
PRABUMULIH, cimutnews.co.id — Program kebersihan terus digaungkan sebagai bagian dari gerakan nasional lingkungan sehat.
Namun di lapangan, kesadaran menjaga kebersihan fasilitas umum dinilai masih belum merata di sejumlah wilayah.
Kondisi itu terlihat saat Polres Prabumulih menggelar Program Belida (Bersih Lingkungan dan Asri) di Masjid Nursalimah, Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Cambai, Kota Prabumulih, Jumat (1/5/2026).
Sebanyak 30 personel Polri diterjunkan dalam kegiatan gotong royong membersihkan area dalam maupun luar masjid. Kegiatan tersebut turut melibatkan pengurus rumah ibadah, tokoh masyarakat, hingga warga sekitar.
Program ini merupakan bagian dari dukungan terhadap Gerakan Indonesia Asri (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang terus didorong Polda Sumatera Selatan.
Mewakili Kapolres Prabumulih AKBP Bobby Kusuma Wardhana, kegiatan dipimpin langsung Wakapolres Prabumulih Kompol Chindi Helyadi.
Menurut pihak kepolisian, Program Belida bukan sekadar agenda kerja bakti biasa.
Ada misi membangun kesadaran kolektif agar lingkungan publik tetap bersih dan nyaman digunakan masyarakat.
“Kegiatan ini bukan sekadar kerja bakti, tetapi bagian dari komitmen Polri dalam menghadirkan lingkungan yang sehat dan mendukung kenyamanan masyarakat dalam beraktivitas, termasuk beribadah,” ujar Kompol Chindi Helyadi.
Namun fakta di lapangan menunjukkan, persoalan kebersihan lingkungan dan fasilitas umum masih kerap menjadi sorotan masyarakat di berbagai daerah.
Sejumlah warga mengaku kegiatan gotong royong seperti ini memang membantu menciptakan lingkungan lebih nyaman. Akan tetapi, sebagian menilai kegiatan serupa perlu dilakukan secara berkelanjutan dan tidak hanya bersifat seremonial.
“Kalau rutin tentu bagus. Karena kadang setelah bersih, beberapa waktu kemudian kembali kotor,” ungkap salah satu warga sekitar yang enggan disebutkan namanya.
Di sisi lain, kondisi berbeda dirasakan di beberapa kawasan permukiman yang masih menghadapi persoalan sampah liar dan minimnya kesadaran menjaga fasilitas umum.
Hal ini menimbulkan pertanyaan, sejauh mana program kebersihan berbasis kolaborasi mampu menciptakan perubahan perilaku masyarakat dalam jangka panjang.
Berdasarkan temuan di lapangan, kegiatan di Masjid Nursalimah berlangsung cukup kondusif dan mendapat respons positif dari warga sekitar. Pendekatan humanis yang dilakukan aparat kepolisian juga dinilai mampu mempererat hubungan sosial dengan masyarakat.
Program Belida sendiri disebut sebagai bagian dari strategi Polri untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat, tidak hanya dalam aspek keamanan dan ketertiban, tetapi juga menyentuh persoalan sosial dan lingkungan.
Namun demikian, tantangan terbesar dinilai bukan hanya pada aksi bersih-bersih sesaat, melainkan bagaimana menjaga konsistensi kesadaran publik terhadap kebersihan lingkungan.
Hingga kini, belum semua kawasan mampu mempertahankan pola hidup bersih secara konsisten. Apakah program seperti Belida akan menjadi solusi jangka panjang, atau hanya berhenti sebagai kegiatan simbolis, masih menjadi perhatian berbagai pihak. (Indra)

















