
PALEMBANG, cimutnews.co.id — Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru menerima kunjungan silaturahmi Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sumsel, Yulius Sahruzah, di Griya Agung Palembang, Senin (15/6).
Pertemuan tersebut membahas penguatan kerja sama dan sinergitas antara Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dengan Kanwil Ditjenpas Sumsel guna mendukung pelaksanaan berbagai program strategis di bidang pemasyarakatan.
Langkah mempererat koordinasi ini dinilai penting di tengah berbagai tantangan yang masih dihadapi sektor pemasyarakatan, mulai dari pembinaan warga binaan hingga kesiapan sarana pendukung di sejumlah wilayah.
Dalam pertemuan itu, kedua pihak menegaskan komitmen untuk memperkuat kolaborasi lintas instansi agar program-program pemerintah dapat berjalan lebih optimal dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Kepala Kanwil Ditjenpas Sumsel, Yulius Sahruzah, menyampaikan bahwa dukungan Pemerintah Provinsi Sumsel menjadi faktor penting dalam mendorong keberhasilan berbagai program pembinaan dan pemberdayaan warga binaan.
Sementara itu, Gubernur Herman Deru menyambut baik upaya penguatan sinergi tersebut. Pemerintah Provinsi Sumsel, menurutnya, terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai instansi vertikal demi mendukung pembangunan daerah secara menyeluruh.
Namun fakta di lapangan menunjukkan, tantangan dalam sektor pemasyarakatan masih menjadi perhatian di berbagai daerah. Persoalan kapasitas hunian, efektivitas pembinaan, hingga proses reintegrasi sosial warga binaan kerap menjadi isu yang membutuhkan perhatian berkelanjutan.
Di sisi lain, kondisi berbeda dirasakan oleh sebagian masyarakat yang berharap hasil dari berbagai program pembinaan dapat lebih terlihat secara langsung, terutama dalam menekan angka pelanggaran hukum berulang dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia setelah masa pembinaan berakhir.
Sejumlah warga mengaku mendukung langkah pemerintah dan Ditjenpas dalam memperkuat koordinasi. Namun mereka juga berharap kerja sama tersebut tidak berhenti pada tataran pertemuan formal, melainkan menghasilkan program yang benar-benar berdampak bagi masyarakat luas.
Berdasarkan temuan di lapangan, keberhasilan program pemasyarakatan tidak hanya bergantung pada lembaga pemasyarakatan semata. Dukungan pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga pendidikan, hingga masyarakat menjadi bagian penting dalam menciptakan proses pembinaan yang berkelanjutan.
Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai sejauh mana sinergi yang dibangun saat ini akan mampu menjawab berbagai tantangan yang masih ada. Belum ada penjelasan rinci terkait program prioritas yang akan menjadi fokus bersama dalam waktu dekat.
Pengamat kebijakan publik menilai kolaborasi antarlembaga memang menjadi kebutuhan mendesak. Namun implementasi di lapangan sering kali menghadapi kendala teknis, keterbatasan sumber daya, hingga perbedaan kebutuhan di masing-masing daerah.
Hingga kini, belum semua persoalan yang berkaitan dengan sistem pemasyarakatan dapat terselesaikan secara menyeluruh. Karena itu, penguatan sinergitas antara pemerintah daerah dan Ditjenpas menjadi langkah awal yang dinilai strategis.
Meski demikian, masyarakat masih menunggu hasil konkret dari kerja sama tersebut. Apakah berbagai program yang dirancang nantinya benar-benar mampu meningkatkan kualitas pembinaan warga binaan dan memberikan dampak nyata bagi lingkungan sosial, atau masih menyisakan pekerjaan rumah yang belum terselesaikan? (Poerba)

















