian mendatangi rumah-rumah warga untuk memastikan bantuan sosial diterima langsung oleh masyarakat yang membutuhkan. Salah satu penerima bantuan ialah Sitimah (90), warga Desa Lubuk Tanjung yang hidup dalam keterbatasan ekonomi dan membutuhkan perhatian khusus.

Personel Turun Langsung ke Rumah Warga

Bantuan diserahkan langsung oleh personel Polsek Muara Pinang yang dipimpin Aiptu Mardiyanto bersama Bripda Rifaldo dan Brigadir Ramdani. Paket sembako diberikan sebagai bentuk dukungan terhadap kebutuhan pokok harian warga lansia.

Menurut keterangan aparat di lapangan, metode door to door dipilih agar bantuan benar-benar tepat sasaran sekaligus memperkuat hubungan emosional antara kepolisian dan masyarakat desa.

Pendekatan seperti ini dinilai lebih efektif dibanding penyaluran terpusat karena aparat dapat melihat langsung kondisi sosial warga penerima bantuan.

Strategi Polri Perkuat Ketahanan Sosial Masyarakat

Program bakti sosial yang dilakukan Polda Sumsel tidak hanya diposisikan sebagai kegiatan seremonial menjelang Hari Bhayangkara. Dalam beberapa tahun terakhir, pola kegiatan kepolisian mulai diarahkan pada penguatan ketahanan sosial masyarakat, terutama di wilayah pedesaan dan kelompok rentan.

Ketahanan Sosial Jadi Fokus Baru

Kapolres Empat Lawang AKBP Abdul Aziz Septiadi menegaskan bahwa kehadiran polisi di tengah masyarakat harus membawa manfaat nyata, bukan sekadar fungsi pengamanan.

Baca juga  Anggaran Karpet Rp400 Juta Disorot, Rakyat Masih Mengeluh Terungkap: Permadani Mewah di Tengah Keluhan Infrastruktur

“Personel kepolisian harus hadir membawa manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya kelompok rentan dan warga lanjut usia yang membutuhkan perhatian,” ujar Abdul Aziz.

Pernyataan tersebut sejalan dengan arah kebijakan Polri Presisi yang mendorong pendekatan pelayanan publik berbasis kemanusiaan.

Di tingkat daerah, program seperti bantuan sosial hingga pendampingan masyarakat dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas keamanan. Sebab, persoalan sosial dan ekonomi sering kali menjadi akar munculnya gangguan kamtibmas di wilayah pedesaan.

Kemiskinan Ekstrem dan Lansia Jadi Perhatian

Berdasarkan berbagai program pemerintah pusat dan daerah, kelompok lansia serta masyarakat miskin ekstrem masih menjadi tantangan serius di sejumlah wilayah Sumatera Selatan, termasuk daerah pedalaman.

Desa Jadi Titik Krusial Program Sosial

Desa Lubuk Tanjung dipilih karena dinilai membutuhkan perhatian sosial berkelanjutan. Selain faktor ekonomi, akses pelayanan sosial di wilayah pedesaan masih menghadapi keterbatasan dibanding daerah perkotaan.

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya mengatakan seluruh jajaran kepolisian diinstruksikan aktif mendukung agenda pembangunan nasional melalui kegiatan sosial langsung ke masyarakat.

“Polri hadir tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga memperkuat ketahanan sosial masyarakat hingga ke pelosok desa,” ujar Nandang Mu’min Wijaya.

Data nasional menunjukkan program bantuan sosial berbasis komunitas desa mulai diperkuat sejak beberapa tahun terakhir sebagai bagian percepatan pengurangan kemiskinan ekstrem. Dalam konteks tersebut, keterlibatan institusi keamanan dinilai membantu mempercepat distribusi bantuan dan pendataan warga rentan.

Pendekatan Humanis Dinilai Tingkatkan Kepercayaan Publik

Transformasi pendekatan kepolisian menjadi lebih humanis menjadi perhatian publik dalam beberapa tahun terakhir. Sejumlah pengamat menilai keterlibatan polisi dalam program sosial dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat jika dilakukan secara konsisten dan tepat sasaran.

Baca juga  Klarifikasi Open House Bupati Empat Lawang, Pemkab Tegaskan Informasi di Hotel Arista Hoaks

Dampak Jangka Pendek dan Panjang

Dalam jangka pendek, bantuan sosial seperti sembako memang membantu memenuhi kebutuhan dasar warga lanjut usia dan keluarga kurang mampu.

Namun dalam jangka panjang, kegiatan semacam ini memiliki dampak sosial lebih luas, yakni memperkuat hubungan institusi negara dengan masyarakat desa yang selama ini relatif minim akses pelayanan.

Kondisi tersebut penting terutama di wilayah pedesaan yang rentan mengalami persoalan ekonomi, keterbatasan layanan kesehatan, hingga minimnya pendampingan sosial bagi lansia.

Polisi Tidak Lagi Hanya Identik dengan Penegakan Hukum

Satu hal yang mulai terlihat dalam pola kegiatan kepolisian saat ini adalah perubahan wajah pelayanan institusi. Polisi kini tidak hanya muncul saat terjadi gangguan keamanan, tetapi juga hadir dalam isu sosial masyarakat.

Perubahan pendekatan ini menjadi penting karena tingkat kepercayaan publik terhadap institusi negara sangat dipengaruhi oleh kedekatan pelayanan di level akar rumput. Ketika aparat hadir langsung membantu warga desa, efek sosial yang muncul bukan hanya bantuan materi, melainkan juga rasa diperhatikan oleh negara.

Model pendekatan seperti ini diperkirakan akan semakin sering dilakukan menjelang dan sesudah Hari Bhayangkara ke-80 sebagai bagian penguatan citra pelayanan publik Polri.

Program Sosial Berpotensi Berlanjut di Wilayah Pedesaan

Kegiatan bakti sosial di Empat Lawang berlangsung aman dan kondusif hingga selesai. Ke depan, pola pelayanan berbasis pendekatan sosial diperkirakan tetap menjadi salah satu strategi utama kepolisian daerah dalam menjaga stabilitas masyarakat.

Selain mendukung pengurangan kemiskinan ekstrem, program tersebut juga dinilai membantu menciptakan suasana sosial yang lebih inklusif dan memperkuat rasa aman masyarakat di tingkat desa.

Baca juga perkembangan program sosial daerah lainnya yang berkaitan dengan penguatan ketahanan masyarakat desa dan pelayanan publik di Sumatera Selatan. (Yandi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here