Beranda Lubuk Linggau Terungkap, Penanaman Pohon di SMA Negeri 1 Picu Harapan Baru

Terungkap, Penanaman Pohon di SMA Negeri 1 Picu Harapan Baru

15
0
Wakil Gubernur Sumsel berdialog dengan siswa dan jajaran sekolah saat kunjungan silaturahmi di aula SMA Negeri 1 Lubuk Linggau.(Foto:Amin/cimutnews.co.id)

LUBUK LINGGAU, cimutnews.co.id — Program sekolah hijau kembali digaungkan di Kota Lubuk Linggau.

Wakil Gubernur Sumatera Selatan H. Cik Ujang bersama Wali Kota Lubuk Linggau Rachmat Hidayat melakukan penanaman pohon alpukat di halaman SMA Negeri 1 Lubuk Linggau, Jumat (8/5/2026).

Kegiatan berlangsung penuh simbolis dan disambut antusias siswa maupun guru. Namun di balik semangat penghijauan sekolah, muncul pertanyaan yang ikut menjadi perhatian publik: apakah pembangunan pendidikan saat ini sudah benar-benar merata hingga menyentuh kebutuhan infrastruktur sekolah secara menyeluruh?

Penanaman Pohon Jadi Simbol Sekolah Hijau

Dalam kunjungan tersebut, Wakil Gubernur Sumsel meninjau langsung kondisi sekolah dan berdialog dengan para siswa.

Penanaman pohon alpukat dilakukan sebagai simbol dorongan pemerintah terhadap konsep sekolah hijau dan lingkungan belajar yang nyaman.

“Ini menjadi pertanda bahwa kita mendorong agar setiap sekolah menjadi hijau, teduh, dan rindang. Nantinya sekolah hijau ini akan menjadi kebanggaan kita semua,” ujar H. Cik Ujang.

Ia juga mengaku sengaja hadir untuk melihat langsung perkembangan sekolah sekaligus bertemu generasi muda yang disebut sebagai penerus masa depan daerah.

Menurutnya, kemajuan pendidikan membutuhkan sinergi antara pemerintah provinsi dan pemerintah daerah.

Pendidikan Disebut Harus Terus Didukung

Selain menyoroti lingkungan sekolah, Cik Ujang juga mengapresiasi prestasi siswa SMA Negeri 1 Lubuk Linggau yang disebut mampu bersaing hingga tingkat nasional.

Ia turut memuji kontribusi alumni yang membantu pembangunan fasilitas sekolah seperti musala dan sarana lainnya.

“Biasanya alumni yang sudah berhasil akan mengingat sekolah tempat mereka dulu belajar. Ini sangat baik untuk membantu pembangunan sekolah,” ungkapnya.

Sementara itu, Wali Kota Lubuk Linggau Rachmat Hidayat menyebut SMA Negeri 1 layak menjadi contoh sekolah hijau karena memiliki lingkungan yang asri dan nyaman.

Baca juga  Ketua DPRD Muratara Hadiri Peresmian Rumah Jabatan Eselon IV Kejari Lubuk Linggau, Dorong Sinergi Penegakan Hukum

Menurutnya, lingkungan sekolah yang hijau sangat penting untuk mendukung suasana belajar dan pembentukan karakter siswa.

“Kami berharap sekolah ini dapat menjadi role model sekolah hijau dan terus melahirkan generasi berprestasi,” tandas Rachmat.

Meski konsep sekolah hijau terus digaungkan, fakta di lapangan menunjukkan masih ada sejumlah sekolah di berbagai daerah yang menghadapi persoalan fasilitas dan infrastruktur pendidikan.

Sejumlah warga mengaku kondisi sekolah yang nyaman dan asri belum sepenuhnya dirasakan merata, terutama di wilayah yang jauh dari pusat kota.

Di sisi lain, perhatian terhadap penghijauan sekolah dinilai penting, namun sebagian masyarakat berharap pembangunan fisik dan fasilitas belajar juga mendapat prioritas yang sama.

Berdasarkan temuan di lapangan, beberapa sekolah masih menghadapi persoalan ruang belajar, fasilitas sanitasi, hingga sarana pendukung pendidikan yang dinilai perlu pembenahan lebih lanjut.

Hal ini menimbulkan pertanyaan: apakah program sekolah hijau saat ini sudah berjalan beriringan dengan pemerataan kualitas infrastruktur pendidikan?

“Sekolah Nyaman Penting, Tapi Fasilitas Juga Harus Lengkap”

Sejumlah orang tua siswa menyambut positif upaya penghijauan sekolah yang dinilai membuat suasana belajar lebih nyaman.

Namun mereka juga berharap perhatian pemerintah tidak berhenti pada penataan lingkungan semata.

“Kalau sekolah hijau tentu bagus untuk anak-anak. Tapi fasilitas belajar juga harus terus dibenahi supaya kualitas pendidikan benar-benar meningkat,” ujar salah satu wali murid.

Pendapat serupa juga disampaikan beberapa masyarakat yang berharap kunjungan pejabat daerah mampu mempercepat pembangunan pendidikan di Lubuk Linggau.

Antara Simbol Penghijauan dan Realita Pendidikan

Program sekolah hijau dinilai menjadi langkah positif dalam membangun kesadaran lingkungan di kalangan pelajar.

Di satu sisi, lingkungan sekolah yang asri diyakini mampu menciptakan suasana belajar yang lebih sehat dan nyaman.

Baca juga  Semangat “Sumsel Maju Bersama” Menggema di HUT ke-24 Kota Lubuklinggau: Gubernur Herman Deru dan Bupati PALI Tegaskan Sinergi Antarwilayah

Namun di sisi lain, tantangan dunia pendidikan saat ini dinilai tidak hanya soal penghijauan, tetapi juga pemerataan kualitas fasilitas dan dukungan pembelajaran di seluruh sekolah.

Hingga kini, belum ada penjelasan rinci terkait program prioritas pembangunan infrastruktur pendidikan yang akan dipercepat di sejumlah wilayah Sumatera Selatan.

Kunjungan Wakil Gubernur Sumsel ke SMA Negeri 1 Lubuk Linggau membawa pesan penting tentang pendidikan dan lingkungan sekolah hijau.

Namun di tengah simbol penghijauan dan apresiasi prestasi siswa, masyarakat masih menunggu pemerataan kualitas pendidikan yang benar-benar terasa hingga ke seluruh daerah.

Apakah konsep sekolah hijau ini akan menjadi awal perubahan nyata bagi dunia pendidikan, atau justru berhenti sebagai simbol seremonial semata? (Amin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here