Beranda Nusantara Revitalisasi Terungkap, Namun Masa Depan Pedagang dan Wajah Cihampelas Masih Menjadi Pertanyaan

Revitalisasi Terungkap, Namun Masa Depan Pedagang dan Wajah Cihampelas Masih Menjadi Pertanyaan

4
0
Kondisi Teras Cihampelas di Kota Bandung yang direncanakan akan dibongkar sebagai tahap awal penataan ulang kawasan. (Foto: Holil/CimutNews).

KOTA BANDUNG, cimutnews.co.id — Kawasan Teras Cihampelas yang selama beberapa tahun menjadi salah satu ikon ruang publik Kota Bandung bersiap memasuki babak baru. Pemerintah Kota Bandung bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan penataan ulang kawasan tersebut akan segera dilakukan setelah proses pengalihan aset rampung.

Namun, di balik rencana revitalisasi yang digadang-gadang akan mengembalikan kenyamanan kawasan, muncul pertanyaan yang mulai mengemuka. Apakah pembongkaran benar-benar menjadi solusi terbaik, atau justru akan memunculkan persoalan baru bagi pelaku usaha dan aktivitas ekonomi di sekitar Jalan Cihampelas?

Hingga kini, masyarakat masih menunggu kejelasan mengenai konsep akhir, jadwal pelaksanaan, hingga dampak yang akan dirasakan setelah kawasan tersebut dibongkar.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyampaikan proses administrasi pengalihan aset antara pemerintah kota dan pemerintah provinsi pada dasarnya telah selesai. Dokumen telah ditandatangani dan kini memasuki tahapan verifikasi oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), serta Kementerian Dalam Negeri.

Menurut Farhan, pengalihan aset justru menjadi pintu masuk bagi kolaborasi kedua pemerintah dalam menata kembali kawasan yang selama ini dinilai memerlukan pembenahan.

“Secara administrasi sudah selesai. Saya sudah menandatangani suratnya, sekarang tinggal proses administrasi antar badan aset dan verifikasi,” ujar Farhan di Terminal Leuwipanjang, Rabu (22/7/2026).

Ia menilai kolaborasi tersebut menjadi konsekuensi positif karena pemerintah kota dan pemerintah provinsi dapat bersama-sama menentukan arah pengembangan kawasan Cihampelas.

Dalam rencana awal, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta agar Teras Cihampelas dibongkar terlebih dahulu sebagai tahap pertama revitalisasi.

“Pak Gubernur tetap meminta kita untuk membongkar Teras Cihampelas. Ya, kita lakukan,” kata Farhan.

Menurutnya, konsep penataan yang sedang disiapkan masih terus dibahas. Salah satu arah utama revitalisasi ialah mengembalikan fungsi ruang publik yang lebih ramah bagi pejalan kaki dengan menghadirkan kembali kawasan yang teduh di bawah pepohonan.

Baca juga  Program Unggulan Jabar Mulai Disiapkan, Tapi Fakta Mekanisme dan Dampaknya Jadi Sorotan

Selain itu, pemerintah juga ingin mengoptimalkan aktivitas ekonomi di sepanjang Jalan Cihampelas agar mampu mengikuti perubahan tren wisata perkotaan.

Farhan menyebut karakter kawasan kemungkinan tidak lagi bertumpu pada citra lama sebagai sentra penjualan jeans, melainkan berkembang menuju kawasan kuliner, hotel, dan aktivitas ekonomi kreatif lainnya yang dinilai memiliki prospek lebih besar.

Di balik optimisme pemerintah, Teras Cihampelas selama beberapa tahun terakhir memang menjadi ruang yang memunculkan beragam penilaian dari masyarakat.

Berdasarkan temuan di lapangan dalam beberapa tahun terakhir, kawasan tersebut sempat menghadapi persoalan menurunnya jumlah pengunjung dibanding masa awal peresmiannya. Sejumlah kios tidak lagi beroperasi secara optimal, sementara aktivitas ekonomi di beberapa titik mengalami penurunan seiring berubahnya pola belanja masyarakat yang semakin bergeser ke pusat perbelanjaan modern maupun platform digital.

Di sisi lain, sejumlah warga yang pernah berkunjung mengaku kondisi fasilitas publik di kawasan tersebut membutuhkan perhatian lebih, mulai dari aspek kebersihan, kenyamanan hingga pemanfaatan ruang yang dinilai belum maksimal.

Meski demikian, belum ada penjelasan rinci mengenai bagaimana skema revitalisasi nantinya akan mengakomodasi para pelaku usaha yang selama ini menggantungkan aktivitas ekonominya di kawasan tersebut.

Nasib Pedagang Masih Menjadi Perhatian

Pembongkaran sebuah ruang publik bukan hanya menyangkut perubahan fisik kawasan, tetapi juga menyentuh kehidupan ekonomi masyarakat.

Sejumlah pelaku usaha diperkirakan akan terdampak selama proses revitalisasi berlangsung. Hingga kini, belum semua informasi mengenai relokasi sementara maupun mekanisme pendampingan terhadap pedagang disampaikan kepada publik.

Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai bagaimana pemerintah akan menjaga agar aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan selama proses pembangunan berlangsung.

Jika revitalisasi berhasil menghadirkan kawasan yang lebih nyaman, peluang peningkatan kunjungan wisata tentu terbuka lebar. Namun apabila proses transisi tidak dikelola secara matang, dikhawatirkan sebagian pelaku usaha justru mengalami penurunan pendapatan dalam jangka pendek.

Baca juga  Viral Pedagang Cilok Jalan Kaki Bandung–Ciamis, Dedi Mulyadi Beri Bantuan Modal

Perubahan Tren Jadi Tantangan Baru

Perubahan perilaku wisatawan menjadi salah satu alasan pemerintah ingin mengubah wajah Cihampelas.

Dulu kawasan ini identik sebagai pusat penjualan produk jeans. Kini, tren tersebut mulai bergeser. Wisatawan cenderung mencari pengalaman kuliner, ruang terbuka yang nyaman, serta destinasi yang menawarkan aktivitas interaktif.

Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah dalam merancang konsep revitalisasi agar tidak sekadar membangun ulang infrastruktur, tetapi juga mampu menghidupkan kembali daya tarik kawasan secara berkelanjutan.

Pengamat tata kota selama ini juga kerap menilai bahwa keberhasilan sebuah ruang publik tidak hanya diukur dari desain fisiknya, melainkan sejauh mana kawasan tersebut benar-benar digunakan masyarakat dan mampu menggerakkan ekonomi lokal.

Jadwal Pembongkaran Belum Dipastikan

Meski arah kebijakan revitalisasi mulai terlihat, pemerintah belum dapat memastikan kapan pembongkaran Teras Cihampelas akan dimulai.

Farhan mengaku hingga saat ini masih menunggu keputusan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengenai tahapan pelaksanaan proyek tersebut.

Ketidakpastian jadwal itu membuat masyarakat, pelaku usaha, maupun pengguna kawasan masih menunggu kepastian mengenai masa depan salah satu ikon Kota Bandung tersebut.

Apakah revitalisasi ini benar-benar mampu mengembalikan kejayaan kawasan Cihampelas sebagai ruang publik yang hidup dan menggerakkan ekonomi lokal, atau justru masih menyisakan pekerjaan rumah baru setelah proses pembongkaran dimulai? Jawaban atas pertanyaan itu kemungkinan baru akan terlihat ketika konsep revitalisasi benar-benar diwujudkan di lapangan. (Siti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here