Beranda Palembang Sumsel Jadi Provinsi Ikon Kriyanusa 2026, Feby Herman Deru Pastikan Kesiapan

Sumsel Jadi Provinsi Ikon Kriyanusa 2026, Feby Herman Deru Pastikan Kesiapan

4
0
1. Ketua Dekranasda Sumatera Selatan Feby Herman Deru mengikuti rapat pemantapan persiapan Kriyanusa 2026 bersama jajaran Dekranas secara virtual, Kamis (10/9/2026).(Foto:Poerba/cimutnews)

PALEMBANG, cimutnews.co.idSumsel Provinsi Ikon Kriyanusa 2026 menjadi sorotan setelah Provinsi Sumatera Selatan terpilih sebagai Provinsi Ikon dalam pameran kerajinan yang digelar Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas). Ajang tersebut dijadwalkan berlangsung pada 26–30 September 2026.

Ketua Dekranasda Sumatera Selatan, Feby Herman Deru, memastikan kesiapan daerahnya untuk menyukseskan agenda tersebut. Kepastian itu disampaikan dalam rapat pemantapan persiapan Kriyanusa 2026 bersama Ketua Harian Dekranas Tri Tito Karnavian secara virtual melalui Zoom Meeting, Kamis (10/9/2026).

Sumsel Bersiap Tampil sebagai Provinsi Ikon

Penetapan Sumatera Selatan sebagai Provinsi Ikon memberi posisi khusus bagi daerah ini dalam salah satu agenda promosi kerajinan nasional. Bagi Dekranasda Sumsel, momentum tersebut bukan sekadar agenda pameran, tetapi kesempatan memperkenalkan kekayaan kriya dan identitas budaya daerah kepada khalayak yang lebih luas.

Feby Herman Deru menyatakan kesiapan Sumsel menjadi bagian penting dari persiapan menuju pelaksanaan Kriyanusa 2026. Rapat bersama jajaran Dekranas menjadi bagian dari pemantapan agar keterlibatan Sumsel dapat dipersiapkan secara optimal.

Rapat pemantapan digelar menjelang pelaksanaan

Rapat persiapan berlangsung Kamis, 10 September 2026, atau sekitar dua pekan sebelum Kriyanusa 2026 dimulai.

Dalam forum tersebut, Feby mengikuti pembahasan bersama Ketua Harian Dekranas Tri Tito Karnavian. Pertemuan secara daring itu menjadi salah satu tahapan koordinasi antara pemerintah daerah melalui Dekranasda Sumsel dengan Dekranas di tingkat nasional.

Dengan waktu persiapan yang semakin dekat, perhatian tidak hanya tertuju pada kehadiran Sumsel di arena pameran, tetapi juga bagaimana identitas daerah dapat diterjemahkan melalui produk kriya yang ditampilkan.

Kriyanusa Menjadi Etalase Produk Kriya Daerah

Kriyanusa memiliki posisi penting dalam ekosistem promosi kerajinan Indonesia karena mempertemukan karya perajin dari berbagai daerah dalam satu ruang pamer. Dalam penyelenggaraan sebelumnya, kegiatan Kriya Nusa juga melibatkan Dekranasda, perajin binaan BUMN, peserta mandiri hingga perwakilan perajin dari negara sahabat.

Baca juga  Kasus Anak dan Vandalisme Terungkap Cepat, Pengawasan Kota Jadi Sorotan

Konteks tersebut membuat status sebagai Provinsi Ikon memiliki nilai strategis. Produk yang ditampilkan tidak hanya berfungsi sebagai benda kerajinan, tetapi juga membawa narasi mengenai budaya, keterampilan, dan karakter daerah asalnya.

Di tingkat nasional, Dekranas juga terus mendorong pengembangan kriya dan wastra melalui promosi, pemasaran, pembinaan, serta perluasan jejaring usaha. Kementerian Perindustrian pada 2026 menempatkan penguatan akses pasar dan peningkatan daya saing IKM sebagai bagian dari pengembangan industri kriya dan wastra berkelanjutan.

Bukan sekadar soal tampilan produk

Tantangan pameran kriya saat ini tidak berhenti pada kemampuan menampilkan produk secara menarik. Perajin juga dituntut mampu mempertahankan karakter budaya sekaligus menghasilkan karya yang relevan dengan kebutuhan pasar.

Hal itu menjadi semakin penting karena produk wastra dan kriya Indonesia memiliki peluang untuk masuk ke pasar yang lebih luas. Dalam konteks tersebut, pameran dapat menjadi pintu awal untuk mempertemukan perajin dengan konsumen, mitra usaha, desainer maupun jaringan pemasaran.

Peluang Sumsel Memperkuat Ekonomi Kreatif

Penetapan sebagai Provinsi Ikon juga membuka peluang bagi Sumatera Selatan untuk mengangkat produk kriya sebagai bagian dari penguatan ekonomi kreatif daerah.

Pameran nasional dapat memberi manfaat dalam beberapa aspek, antara lain:

  • memperluas pengenalan produk kerajinan Sumsel;
  • membuka jejaring pemasaran bagi perajin;
  • memperkuat identitas budaya melalui produk kriya;
  • mempertemukan pelaku usaha dengan calon mitra;
  • mendorong inovasi desain dan pengembangan produk.

Pengalaman berbagai daerah menunjukkan bahwa kegiatan pameran dan promosi dapat menjadi instrumen untuk memperluas pasar UMKM. Dalam kegiatan HUT ke-46 Dekranas di Makassar pada 2026, misalnya, aktivitas peserta dan rangkaian pameran disebut turut membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk memperluas promosi serta jejaring bisnis.

Baca juga  Boekit Gandus Palembang Tawarkan Sensasi Bukber Alam Terbuka, Paket Mulai Rp38 Ribu Jadi Daya Tarik Ramadan

Tantangan Setelah Pameran Justru Lebih Besar

Penampilan Sumsel sebagai Provinsi Ikon Kriyanusa 2026 berpotensi menjadi momentum penting, tetapi dampaknya akan sangat bergantung pada apa yang terjadi setelah pameran berakhir.

Pameran mampu menghadirkan perhatian dalam waktu singkat. Namun, perhatian tersebut baru memiliki nilai ekonomi apabila berlanjut menjadi transaksi, kemitraan, peningkatan kapasitas produksi, atau akses pasar baru bagi perajin dan pelaku UMKM. Karena itu, keberhasilan Sumsel sebaiknya tidak hanya diukur dari kemeriahan kehadiran di lokasi pameran, tetapi juga dari jejaring yang berhasil dibangun.

Dalam jangka panjang, momentum tersebut dapat menjadi bagian dari strategi memperkuat ekosistem kriya Sumatera Selatan. Kuncinya adalah menjaga kesinambungan antara promosi, kualitas produk, inovasi, regenerasi perajin, dan pemasaran.

Status Ikon Adalah Kesempatan Membentuk Citra Sumsel

Ada satu aspek yang membuat posisi Sumsel sebagai Provinsi Ikon menjadi penting: yang dipertaruhkan bukan hanya produk, tetapi citra daerah.

Ketika sebuah provinsi mendapat ruang representasi khusus dalam pameran nasional, karya yang ditampilkan berpotensi menjadi representasi visual mengenai identitas daerah. Karena itu, pemilihan produk, narasi budaya, kualitas pengerjaan dan strategi pemasaran perlu berjalan dalam satu kesatuan.

Hal tersebut sejalan dengan arah pengembangan kriya nasional yang tidak hanya menempatkan kerajinan sebagai produk ekonomi, tetapi juga sebagai bagian dari identitas dan warisan budaya. Dekranas pada berbagai program 2026 menekankan pentingnya promosi, peningkatan kapasitas perajin dan perluasan pasar.

Kriyanusa 2026 Menanti Kiprah Sumatera Selatan

Dengan jadwal pelaksanaan 26–30 September 2026, persiapan Sumatera Selatan kini memasuki tahap penting. Rapat pemantapan bersama Dekranas pada 10 September menjadi penanda bahwa koordinasi menuju penyelenggaraan terus dilakukan.

Bagi Sumsel, Kriyanusa 2026 bukan hanya kesempatan hadir dalam agenda nasional. Status sebagai Provinsi Ikon memberikan ruang lebih besar untuk memperkenalkan kekayaan kriya, memperluas jejaring pelaku usaha, sekaligus memperkuat posisi produk kerajinan daerah di tengah persaingan pasar yang semakin terbuka.

Baca juga  Terungkap! AI Kian Digunakan Wartawan, Namun Batas Etika Masih Menjadi Pertanyaan

Jika momentum tersebut diikuti strategi pemasaran dan pembinaan yang berkelanjutan, panggung Kriyanusa dapat menjadi titik awal, bukan akhir, bagi penguatan industri kriya Sumatera Selatan.(Poerba)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here