Beranda Palembang Antusiasme Car Free Day Ampera Tinggi Tapi Dampaknya Mulai Dipertanyakan

Antusiasme Car Free Day Ampera Tinggi Tapi Dampaknya Mulai Dipertanyakan

6
0
Ribuan warga memadati Jembatan Ampera saat uji coba ketiga Car Free Day di Palembang.(Foto:Poerba/cimutnews.co.id)

PALEMBANG, cimutnews.co.id — Jembatan Ampera yang biasanya dipenuhi kendaraan mendadak berubah total pada Minggu pagi (10/5/2026). Ribuan warga memadati kawasan ikonik Kota Palembang itu untuk berjalan santai, jogging, berfoto, hingga menikmati udara pagi tanpa asap kendaraan.

Suasana ramai bahkan disebut menyerupai festival rakyat terbuka. Namun di tengah tingginya antusiasme masyarakat, muncul pertanyaan baru soal kesiapan fasilitas dan dampak lalu lintas di sekitar kawasan tersebut.

Lalu, apakah Car Free Day (CFD) Ampera benar-benar siap menjadi agenda rutin mingguan?

Uji coba ketiga Car Free Day di Jembatan Ampera berlangsung meriah. Sejak pagi, kawasan tersebut dipenuhi warga dari berbagai usia.

Tidak hanya masyarakat Palembang, sejumlah pengunjung dari luar daerah juga terlihat datang untuk menikmati suasana berbeda di ikon Sumatera Selatan tersebut.

Fenomena ini menunjukkan CFD Ampera mulai berkembang bukan sekadar kegiatan olahraga, tetapi juga menjadi magnet wisata baru di pusat kota.

Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, mengaku puas melihat tingginya antusiasme masyarakat dalam kegiatan tersebut.

“Alhamdulillah, luar biasa. Masyarakat sangat antusias. Ternyata bukan hanya warga Palembang, tapi juga pengunjung dari luar kota,” ujarnya.

Pemkot Palembang bahkan mulai menyiapkan CFD Ampera menjadi agenda rutin setiap pekan.

Menurutnya, ruang publik sehat diperlukan agar masyarakat memiliki tempat beraktivitas yang nyaman, sehat, dan terbuka untuk semua kalangan.

Pemerintah juga memastikan pengamanan dan rekayasa lalu lintas dilakukan oleh Dinas Perhubungan bersama kepolisian serta Satpol PP selama kegiatan berlangsung.

Namun fakta di lapangan menunjukkan antusiasme besar itu belum sepenuhnya diimbangi kesiapan di sejumlah titik penyangga lalu lintas.

Berdasarkan temuan di lapangan, sejumlah pengendara mengaku harus memutar lebih jauh akibat penutupan akses Jembatan Ampera selama CFD berlangsung.

Baca juga  Pemprov Sumsel Tetapkan 9 Isu Strategis RKPD 2027, Jadi Arah Utama Kebijakan Pembangunan Daerah

Di sisi lain, kondisi berbeda dirasakan sebagian warga yang mendukung kegiatan tersebut namun berharap ada solusi lebih baik terkait arus kendaraan dan area parkir.

Beberapa titik di sekitar kawasan Seberang Ulu hingga pusat kota dilaporkan mengalami kepadatan pada jam tertentu, terutama ketika warga mulai memadati area CFD secara bersamaan.

Hal ini menimbulkan pertanyaan apakah skema pengaturan lalu lintas sudah benar-benar siap jika CFD Ampera nantinya digelar rutin setiap minggu.

Sejumlah warga mengaku senang dengan suasana baru di Jembatan Ampera karena menghadirkan ruang publik yang selama ini dinilai minim di pusat kota.

“Jarang bisa lihat Ampera tanpa kendaraan. Anak-anak juga senang bisa jalan santai,” ujar Rian, warga Jakabaring.

Namun ada pula warga yang berharap evaluasi dilakukan agar aktivitas masyarakat lain tidak terganggu.

“CFD bagus, tapi tadi sempat macet panjang di jalur pengalihan. Mungkin ke depan pengaturannya bisa diperbaiki,” kata seorang pengendara yang melintas di kawasan 16 Ilir.

Car Free Day di kawasan ikonik seperti Jembatan Ampera memang memiliki daya tarik kuat. Selain menghadirkan ruang publik baru, kegiatan ini juga berpotensi menggerakkan sektor wisata, UMKM, hingga ekonomi kreatif lokal.

Namun tantangan utamanya bukan hanya soal keramaian.

Jika ingin menjadi destinasi mingguan yang berkelas, Pemkot Palembang diduga perlu memikirkan kesiapan parkir, pengaturan arus kendaraan, keamanan pejalan kaki, hingga kebersihan kawasan setelah kegiatan selesai.

Sebab tanpa pengelolaan matang, euforia besar di awal dikhawatirkan justru memunculkan keluhan baru dari masyarakat.

Hingga kini, belum semua dampak dari pelaksanaan CFD Ampera dievaluasi secara terbuka kepada publik.

Apakah Jembatan Ampera benar-benar siap menjadi ikon ruang publik modern baru di Indonesia, atau justru menyisakan persoalan baru setiap pekannya? (Poerba)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here