Beranda Palembang Senam Sehat Digelar, Kesadaran Hidup Sehat Warga Masih Jadi Tantangan

Senam Sehat Digelar, Kesadaran Hidup Sehat Warga Masih Jadi Tantangan

2
0
Ketua PC Fatayat NU Kota Palembang saat menyampaikan rencana kegiatan Senam Sehat Bersama di Palembang. (Foto: Poerba/cimutnews.co.id)

PALEMBANG, cimutnews.co.id — Gaya hidup sehat terus digaungkan di Kota Palembang lewat berbagai kegiatan komunitas dan organisasi masyarakat. Namun di tengah meningkatnya tren kegiatan olahraga massal, kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat dinilai masih belum merata.

Kondisi itu kembali menjadi sorotan setelah Pengurus Cabang Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kota Palembang mengumumkan rencana pelaksanaan Senam Sehat Bersama di kawasan Lapangan Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera), Minggu 14 Juni 2026 mendatang.

Kegiatan tersebut diproyeksikan diikuti ratusan peserta dari berbagai kalangan. Namun, di balik agenda yang diklaim membawa semangat kebersamaan itu, muncul pertanyaan lain: apakah kegiatan seremonial seperti ini benar-benar mampu membangun budaya hidup sehat secara berkelanjutan di tengah masyarakat?

Ketua PC Fatayat NU Kota Palembang, Silva Marcelina, mengatakan kegiatan itu bukan sekadar senam bersama, melainkan bagian dari upaya membangun kepedulian sosial dan kesehatan masyarakat menjelang Hari Ulang Tahun Kota Palembang.

Menurutnya, peserta yang diperkirakan hadir mencapai 300 hingga 500 orang berasal dari kader Fatayat NU, organisasi masyarakat, hingga mahasiswa.

“Kami ingin mengajak masyarakat menerapkan pola hidup sehat sekaligus mempererat kebersamaan,” ujar Silva usai beraudiensi dengan Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, di rumah dinas wali kota, Selasa (2/6/2026).

Tak hanya senam sehat, panitia juga menyiapkan donor darah gratis dan layanan pemeriksaan kesehatan tanpa biaya bagi masyarakat yang hadir.

Program tersebut dinilai menjadi langkah positif di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap isu kesehatan pascapandemi dan perubahan pola hidup masyarakat perkotaan.

Namun fakta di lapangan menunjukkan, kegiatan olahraga massal sering kali hanya ramai saat momentum tertentu. Berdasarkan temuan di lapangan, sejumlah ruang terbuka publik di Palembang masih menghadapi persoalan fasilitas olahraga yang belum merata, mulai dari minimnya area pedestrian nyaman hingga kurangnya sarana olahraga gratis di beberapa wilayah pinggiran kota.

Baca juga  Upacara Pancasila Digelar Meriah, Namun Tantangan Nilai Kebangsaan Masih Terasa

Di sisi lain, sejumlah warga mengaku kegiatan olahraga bersama memang mampu menarik antusias masyarakat, tetapi belum sepenuhnya diikuti perubahan pola hidup sehat dalam jangka panjang.

“Biasanya ramai kalau ada acara besar atau hadiah. Tapi kalau rutin olahraga sendiri, masih sedikit,” ujar salah satu warga yang ditemui di kawasan Kambang Iwak.

Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas kampanye hidup sehat yang selama ini digencarkan berbagai pihak. Apalagi, tantangan kesehatan masyarakat perkotaan kini tidak hanya berkaitan dengan olahraga, tetapi juga pola makan, kualitas lingkungan, hingga tingkat stres masyarakat urban.

Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, menyambut positif kegiatan tersebut dan menyebut sinergi organisasi masyarakat dengan pemerintah menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran warga terhadap kesehatan.

Ia menilai kegiatan seperti senam sehat bisa menjadi sarana membangun interaksi sosial sekaligus menggerakkan masyarakat untuk lebih aktif menjaga kebugaran tubuh.

Meski demikian, sejumlah pengamat sosial menilai kegiatan komunitas semacam ini perlu diikuti program berkelanjutan agar dampaknya tidak berhenti sebatas seremoni tahunan. Sebab tanpa dukungan fasilitas dan edukasi yang konsisten, kampanye hidup sehat dikhawatirkan hanya menjadi agenda musiman.

Hingga kini, belum semua wilayah di Kota Palembang memiliki akses ruang aktivitas publik yang memadai untuk mendukung budaya hidup sehat masyarakat secara merata.

Di tengah tingginya antusias kegiatan olahraga bersama, tantangan terbesar justru berada pada bagaimana menjaga konsistensi masyarakat menjalani pola hidup sehat setelah acara selesai digelar.

Apakah gerakan-gerakan sosial seperti ini mampu menjadi titik perubahan nyata, atau hanya kembali menjadi agenda ramai sesaat yang perlahan dilupakan?

Informasi dihimpun dari keterangan resmi PC Fatayat NU Kota Palembang dan hasil penelusuran lapangan. (Poerba)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here